Berita Magetan
Peternak Diminta Tak Jual Sapi yang Terinfeksi PMK, drh Makmun: Diobati Dulu
Para peternak diminta tak menjual sapi yang terinfeksi penyakit mulut dan kuku (PMK), drh Makmun: Ayo diobati dulu.
Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Dwi Prastika
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Febrianto Ramadani
TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Pemerintah melarang para peternak menjual hewan yang terinfeksi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), walaupun dibanderol dengan harga murah ke sesama peternak.
Pasalnya, virus tersebut dapat menyebar ke hewan ternak lainnya, serta menimbulkan kasus PMK naik, hingga mengancam rantai pasokan daging ke berbagai pasar.
Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian, drh Makmun berpesan kepada para peternak, supaya lebih intensif berkomunikasi dengan Dinas Peternakan setempat.
Pada kesempatan yang sama, pihaknya bersama jajaran terkait mengambil sampel dari beberapa ekor sapi di Desa Kedungguwo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Rabu (1/1/2025) guna mencari tahu jenis penyakit yang diderita.
“Setelah mengetahui penyakit yang dialami. Nanti kami konfirmasi guna dilakukan pengobatan lanjutan. Kami juga membawa bantuan, ada obat antibiotik, vitamin kemudian disinfektan,” ungkap drh Makmun.
Selain peternak harus intens berkomunikasi, dirinya juga mendorong untuk melakukan penanganan secara mandiri, supaya hewan ternak tidak mati di kandang.
“Jangan panik kalau ada hewan yang sakit, supaya bisa bertahan disuapi makanan, atau jamu energi biar ada tenaganya,” ucapnya.
Baca juga: Wabah PMK Merebak, Peternak di Mojokerto Diminta Tak Datangkan Sapi dari Luar Daerah
Soal kondisi sapi yang diperiksa, drh Makmun menyebut, masih hanya berliur dan belum tampak luka pada kaki maupun mulut hewan.
“Ayo ditangani dulu, lapor ke petugas. Kalau mau jual hewan bisa setelah sembuh. Jika membawa ternak sakit ke pasar hewan, atau dikirim ke luar daerah, dapat menularkan virus,” pungkasnya.
penyakit mulut dan kuku
PMK
drh Makmun
Desa Kedungguwo
Kecamatan Sukomoro
Magetan
TribunJatim.com
Berita Magetan Terkini
Tribun Jatim
berita Jatim terkini
| Baru Dua Bulan Menjabat, Kajari Magetan Sabrul Iman Naik Jabatan seusai Bongkar Korupsi Dana Pokir |
|
|---|
| Dana Desa Menurun Drastis, Kepala Desa di Magetan Pening, Takut Program Tak Jalan |
|
|---|
| Nasib PPPK Paruh Waktu Magetan, Besaran THR Tak Sesuai Harapan, BKPSDM Buka Suara |
|
|---|
| Sebanyak 8 Kecamatan di Magetan Terdeteksi Campak, Pemkab Kirim 10 Sampel Suspek ke Surabaya |
|
|---|
| Kasus Penganiayaan Bayi 7 Hari di Magetan, Ayah Korban Emosi karena Istrinya Punya Hubungan Gelap |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Petugas-memeriksa-kondisi-hewan-ternak-salah-satu-peternak-di-magetan-ilustrasi-sapi.jpg)