Berita Bondowoso

Siswa MI di Bondowoso Jalan Kaki 2 KM di Peringatan Hari Santri Nasional, Bawa Semangat Santri

Gegap gempita peringatan hari santri nasional (HSN) di Bondowoso seolah tak kunjung padam

Tayang:
Editor: Samsul Arifin
TribunJatim.com/Sinca Ari Pangistu
Para santri cilik berjalan mengenakan berbagai pakaian adat disertai flyer dan spanduk semangat ulama dan santri untuk neger 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sinca Ari Pangistu

TRIBUNJATIM.COM, BONDOWOSO - Gegap gempita peringatan hari santri nasional (HSN) di Bondowoso seolah tak kunjung padam. Meski masih akan jatuh pada tanggal 22 Oktober 2024.

Berbagai rangkaian penyambutan hari santri nasional terus dilakukan baik oleh Kemenag, Banom NU, hingga pondok pesantren.

Salah satunya, yakni lembaga pendidikan MI At Taqwa Bondowoso. Sebanyak 2017 santri dan 103 tenaga pendidikan berjalan kaki sepanjang 2 kilometer.

Mereka yang rerata kelas 1-6 MI itu, mengenakan berbagai keanekaragaman budaya dan suku di Indonesia.

Lantunan lagu hari santri, hingga sejumlah tahfidz membacakan sejumlah ayat-ayat suci Al Qur'an terdengar nyaring di sepanjang perjalanan.

Baca juga: Sambut HSN 2024, Ratusan Santri di Jombang Dibekali Pemahaman soal TBC dan Sanitasi Bersih Pondok

Dari depan Masjid Agung At Taqwa Bondowoso PB Sudirman, dan finish di Education Centee At Taqwa di Kelurahan Kademangan, Kecamatan Bondowoso.

Kepala Sekolah MI At Taqwa, Ustad Zakaria, menjelaskan, melalui kirab santri ini pihaknya membawa semangat santri nusantara untuk negeri.

Dengan memberikan edukasi sejak dini bahwa santri adalah generasi penerus yang akan menjadi pemimpin bangsa.

Baca juga: Hari Santri Nasional, Kemenag Bondowoso Gelar Perkemahan Bangkit Madaris Setelah 17 Tahun Vakum

Di lain sisi, pihaknya ingin mengajak santri untuk cinta tanah air. Karena itulah, kirab kali ini para santri mengenakan pakaian adat dan suku.

"Kita santri untuk negeri kita," tuturnya.

Pj Bupati Bondowoso, Muhammad Hadi Wawan Guntoro, menjelaskan, melalui kirab satri ini pihaknya ingin mengenalkan mulai dari awal anak-anak, tentang nilai kejuangan para ulama merebut kemerdekaan.

Sehingga mereka termotivasi, dan ingat tugasnya mereka untuk belajar baik pendidikan formal atau pun mengaji pada Kiai.

Baca juga: Makna Logo Hari Santri 2024, Bakal Dirayakan pada Selasa 22 Oktober, Apakah Sekolah Bakal Libur?

"Pesantren menjadi bagian penting menjaga NKRI agar sesuai dengan yang dicita-citakan proklamasi. Bagaimana Indonesia yang merdeka sejahtera adil dan makmur," terangnya.

Pria yang kini juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Timur itu menambahkan, santri sendiri adalah aset negara yang harus dijaga.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved