Pilkada Bojonegoro 2024

Dipanggil DPRD Soal Debat Pilkada 2024, Komisioner KPU Bojonegoro Kena Ultimatum Harus Mundur

KPU Bojonegoro dipanggil Komisi A DPRD Bojonegoro, Rabu (6/11/2024) siang. Kedua pihak itu terlibat rapat bersama di Ruang Komisi A DPRD Bojonegoro

Penulis: Yusab Alfa Ziqin | Editor: Sudarma Adi
TRIBUNJATIM.COM/YUSAB ALFA ZIQIN
Para Komisioner KPU Bojonegoro (kiri) saat rapat dengan Komisi A DPRD Bojonegoro, Rabu (6/11/2024) siang. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Yusab Alfa Ziqin

TRIBUNJATIM.COM, BOJONEGORO - KPU Bojonegoro dipanggil Komisi A DPRD Bojonegoro, Rabu (6/11/2024) siang. Kedua pihak itu terlibat rapat bersama di Ruang Komisi A DPRD Bojonegoro.

Dalam rapat cukup tegang tersebut, para anggota Komisi A DPRD Bojonegoro mengorek keterangan tiga Komisioner KPU Bojonegoro yang hadir. Yakni, Ariel Sharon, Waryono, dan Sholihudin.

Keterangan dikorek para anggota Komisi A DPRD Bojonegoro berkutat seputar buyarnya Debat Publik Pilkada Bojonegoro 2024 kali pertama dan ditundanya Debat Publik Pilkada Bojonegoro 2024 kali kedua.

Para anggota Komisi A DPRD Bojonegoro  juga menuntut KPU Bojonegoro agar secepatnya menyelenggarakan Debat Publik Pilkada Bojonegoro 2024 kali kedua. Alias, penundaan jangan terlalu lama.

Baca juga: Setyo Wahono Siap Promosikan Kekayaan Seni Budaya Bojonegoro ke Pentas Internasional

"Debat publik harus lekas diselenggarakan. Maksimal 13 November 2024 besok," kata Anggota Komisi A DPRD Bojonegoro Choirul Anam selaku pimpinan rapat, Rabu (6/11/2024) siang.

Jika sampai 13 November 2024 KPU Bojonegoro tak bisa menyelenggarakan debat publik Pilkada Bojonegoro 2024 kali kedua, Irul sapaannya meminta seluruh Komisioner KPU Bojonegoro mengundurkan diri.

"Jika debat publik tak terselenggara sampai 13 November 2024, besoknya (14 November 2024, red) seluruh Komisioner KPU Bojonegoro harus mengundurkan diri dari jabatan," tegasnya.

Pengunduran diri seluruh Komisioner KPU Bojonegoro itu, lanjut anggota Komisi A DPRD Bojonegoro dari Dapil III itu, harus benar-benar konkret. Ditulis dalam suatu surat pernyataan.

Baca juga: Mayoritas Kiai dan Ulama Bojonegoro Dukung Pasangan Setyo Wahono-Nurul Azizah

Ariel Sharon, Waryono, dan Sholihudin yang termasuk menjadi target ultimatum itu kompak mengaku siap. Ketiganya tak keberatan dengan ultimatum yang cukup keras tersebut.

"Insyaallah kami bisa menyelenggarakan debat publik kedua sebelum 13 November 2024," imbuh Ariel Sharon mewakili dua sejawatnya sekaligus atas nama KPU Bojonegoro.

Komisioner KPU Bojonegoro Divisi Teknis Penyelenggaraan itu mengungkapkan, sejauh ini debat publik kedua tak kunjung terlaksana sebab kedua kubu paslon belum sependapat lagi soal format debat.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved