Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Viral

Pantas Emak-emak Buang Tumpukan Sampah ke Jalan, Pemotor Tak Berkutik lalu Putar Balik: sudah Kesal

Puluhan emak-emak itu marah akibat banyak tumpukan sampah bau busuk yang berada di Desa Koto Aro, Kecamatan Siulak, Kabupaten Kerinci, Selasa (29/10/2

Editor: Torik Aqua
Tribun Jambi
Sekumpulan emak-emak mengamuk, buangi sampah yang menumpuk ke jalan raya, pemotor pasrah putar balik 

TRIBUNJATIM.COM, KERINCI - Viral sekumpulan emak-emak mengamuk sambil membuangi tumpukan sampah ke tengah jalan raya.

Puluhan emak-emak itu marah akibat banyak tumpukan sampah bau busuk yang berada di Desa Koto Aro, Kecamatan Siulak, Kabupaten Kerinci, Selasa (29/10/2024). 

Puncaknya, mereka menarik sampah itu menggunakan alat cakar.

Lalu menghamburkan sampah itu ke tengah jalan.

Sehingga jalan raya itu penuh tumpukan sampah.

Baca juga: Penemuan Sampah Medis di Kota Malang, Masih Ada Darah di dalam Tabung Suntik, Polisi Buru Pelaku

Sejumlah pengendara motor tidak bisa melewati jalan raya tersebut dan disuruh mencari jalan alternatif.

“Kita sudah kesal dengan banyaknya tumpukan sampah dan sudah berbau busuk, karena tidak diangkut oleh dinas lingkungan hidup,” kata ibu-ibu itu dengan nada kesal. 

Selain itu, masyarakat desa tetangga juga membuang sampah di desa mereka, hingga membuat sampah menumpuk. 

"Kita minta Pemerintah Kabupaten Kerinci melalui Dinas LH untuk segera mengangkut sampah yang sudah menumpuk berbulan-bulan ini," sebutnya. 

Sebelumnya kita juga rutin bergotong-royong membersihkan sampah ini dengan cara dibakar, namun semakin hari, sampah semakin banyak. 

“Walaupun sudah sering dibakar warga,  setelah bersih tapi tidak lama datang lagi tumpukan sampah ini. Orang dari luar membuangnya juga disini” tutupnya. 

Video tersebut viral setelah dibagikan akun Facebook Nenis Sentia. Ada beberapa potongan video yang dibagikannya terkait penumpukan sampah tersebut.


Terkait video kekesalan wargs tersebut, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kerinci belum bisa dikonfirmasi terkait tidak diangkutnya sampah tersebut. (pit)

Sementara itu, kisah protes buang sampah lainnya juga pernah terjadi di Kabupaten Kuningan. 

Terungkap alasan Atang, warga buang sampah di depan kantor Bupati Kuningan.

Warga Kelurahan Cipari, Kecamatan Cigugur itu bernama Atang.

Aksinya viral di media sosial.

Setelah jadi perbincangan, ia mengungkap alasannya melakukan hal nekat tersebut.

Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (28/9/2024) siang sekitar pukul 11. 00 WIB.

Atang yang juga merupakan mantan Caleg PDIP Kuningan 2024-2029.

Dalam video viral, Atang terlihat marah sambil melempar sampah di depan Kantor Bupati Kuningan.

Teramati dalam video berdurasi 1 menit 15 detik, sejumlah petugas Satpol PP Kuningan menghampiri dan minta kejelasan tindakan warga tersebut. 

"Keluar, Cipari bukan tempat sampah, sudah berkali-kali koordinasi sampah minta diangkut, malah tidak (diangkut)," kata Atang dalam video tersebut, melansir dari TribunCirebon.

Baca juga: Solusi Mudah dan Murah Cegah Darurat Sampah di Bojonegoro, Pilah Sampah dari Rumah

Atang sebelumnya membuang sampah di kantor Bupati Kuningan menggunakan kendaraan roda tiga dan mengangkut sampah banyak.

Sampah banyak dengan aroma tak sedap itu dibawa dari lokasi pembuangan sampah yang berada di kawasan tempat tinggalnya di Kelurahan Cipari. 

Menyinggung soal kejadian hingga membuang sampah, Atang kecewa terhadap Dinas Lingkungan Hidup yang membiarkan sampah terus menggunung di sekitar tempat tinggalnya. 

"Sudah kami kami kordinasi ke Dinas Lingkungan Hidup, agar sampah yang menggunung di kawasan Kelurahan Cipari ini bisa diangkut."

"Sebab, banyaknya sampah ini mengeluarkan bau tak sedap dikerubuti lalat," kata Atang dalam video viral tersebut. 

Di sisi lain, Atang bareng petugas TNI kecamatan memberikan keterangan di lokasi menggunungnya sampah rumah tangga.

"Jika petugas Lingkungan Hidup tak bisa mengelola sampah, mundur. Kami masih ada BUMDes dan petugas sampah di kelurahan, mundur," katanya.

Baca juga: Kisah Mbah Djajam 35 Tahun Jual Koran, Kenang Bisa Sekolahkan Anaknya Hingga ada yang Jadi Tentara

Sebelumnya, aksi warga kirim sampah 4 truk ke kantor DPRD dan bupati juga viral di media sosial.

Peristiwa ini terjadi di halaman Kantor DPRD dan Kantor Bupati Sintang, Kalimantan Barat (Kalbar), Selasa (23/7/2024).

Rupanya warga melakukan aksi protes.

Mereka tak tahan soal sampah yang membludak di wilayah mereka dan tak ditangani dengan baik.

Warga diketahui protes terkait penanganan sampah Pemerintah Kabupaten Sintang, Kalbar.

Koordinator aksi Marsianus mengatakan, sejak 2021, sejumlah tempat pembuangan sampah (TPS) ditutup warga karena tidak diurus pemerintah dan akhirnya sampah menumpuk di mana-mana.

“Sekarang sampah menumpuk, pencemaran dan aroma sampah membuat ketidaknyamanan warga,” kata Marsianus, Selasa siang.

Aksi ‘mengirim kado sampah’ ke Kantor DPRD dan Kantor Bupati Sintang ini imbuhnya, sebagai bentuk protes dan mendesak pemerintah daerah melakukan langkah konkret penanganan sampah.

“Aksi ini supaya segera dilakukan penanganan sampah di Sintang yang sudah sangat darurat,” katanya lagi, melansir dari Kompas.com.

Selama ini, Marianus menyebutkan, persoalan sampah di Kabupaten Sintang tidak kunjung selesai.

Pemerintah beralasan lokasi TPS kurang dan armada truk pengangkung terbatas.

Hal ini membuat jumlah sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) membeludak.

Marianus mengungkapkan, penumpukan sampah terjadi di sejumlah wilayah, di antaranya Jalan Hutan Wisata, Stadion Baning, Pasar Masuka, Pasar Sungai Durian dan Jerora.

“Sampah di sana berminggu-minggu tidak diangkut. Akibatnya bau tak sedap menyebar ke mana-mana,” ungkap dia.

Sementara itu, Assisten II Sekretariat Daerah Sintang Harysinto Linoh menyatakan, pihaknya sudah berencana memberi sarana dan prasarana baru untuk mengatasi masalah sampah tersebut.

"Kami sudah berencana membeli armada baru untuk ngatasi sampah ini, intinya cari solusi yang terbaiklah,” kata Harysinto singkat.

Kasus Lainnya

Viral aksi warga kembalikan sampah ke rumah yang membuangnya sembarangan.

Dikutip dari Tribun Bogor, dalam video viral tersebut terlihat rumah terduga pelaku pembuang sampah ini didatangi sejumlah pria.

Dengan posisi sedikit emosi, salah satu dari mereka datang membawa karung ke rumah tersebut.

Lalu mengeluarkan sampah dari karung tersebut tepat di teras rumah.

Sambil ngedumel, pria itu terlihat mengeluarkan sampah dalam karung di teras rumah itu beberapa kali.

Sontak terlihat bahwa suasana di lokasi langsung ramai.

Warga ramai-ramai menonton aksi pria berbaju putih itu mengembalikan sampah ke rumah pemiliknya tersebut.

Ibu si penghuni rumah itu tampak hanya bisa pasrah melihat teras rumahnya berubah menjadi tumpukan sampah.

"Arek ka tempat ibu wae, sanksi sosial ieu mah (Mau di tempat ibu aja, sanksi sosial aja ini," ucap pria berbaju putih itu ketika mengeluarkan sampah dari karung.

Baca juga: Daerah Rumahnya Bau Dikerubuti Lalat, Atang Ngamuk Buang Sampah di Kantor Bupati: Petugas Mundur

Pria tersebut menyebut warga sudah mendapat peringatan sebelumnya soal buang sampah sembarangan.

Namun penghuni rumah itu diduga mengabaikan peringatan tersebut.

"Da geus diperingati didinyana nu buang sampah di dieu sanksi sosial, (kan sudah diperingatkan, situ yang buang sampah di sini, sanksi sosial)," ucap pria tersebut.

Terdengar ibu-ibu diduga pemilik rumah itu sempat membela diri dengan mengucapkan sesuatu.

Diduga dia mengucapkan soal larangan membuang sampah di wilayah tempat itu.

Namun hal itu ditimpal sindiran keras oleh si pria berbaju putih yang mengembalikan sampah itu.

"Mun teu tiasa maca, sakola ! (kalau gak bisa baca, sekolah !)," timpal pria tersebut.

Adapun pengunggah video di Instagram tersebut tidak memberikan keterangan jelas lokasi peristiwa itu terjadi.

Dikutip dari Tribun Jabar, video itu pertama kali diunggah di grup Facebook warga Tanjungsari oleh akun Felisya Nur Alfia pada Minggu (16/6/2024).

Baca juga: Aksi Mantan Caleg Marah dan Buang Sampah ke Kantor Bupati, Kecewa Soal Pengelolaan: Mundur

Kejadian viral itu diketahui terjadi di Kampung Banyumukti, Desa Cinanjung, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang.

Felisya memberi keterangan dalam video itu yang ditulis dalam bahasa Sunda.

Dia menulis video itu diunggah dengan harapan bisa menjadi pelajaran untuk semua, khususnya warga Tanjungsari.

Felisya menjelaskan kronologi terkait video viral tersebut.

Dia menyebut di wilayah Cinanjung ada lokasi yang sering dipakai tempat pembuangan sampah liar.

Saking kesal, warga memasang banner peringatan dilarang buang sampah dan juga memasang CCTV.

"Tapi tidak dihiraukan (oleh warga yang nakal)," tulis Felisya.

Namun akhirnya warga sekitar tetap membereskan sampah itu.

Sewaktu membongkar keresek, ditemukan alamat paket penerima di dalam kantong plastik itu.

"Seperti meledek, seperti menantang," tulisnya.

Kemudian warga dengan Ketua RW langsung koordinasi dengan RT setempat alamat paket itu.

"Dan terpaksa memberikan sanksi sosial dengan mengembalikan sampah ke depan rumahnya," ungkapnya.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com


Artikel ini telah tayang di TribunJambi.com

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved