Adonan Sempurna, Roti Istimewa: Teknologi Proofer ITS Transformasi UMKM Roti di Rastarindo
Dalam upaya meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi roti di Desa Tambakasri, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang, Institut Teknologi Sepuluh Nope
TRIBUNJATIM.COM, MALANG – Dalam upaya meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi roti di Desa Tambakasri, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dengan memberikan pelatihan penggunaan teknologi mesin proofer berbasis mikrokontroler untuk UMKM Rastarindo.
Program tersebut dipimpin oleh Mashuri, S.Si., M.T., dari Departemen Teknik Mesin Industri, Fakultas Vokasi ITS, dengan dukungan dari tim dosen ITS yang terdiri dari Dr. Ir. Bambang Sampurno, MT., Dr. Ir. Atria Pradityana, MT., Rivai Wardhani, ST., MT., dan Rizaldy Hakim A., ST., MT. Selain itu, mahasiswa ITS juga turut berperan aktif dalam mendukung kegiatan ini,
Pelatihan ini bertujuan untuk membantu pelaku UMKM mengatasi kendala yang sering dihadapi dalam proses proofing adonan roti. Sebelumnya, UMKM Rastarindo melakukan proses proofing secara manual yang sangat bergantung pada kondisi cuaca, sehingga menghasilkan waktu produksi yang lama dan kualitas produk yang tidak konsisten.
Dengan adanya mesin proofer otomatis ini, proses proofing menjadi lebih stabil karena kontrol suhu dan kelembaban yang optimal, sehingga kualitas roti yang dihasilkan lebih baik dan waktu produksi lebih efisien.
"Program ini diharapkan dapat membantu UMKM Rastarindo dan pelaku UMKM lain dalam meningkatkan produktivitas serta kualitas produk dengan memanfaatkan teknologi yang tepat guna," ujar Mashuri, Ketua Tim Pengabdi ITS.
Dalam program ini, tim abmas memberikan pelatihan penggunaan dan perawatan mesin proofer kepada para pelaku UMKM. Mesin proofer dilengkapi dengan kontroler arduino untuk memantau temperatur dan kelembaban secara real-time.
Penggunaan mesin proofer terbukti dapat mempersingkat waktu proofing hingga 25 menit, jauh lebih cepat dibandingkan metode manual yang memakan waktu sekitar satu jam.
Mesin proofer berbasis mikrokontroler ini memanfaatkan sensor DHT22 yang mampu membaca suhu dan kelembaban secara real-time, memastikan kondisi proofing yang ideal.
Teknologi tersebut tidak hanya membantu UMKM Rastarindo, tetapi juga dapat menjadi model bagi UMKM lainnya di sektor bakery untuk meningkatkan efisiensi produksi mereka.
“Dengan adanya pelatihan dan dukungan teknologi dari ITS, UMKM Rastarindo kini dapat menghadapi tantangan produksi dengan solusi yang lebih modern dan efisien.
Melalui inisiatif ini, ITS berharap dapat memberdayakan UMKM di seluruh Indonesia. Dengan menjawab tantangan yang ada, dan mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan, melalui kolaborasi antara akademisi dan pelaku usaha, langkah ini menjadi contoh nyata dari sinergi yang dapat mengakselerasi inovasi dan meningkatkan kualitas produk local membuktikan bahwa inovasi dapat hadir di berbagai tingkatan usaha dan memberikan dampak signifikan bagi perekonomian masyarakat.
Harapan besar tertuju pada kemajuan yang dicapai oleh UMKM, serta pemanfaatan teknologi ini sebagai model untuk pengembangan sektor industri kecil dan menengah di Indonesia.
Keberhasilan program ini mencerminkan komitmen untuk menciptakan solusi yang relevan serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, menjadikan Desa Tambakasri sebagai pusat pertumbuhan industri roti yang lebih efisien dan berkualitas.
Tingkatkan Produktivitas Pertanian dan Pengelolaan Limbah, KKN-PM ITS Gelar Pelatihan Eco-Enzyme di Glinggang
Ponorogo, Mahasiswa dan dosen dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya telah sukses menggelar program Kuliah Kerja Nyata Pengabdian Masyarakat (KKN-PM) di Desa Glinggang, Kecamatan Sampung, Ponorogo. Program ini bertujuan untuk memperkenalkan pelatihan Eco Enzim kepada warga desa guna meningkatkan efisiensi pertanian dan pemanfaatan limbah rumah tangga.
Desa Glinggang, Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo, merupakan desa yang geografisnya didominasi oleh lahan pertanian luas, namun masih menghadapi tantangan dalam pengelolaan limbah dan inovasi pertanian. Meskipun area persawahannya sudah menggunakan sistem irigasi, belum ada terobosan dalam pengolahan limbah rumah tangga dan pengelolaan sampah, yang menjadi masalah utama di desa tersebut. Dengan mayoritas penduduk bekerja sebagai petani, potensi pertanian Desa Glinggang sangat besar, namun memerlukan solusi inovatif untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi.
Program yang berlangsung dari 14 Juli hingga 4 Agustus 2024 ini dipimpin oleh dosen pembimbing Mashuri, S.Si., M.T., dan diikuti oleh mahasiswa dari berbagai jurusan di ITS.
Kegiatan ini melibatkan kerja sama dengan perangkat desa, kelompok tani, dan karang taruna setempat, dengan tujuan utama meningkatkan produktivitas lahan pertanian dan mendorong penggunaan eco-enzyme.
Pelatihan ini mencakup sosialisasi pembuatan Eco Enzim, pembuatan kompos tanam lahan, dan biopori yang diharapkan dapat memperbaiki kualitas tanah, meningkatkan hasil pertanian, dan mengurangi risiko banjir.
“Pelatihan Eco Enzim ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam memanfaatkan limbah rumah tangga menjadi pupuk organik yang bermanfaat bagi pertanian lokal,” ujar Mashuri, S.Si., M.T., dosen pembimbing dari Departemen Teknik Mesin Industri ITS.
Selama kegiatan, tim KKN-PM memberikan berbagai pelatihan, mulai dari pembuatan kompos hingga pengolahan Eco Enzim.
Melalui pendekatan langsung dan kolaboratif, mahasiswa bertindak sebagai fasilitator dalam inovasi dan penerapan teknologi ini.
Proses pembuatan kompos dan biopori dipraktikkan bersama masyarakat, sehingga mereka dapat memahaminya secara langsung.
Program ini juga mendapatkan respons positif dari warga, terutama para petani yang berharap pelatihan tersebut dapat memberikan manfaat jangka panjang.
Kegiatan pelatihan Eco Enzim di Desa Glinggang ini telah menunjukkan hasil yang positif. Antusiasme masyarakat, khususnya para petani, menjadi bukti bahwa kegiatan ini berhasil membangkitkan semangat baru dalam pengelolaan limbah rumah tangga dan pertanian yang berkelanjutan.
Program ini tidak hanya berhasil memberikan pengetahuan teknis, tetapi juga mempererat hubungan antara mahasiswa ITS dan masyarakat setempat.
Kegiatan ini juga merupakan bagian dari komitmen ITS dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama dalam bidang ketahanan pangan dan pengelolaan limbah.
Mashuri, S.Si., M.T., dosen pembimbing kegiatan ini, menyampaikan harapannya agar apa yang telah diajarkan dapat terus diterapkan dan dikembangkan.
“Kami berharap pelatihan ini dapat menjadi titik awal bagi Desa Glinggang untuk terus berinovasi dalam pertanian yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Semoga desa ini menjadi contoh bagi daerah lain dalam menerapkan teknologi sederhana yang memiliki dampak besar,” ujar Mashuri.
Di akhir kegiatan, para mahasiswa dan tim pengajar menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh warga desa yang telah berpartisipasi dan memberikan dukungan penuh.
“Kami sangat terkesan dengan dedikasi warga Desa Glinggang. Semoga ilmu yang kami sampaikan dapat membawa manfaat yang berkelanjutan, serta menginspirasi desa-desa lain untuk mengembangkan potensi yang mereka miliki,” pungkas Mashuri.
Penutupan KKN sekaligus penyerahan website kepada perwakilan Desa Glinggang.
Dengan selesainya program ini, diharapkan Desa Glinggang dapat terus tumbuh dan berinovasi dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat melalui pertanian yang cerdas dan terintegrasi.
Jalan Bypass Nganjuk Gelap Saat Malam Hari karena Banyak PJU Mati, Ini Langkah Pemkab |
![]() |
---|
Ketua DPRD Sidoarjo Geram Ada Balita Meninggal Gegara Rujukan Terkendala Pembayaran Biaya Perawatan |
![]() |
---|
Pasha Ungu Diam Tak Ikut Joget Anggota DPR karena Malu Ada Presiden, Jaga Etika |
![]() |
---|
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Timur Siap Kawal Tuntutan Buruh ke Pusat |
![]() |
---|
Edi Kaget Istri Beri Akta Cerai saat Mengaji di Rumah Mertua, Tak Tahu Ditalak |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.