Berita Mojokerto
Kolaborasi Kampung Tas dan Anggur di Mojokerto Berpotensi Angkat Ekonomi Masyarakat
Kampung Tas di Desa Kedungmaling, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto kini semakin berkembang.
Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Ndaru Wijayanto
Laporan Wartawan Tribun Jtim Network, Mohammad Romadoni
TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO- Kampung Tas di Desa Kedungmaling, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto kini semakin berkembang.
Rencananya, Pemdes setempat akan menghubungkan Kampung Anggur dengan Kampung Tas, untuk mengangkat potensi desa menjadi desa wisata ikonik.
Kades Kedungmaling, Edy Prabowo menuturkan keberadaan Kampung Tas tidak dapat dipisahkan dengan Kampung Anggur. Apalagi, Kampung Tas pernah berjaya di masanya.
"Sentra tas di RW08 Desa Kedungmaling itu sebetulnya dulu sudah pernah booming, pernah besar. Makanya itu disebut kampung tas. Sekarang mulai bangkit, kita lihat dari keceriaan warga yang tidak terlepas dari bantuan-bantuan dari pemerintah," kata Edy, Senin (12/8/2024).
Ia mengatakan bantuan dari pemerintah salah satunya Pokir, Dana BK dapat membangun infrastruktur jalan dan jembatan di Sentra tas Kedungmaling.
Baca juga: 50 Dekorasi untuk Peringatan 17 Agustus yang Unik dan Kreatif, Bisa Dipasang di Rumah hingga Kampung
"Bantuan BK itu kita gunakan untuk membangun jalan dan jembatan, sehingga kampung tas itu menjadi mudah aksesnya. Baik akses warga yang membutuhkan tas dan pengusaha tas. Maupun perajin yang membeli bahan baku, karena bisa dilewati mobil. Alhamdulilla, dari BK menghasilkan geliatnya ekonomi di Kedungmaling," jelasnya.
Menurut dia, mayoritas pelaku usaha tas memanfaatkan pemasaran via online. Mereka juga memberdayakan masyarakat setempat untuk bekerja membuat tas. Adapun jumlah perajin di Kampung Tas Kedungmaling sekitar 30 pengusaha.
Darinya berharap sentra tas yang mulai berkembang itu dapat berkontribusi disektor ekonomi.
"Harapannya daya beli masyarakat naik, ini dibuktikan dengan kegembiraan mereka. Apapun kegiatan di desa mereka support, secara sumber pendaaan bahkan dilakukan dengan senang hati," cetusnya.
Pemdes sangat mensupport Sentra Tas yang kini mulai kembali berjaya. Apapun yang diperlukan akan diberikan untuk mengembangkan usaha tas.
"Kita support terus, kita fasilitas apapun yang mereka (Perajin tas) butuhkan. Harapan kami, ini melebar jadi 30 pengusaha tas menjadi berkembang. Seluruh RW itu jadi pengusaha tas, sehingga mengangkat
ekonomi masyarakat," ucap Edy.
Dikatakan Edy, target kedepan Pemdes Kedungmaling akan mengkolaborasikan antara Wisata Kampung Anggur dengan Kampung Tas tersebut. Apalagi, nanti hadirnya RTH Kedungmaling yang semakin memikat wisatawan berkunjung ke Kedungmaling.
"Kita mencoba menghubungkan Kampung Anggur dengan Kampung Tas kita bangun infrastruktur. Jalan yang semula tanah, sudah kita cor. Jembatan yang bisa dilalui motor, sekarang bisa untuk lewat mobil. Ini adalah sinergitas potensi yang ada di Desa Kedungmaling," pungkasnya
| Antisipasi Kecelakaan Maut, 1 Perlintasan KA di Mojokerto Segera Dilengkapi Palang Pintu Otomatis |
|
|---|
| Ending Kasus Mutilasi Terhadap Wanita Asal Lamongan, Pelaku Bakal Seumur Hidup di Penjara |
|
|---|
| Aktivitas Tambang Diduga Ilegal Didemo Warga, Dituding Ancam Kerusakan Lingkungan dan Pertanian |
|
|---|
| Misteri Temuan Struktur Kuno di Desa Beloh Trowulan, Benarkah Sisa Kejayaan Kerajaan Majapahit? |
|
|---|
| Rumah Kos Bandar Narkoba Mojokerto Digerebek, Pelaku Ngaku Dapat Barang Haram dari Madura |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Perajin-sedang-memproduksi-tas-Handbag-wanita-di-Kampung-Tas.jpg)