Berita Lamongan
Imbas Cuaca Ekstrem, Suhu Panas dan Hama Serang Sayuran Hidroponik di Lamongan, Daun Layu dan Mati
Petani budidaya tanaman sayuran hidroponik di Lamongan Jawa Timur merugi akibat dampak cuaca ekstrem yang melanda sejak beberapa bulan terakhir.
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Sudarma Adi
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Hanif Manshuri
TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Petani budidaya tanaman sayuran hidroponik di Lamongan Jawa Timur merugi akibat dampak cuaca ekstrem yang melanda sejak beberapa bulan terakhir.
Suhu panas memicu tanaman sayur mayur layu dan akhirnya mati. Kondisi tanaman saayuran mati terjadi setiap harinya.
Tanaman jadi tidak sehat, layu terkena terdampak cuaca ekstrem dan pada akhirnya tidak bertahan hidup alias mati.
Selain itu, hama trips juga menyerang tanaman sayur hidroponik. Upaya pengendalian hama sangat sulit.
Ada beragam tanaman sayuran dengan sistim hidroponik. Diantaranya sawi pakcoy, selada, bayam hingga kangkung.
Di lokasi budidaya ini banyak yang mengalami kematian dengan ciri-ciri tanaman menjadi kerdil, akar menjadi coklat serta daun yang layu dan menguning.
Baca juga: Dua Paslon Cabup-Cawabup Lamongan Sama-Sama Punya Nama Kelompok Relawan Bernama Kompak
Menurut petani sayuran hidroponik, Helmi Hadinata, kondisi ini sudah terjadi sejak 5 bulan terakhir. Akibatnya, petani sayuran hidroponik terpaksa mencabut sayuran yang mati setiap hari untuk kemudian dibuang.
Selain kondisi cuaca yang tak menentu, tanaman sayuran juga diserang hama trips yang menyerang daun terlihat banyak muncul bintik-bintik kuning yang tak layak untuk dikonsumsi.
Para petani terpaksa harus memutar otak untuk bisa mengendalikan kondisi yang dialaminya. Dan harus menambah biaya perawatan untuk memasang alat semprot atau sprayer.
Baca juga: Grand Opening Store Allegiant di Lamongan, Hadirkan Pengalaman Belanja yang Lebih Baik
"Dan itu harus dilakukan untuk menanggulangi cuaca panas dan hama yang menyerang di lahan seluas dua hektare agar tidak meluas," katanya, Rabu (25/9/2024).
Dari dua hektare lahan, setidaknya 20 persen sayuran hidroponik mati setiap harinya. Petani pun mengurangi pengurangan pasokan ke konsumen.
Seban saat kondisi normal, mampu memanen 15 kilogram, saat ini hanya mampu memanen 10 kilogram saja per harinya.
Petani sayuran hidroponik berharap hujan segera turun agar tanaman sayur mayur mereka tidak mengalami kematian akibat cuaca ekstrem yang tengah melanda hingga sekarang.
| Jaringan Pencuri Motor di 25 TKP Dibongkar Polres Lamongan, Tiga Pelaku Masih Jadi Buronan |
|
|---|
| Kronologi Lengkap Kecelakaan Pajero vs Motor di Simpang 4 Jalan Lingkar Utara Dinoyo Lamongan |
|
|---|
| Hendak Bersihkan Rumput, Lansia 73 Tahun Malah Ditemukan Meninggal di Tambak Lamongan |
|
|---|
| Harga Plastik Semakin Meroket, Pedagang dan PKL di Lamongan Terjepit, Sekarang Tembus Rp36 Ribu |
|
|---|
| Kios Pulsa di Babat Lamongan Terbakar Dini Hari, Kerugian Mencapai Puluhan Juta Rupiah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Kondisi-tanaman-sayuran-hidroponik-yang-layu-kering-dan-diserang-penyakit-pengaruh-cuaca-ekstrem.jpg)