Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Entertainment

Artis Kapok Ikut Pileg Tapi Tak Lolos, Tabungan Rp500 Juta Habis, Kini Banting Stir Jualan Steak

Curhat artis kapok ikut Pileg namun ujungnya tak lolos. Uang tabungannya sebesar Rp500  juta pun ludes.

Instagram/derasiagian
Curhat artis kapok ikut Pileg namun ujungnya tak lolos. Uang tabungannya sebesar Rp500  juta pun ludes. 

TRIBUNJATIM.COM - Curhat artis kapok ikut Pileg namun ujungnya tak lolos.

Uang tabungannya sebesar Rp500  juta pun ludes sampai jual mobil.

Ia kini banting stir jualan makanan.

Sosok artis tersebut adalah Dera Siagian.

Penyanyi Dera Siagian harus menerima hal pahit, kalau dirinya tak bisa lolos menjadi anggota DPRD Jawa Barat, dalam Pileg 2024-2029.

Dera Siagian mengakui hanya bisa mengumpulkan sekitar seribu suara dari dapilnya di Cianjur Selatan.

Baca juga: Sosok Fico Fachriza Komika yang Dituduh Tipu Rekan Artis, Singgung Soal Musibah: Mobil Gue Nabrak

Padahal, ia sudah mengeluarkan banyak uang saat melakukan kampanye.

Dera Siagian sampai mengocek uang tabungannya sebesar Rp 500 juta, untuk membuat baliho dan alat peraga kampanye, serta uang sosialiasi.

"Rp 500 juta uang pribadi. Aku sampai jual mobil," kata Dera Siagian ketika ditemui di kawasan Pondok Indah, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan pada Selasa (24/12/2024), dikutip dari Warta Kota.

"Jujur nyesal sih udah keluarin uang segitu banyak tapi engga lolos," sambungnya.

Dera menyebut dirinya memberanikan diri ikut Pileg 2024, bukan dari kemauan sendiri.

Ia diminta orang tuanya untuk bisa jadi wakil rakyat.

Dera Siagian ketika ditemui di kawasan Pondok Indah, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan pada Selasa (24/12/2024).
Dera Siagian ketika ditemui di kawasan Pondok Indah, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan pada Selasa (24/12/2024). (Warta Kota)

"Jadi pas pileg kemarin yaudah pasrah aja mau lolos apa engga. Yang penting udah usaha aja," ucap wanita berusia 31 tahun itu.

Penyanyi jebolan Indonesian Idol ini mengakui cukup sekali untuk terjun ke panggung politik atau mengikuti Pileg.

Karena persaingannya tidak sehat.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved