Berita Surabaya
Sosok Sumini, Bawa Kuliner Khas Surabaya Semanggi Tembus Singapura, sang Anak Sempat Malu
Sebuah rumah berukuran kecil pinggiran Surabaya di Kampung Sawo, Kelurahan Bringin, Kecamatan Sambikerep, Surabaya, kini menjadi terkenal.
Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Samsul Arifin
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Nuraini Faiq
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Sebuah rumah berukuran kecil pinggiran Surabaya di Kampung Sawo, Kelurahan Bringin, Kecamatan Sambikerep, Surabaya, kini menjadi terkenal.
Dari rumah sederhana di Kampung Semanggi inilah, pecel Semanggi sekarang mendunia.
Kuliner khas Surabaya itu kini kerap dinikmati hingga Malaysia dan Singapura juga berkat andil rumah kecil yang ditempati Sumini (53). Rumah di pinggiran Surabaya Barat.
Berjarak 1,5 jam perjalan dari pusat kota Surabaya.
Rumah sederhana berukuran 5x7 meter itu ditempati Sumini bersama keluarganya.
Baca juga: Mengenal Si Mbois, Buaya yang Jadi Maskot Pilkada Surabaya 2024, Kenakan Udeng dan Batik Semanggi
Ibu tiga anak ini berhasil melambungkan pecel semanggi Surabaya mendunia.
Kampung Sawo di Kecamatan Sambikerep itu memang dikenal sebagai Kampung Semanggi.
Banyak warga di kampung ini yang jualan pecel Semanggi.
Dulu kampung ini banyak ditumbuhi tanaman semanggi dan dimanfaatkan warganya untuk sayuran dicampur sambal kacang dan ketela.
Jadilah pecel semanggi. Olahan makanan khas Surabaya ini memang mirip pecel.
Baca juga: Semanggi Khas Surabaya dengan Salmon Saus Woku di Hotel Ciputra World Surabaya
Baik sambalnya maupun sayur pendampingnya. Bedanya kalau pecel aneka sayur sampai kecambah.
Kalau pecel semanggi kulup atau sayurnya cukup daun semanggi.
Dan yang paling khas adalah kerupuk tepung khas yang bikin gurih dan menyempurnakan kelezatan kuliner terkenal ini.
Kerupuk bentuk kotak ini bahkan sebagai pengganti sendok agar tetesan sambal pecel semanggi itu tetap terasa sempurna.
| Sosok Pandya Bhagaskara, Raih Predikat Wisudawan Terbaik Fakultas Kedokteran UNAIR |
|
|---|
| Modus Satpam Bobol Sekolah TK Tempatnya Bekerja di Surabaya, Pelaku Rancang Laporan Palsu |
|
|---|
| Surabaya Larang Siswa SMP Naik Motor, DPRD Ajak Siswa Naik Bus Sekolah |
|
|---|
| Jawaban Eri Cahyadi soal Pengadilan yang Minta Pemkot Surabaya Bayar Rp104 M: Barangnya Harus Ada |
|
|---|
| Wali Kota Eri Cahyadi Bakal Beri Sanksi Jukir yang Tolak Digitalisasi Parkir: Jangan Buat Gaduh |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Kuliner-khas-Surabaya-itu-kini-kerap-dinikmati-hingga-Malaysia-dan-Singapura.jpg)