Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Sosok 7 Teroris yang Dikaitkan dengan Jamaah Islamiyah, ada Aktor Bom Bali Hingga Bom di Jakarta

Deretan 7 teroris yang penah dikaitkan dengan Jamaah Islamiyah (JI). JI sendiri punya serangkaian sejarah panjang yang dikaitkan dengan sejumlah aksi

Editor: Torik Aqua
Istimewa/ via Tribun Lampung
Ilustrasi Densus 88 - Simak deretan sosok teroris yang dikaitkan dengan organisasi Jamaah Islamiyah 

Sesuai amanat UU Nomor 2/PNPS/1964, eksekusi terpidana mati tetap dilakukan dengan cara ditembak mati.

2. Ali Imron

Ali Imron bin H Nurhasyim (54) merupakan adik Amrozi yang juga direkrut oleh Zulkarnaen untuk bergabung dalam kelompok teroris JI.

Dikutip dari laman MPR, Majelis Hakim PN Denpasar memvonis Ali hukuman penjara seumur hidup pada 18 September 2003, atas keterlibatannya pada kasus Bom Bali 2002.

Majelis hakim yang diketuai Mulyani menilai, adik Amrozi itu terbukti secara sah terlibat terorisme. Namun, Ali terhindar dari hukuman mati karena menyesali perbuatannya dan bersedia bekerja sama dengan polisi.

Vonis majelis hakim ini membuat Ali menjadi satu-satu pelaku Bom Bali yang masih hidup.

Dua dekade ditahan di penjara, Ali meminta pengampunan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Januari 2024.

Dalam sebuah wawancara bersama South China Morning Post (SCMP), pria yang sempat menjadi guru di pesantren itu mengaku ingin bebas dan bekerja dalam proyek deradikalisasi di Indonesia.

“Saya ingin bebas agar bisa menggarap program deradikalisasi di seluruh Indonesia. Dari sudut pandang pribadi, saya lebih baik berada di dalam ruangan di mana tidak ada risiko terhadap hidup saya," ujarnya, dikutip dari The Guardian.

Selama di bui, Imron mengaku terlibat dalam program deradikalisasi pemerintah, termasuk menjadi pembicara di sekolah untuk memperingatkan ekstremisme.

3. Ali Ghufron

Catatan Harian Kompas pada 2002 menunjukkan, Ali Ghufron ditangkap di Klaten, Jawa Tengah pada 3 Desember 2002.

Ali Ghufron alias Muklas adalah kakak kandung sekaligus tokoh JI Amrozi. Ia merupakan pejabat di jaringan peledakan tersebut. Jabatannya bahkan lebih tinggi dari Imam Samudra.

Intelijen menyakini, Muklas bertindak sebagai koordinator Jamaah Islamiyah (JI) wilayah Asia Tenggara.

JI, seperti pernah diungkap Ketua Tim Investigasi Bom Bali Irjen Made Mangku Pastika, mulanya dipimpin Hambali alias Riduan Isamuddin.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved