Berita Kesehatan

Peduli Bahaya Kanker Payudara, UniCharm Indonesia sukses Gelar Edukasi SADARI

Unicharm bersama Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) sukses mengadakan edukasi periksa payudara sendiri (SADARI) kepada  400 siswi dari beberapa

Tayang:
Penulis: Fikri Firmansyah | Editor: Ndaru Wijayanto
istimewa
Bersama Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI), UniCharm Indonesia sukses mengadakan edukasi periksa payudara sendiri (SADARI) kepada 400 siswi 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fikri Firmansyah

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - UniCharm Indonesia terus berkomitmen untuk peduli terhadap bahaya kanker payudara.

Sejalan dengan komitmennya, terbaru, Unicharm bersama Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) sukses mengadakan edukasi periksa payudara sendiri (SADARI) kepada  400 siswi dari beberapa SMP dan SMA di Jakarta.

Founder YKPI Linda Agum Gumelar mengatakan berbagai upaya telah dilakukan dan selama satu tahun pihaknya melakukan screening kanker payudara kepada 6.000 siswi, mahasiswi, dan guru wanita.

"Kami tidak hanya mengajarkan cara periksa payudara sendiri, tetapi menjawab pertanyaan dari para siswi dari beberapa SMP dan SMA melalui talkshow. Harapannya dapat memberi pemahaman dasar terkait kanker payudara serta tips untuk deteksi kanker payudara dini," ujar Linda, Senin (21/10/24).

Dokter spesialis Bedah Onkologi dr Iskandar memberikan penjelasan kepada para peserta terkait gejala kanker payudara dan cara untuk mengatasi temuan kanker payudara stadium lanjut.

"Sama halnya dengan penyakit lain, kanker payudara sangat penting untuk dideteksi secara dini. Apabila bisa dideteksi secara dini maka peluangnya tinggi untuk bisa disembuhkan," ucap Iskandar.

Dia menjelaskan memeriksa payudara bisa dilakukan secara rutin setiap bulan pada satu minggu hingga sepuluh hari pertama setelah selesai menstruasi.

Apabila menemukan adanya perubahan sekecil apapun pada payudara ataupun rasa sakit, jangan dibiarkan dan tidak perlu ditutup-tutupi. Bisa mendiskusikannya bersama orang tua atau segera pergi ke instansi kesehatan untuk pemeriksaan.

"Terakhir, tentunya yang tidak kalah penting untuk menjaga tubuh baik dari resiko kanker payudara maupun penyakit lainnya adalah pola hidup yang sehat dengan makan makanan yang bergizi, tidur yang cukup, dan olahraga teratur akan dapat mencegah timbulnya penyakit," tuturnya.

Sementara itu, Direktur PT Uni-Charm Indonesia Tbk Sri Haryani mengatakan edukasi dari para ahli terkait deteksi dini kanker payudara  diharapkan dapat berkontribusi terhadap upaya Pemerintah dalam membina dan melindungi generasi masa depan Indonesia.

Sebagai bentuk komitmen terhadap kampanye deteksi dini kanker payudara, di tahun ini tidak hanya Charm saja, tetapi menambahkan produk pembalut urin untuk wanita yaitu CharmNap sebagai salah satu produk yang mendukung upaya peningkatan kesehatan wanita.

"Harapannya kami bersama YKPI dapat terus mempenetrasikan pentingnya deteksi dini kanker payudara dan mendukung wanita Indonesia untuk hidup sehat dan menjadi diri sendiri." pungkasnya.

Ia menambahkan, berdasarkan data Global Cancer Observatory, terdapat lebih dari 66 ribu kasus temuan baru kanker payudara pada wanita di tahun 2022, dengan rasio kejadian mencapai 30 persen.

"Tren itu mengalami kenaikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya sehingga jika tak ditangani serius akan terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun," tutupnya.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved