Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Viral

Demi Bisa Makan, 2 Bocah Yatim Rela Ngamen Bareng Ibunya, Putus Sekolah karena Tak Ada Biaya

Kisah dua bocah yatim yang rela ngamen bareng ibunya demi mencari sesuap nasi jadi sorotan.

Penulis: Alga | Editor: Mujib Anwar
TikTok/ariefcamra
Dua bocah diajak ibunya ngamen di Jombang, Jawa Timur 

TRIBUNJATIM.COM - Demi bisa makan, dua bocah yatim bernama Reno (10) dan Aldi (7) ngamen dengan ibunya.

Hal itu terpaksa dilakukan bersama karena sang ayah sudah meninggal dunia.

Sehari-harinya, Reno dan Aldi membantu ibu ngamen demi lanjutkan hidup.

Reno dan Aldi diketahui tinggal di kosan kecil bersama ibu mereka, Sarinah.

Kedua bocah tersebut memiliki satu adik lagi yang baru berusia 2,5 tahun.

"Perkenalkan, inilah bunda yatim dengan tiga anak. Namanya, ibu Sarinah. Beliau tinggal di kos, di kawasan Tunggorono, Jombang," tulis Arief Camra di keterangan unggahan.

"Untuk menyambung hidupnya, kadang diajak ngamen ibunya, bersama anaknya yang ketiga yang masih berusia 2,5 tahun," sambung keterangan.

Perjuangan Sarinah merawat tiga anaknya begitu berat, apalagi tanpa seorang suami.

Sedihnya, Reno sampai harus putus sekolah karena keterbatasan biaya.

Bahkan karena tak memiliki biaya pendidikan, keduanya sampai rela putus sekolah selama dua tahun terakhir.

"Anaknya yang paling besar, Reno (10), putus sekolah dua tahun belakangan karena sang ibu tidak ada biaya," lanjut Arief Camra.

Kemudian, anak keduanya yang bernama Aldi berusia tujuh tahun tersebut belum pernah sama sekali sekolah.

"Aldi belum pernah sekolah sama sekali. Belum pernah masuk PAUD atau TK," imbuh Arief Camra.

Hingga akhirnya ia pun bertemu dengan relawan SYD Jombang dan disambungkan dengan Griya Yatim.

Baca juga: Dokter Syok Dapat Pasien Bocah SD Ngaku Sudah Berhubungan Badan Sama Anak Usia 13 Tahun: Miris

Sarinah pun menerima tawaran Griya Yatim untuk menyekolahkan kedua anaknya.

"Ibunya menerima tawaran kami untuk menyekolahkan dua anaknya dan masuk pembinaan di asrama Griya Yatim," kata Arief Camra, melansir Tribun Sumsel.

Arief Camra pun mengunggah video saat dirinya menjemput Reno dan Aldi di kosnya pada Sabtu, 17 Agustus 2024, lalu.

Ia mengatakan, Reno dan Aldi akan dimasukkan ke sekolah formal agar mendapat kesetaraan dengan anak-anak yang lain sebayanya.

"Hari ini 17 Agustus 2024, saya berada di Jombang keluarga yatim, jadi Ibu Sarinah ini punya tiga anak, yang dua ini akan masuk sistem pembinaan kami."

"Insyaallah akan kami layani 100 persen, kami biaya sekolah, mondok sampai dewasa," katanya.

Arief Camra pun meminta izin dan restu untuk membawa dua anak Sarinah.

Sedangkan untuk anak bungsu Sarinah yang berusia 2,5 tahun tetap diasuhnya.

Sebelum ke Griya Yatim, Reno dan Aldi pun dibawa ke berbagai tempat, termasuk dimake over.

Selain itu, keduanya juga diajak jalan-jalan, seperti makan hingga berbelanja kebutuhan.

Di video lainnya, terlihat Reno dan Aldi sudah mengikuti pembinaan di Griya Yatim.

Keduanya juga tampak telah mulai sekolah dasar bersama.

"Alhamdulillah setelah sekian lama tidak sekolah, Reno dan Aldi hari ini mulai sekolah," tulis Arief Camra

Reno dan Aldi terlihat berangkat dengan teman-teman lainnya menggunakan angkutan yang telah disediakan.

Unggahan Arief Camra pun mendapatkan respons positif dari netizen.

@ris***: Alhamdulillah semoga kelak menjadi anak yg membanggakan ibunya,sukses dunia akhirat. dibalik ujian ini Allah merencanakan yg terindah buat kalian,sukses buat anak2 ini

@sul**: Alhamdulillaaah bisa melanjutkan sekolah...do'akan mbah ya de...klo ada rejeki lebih insya allah mbah kunjungi ade ke PANTI nya pak Arif Camra.

@hai***: seratus orang saja yg seperti bapak di negara ini bakal tdk ada orang yg terlantar

Hal serupa juga terjadi saat Dedi Mulyadi membuat acara Kang Dedi Mulyadi Menyapa Jawa Barat Istimewa di Alun-alun Ciamis, Selasa (13/8/2024) malam.

Di sana, Dedi Mulyadi bertemu seorang pemulung dan anaknya yang berusia enam tahun dibawa bekerja di jalanan cari rongsokan.

Melihat hal ini, Dedi Mulyadi prihatin masih banyak anak di bawah umur dieksploitasi menjadi alat untuk mendapat belas kasihan.

Diketahui, Kang Dedi Mulyadi (KDM) bertemu seorang pemulung, Udin, yang menggendong anak perempuannya di acara tersebut.

Sang anak yang terbiasa ikut ayahnya memulung ini memiliki tubuh kecil seperti kurang gizi. 

Udin memiliki enam orang anak, sedangkan istrinya bekerja di pabrik roti daerah Tasikmalaya.

Sang istri bernama Dini kini mengontrak dekat tempat kerjanya dengan anak yang lain.

"Kalau yang ini inginnya sama saya terus, enggak mau sama ibunya, jadi suka dibawa ngerongsok," ucap Udin.

Pada kesempatan itu pun, KDM memberikan bantuan berupa uang sewa kontrakan, susu, makanan bergizi, dan bekal untuk anak Udin selama setahun ke depan.

Ia juga meminta Udin tak lagi membawa anaknya hidup di jalanan.

"Mulai saat ini ubah kehidupan, kalau begini terus, kasihan anaknya ke depan. Saya juga akan memasukkan anak bapak untuk sekolah," ucapnya.

Dedi Mulyadi mengaku miris dengan masih banyaknya anak-anak yang dibawa ke jalan untuk mencari rongsokan.

Hal tersebut merupakan eksploitasi anak yang harus segera dihentikan.

"Ke depan tak boleh ada lagi anak di bawah umur jadi alat mendapat belas kasihan. Kalau seperti ini terus sama dengan eksploitasi anak, dosa," ujar KDM.

Dedi Mulyadi bertemu seorang pemulung dan anaknya yang berusia enam tahun dalam dalam acara Kang Dedi Mulyadi Menyapa Jawa Barat Istimewa di Alun-alun Ciamis, Selasa (13/8/2024) malam.
Dedi Mulyadi bertemu seorang pemulung dan anaknya yang berusia enam tahun dalam dalam acara Kang Dedi Mulyadi Menyapa Jawa Barat Istimewa di Alun-alun Ciamis, Selasa (13/8/2024) malam. (ISTIMEWA)

Nantinya, kata KDM, jika ia terpilih menjadi Gubernur Jabar, akan ada program khusus untuk menampung dan merawat anak-anak yang orang tuanya bekerja di jalanan seperti mencari rongsokan.

"Jadi pagi dititipkan anaknya, bapak ibunya silakan bekerja, sorenya anak dibawa pulang ke rumah masing-masing."

"Setiap kabupaten/kota akan ada lembaga yang mengurusi anak terlantar."

"Malu pejabatnya gaya, naik gaji terus, tapi di lingkungan kita masih banyak anak terlantar," janji KDM, mengutip Tribun Jabar.

Saat ini Kang Dedi Mulyadi baru bisa membantu satu hingga lima anak dalam setiap hari.

Namun jika terpilih, maka hal tersebut akan menjadi salah satu prioritas dalam mewujudkan Jawa Barat Istimewa.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved