Berita Jatim

Siswa SMAN 3 Taruna Angkasa Madiun Ciptakan Plastik Berbahan Limbah Pertanian

Limbah padi dan jagung dalam jumlah besar setiap tahun selama ini dibuang percuma atau dibakar hingga mencemari udara. 

Tayang:
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Samsul Arifin
Istimewa
Siswa SMAN 3 Taruna Angkasa Madiun menciptakan plastik ramah lingkungan hingga sukses meraih Gold Medal dalam ajang internasional Global Youth Invention and Innovation Fair (GYIIF). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sulvi Sofiana

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Limbah padi dan jagung dalam jumlah besar setiap tahun selama ini dibuang percuma atau dibakar hingga mencemari udara. 

Melihat masalah ini, enam siswa SMAN 3 Taruna Angkasa Madiun, Jawa Timur, berinovasi menciptakan plastik ramah lingkungan berbahan jerami dan bonggol jagung yang dinamakan Migutik.

Mereka yaitu Avesheina Abdurrazaq, Muhammad Farhan, Afflatus Felician Ceesar, Fahry Dimas Saputra, Najmah Maia Fairuz, dan Aghits Rafi.

Inovasi mereka tidak hanya memanfaatkan limbah pertanian, tetapi juga menjadi solusi untuk mengurangi sampah plastik yang sulit terurai dan sukses meraih Gold Medal dalam ajang internasional Global Youth Invention and Innovation Fair (GYIIF).

“Selama ini jerami dan bonggol jagung hanya dijadikan pakan ternak atau malah dibakar, yang justru mencemari lingkungan. Kami ingin menjadikannya sesuatu yang lebih bermanfaat,” ujar Avesheina, ketua tim inovasi.

Baca juga: Aksi Bergelantungan Tim Damkar Bondowoso Bersihkan Sampah Plastik di Gorong-Gorong

Di sisi lain, Indonesia menjadi salah satu penyumbang sampah plastik terbesar di dunia, menduduki peringkat kelima. 

“Melihat masalah ini, kami berpikir, bagaimana jika dua persoalan besar ini digabungkan menjadi solusi.” lanjutnya.

Dari sinilah gagasan plastik biodegradable berbahan jerami dan bonggol jagung muncul. Plastik jenis ini memiliki keunggulan utama yaitu mudah terurai sehingga tidak membahayakan lingkungan.

Baca juga: 15 Tahun Suripno Tak Beli LPG Berkat Limbah Tahu, Istri Warga sampai Tak Tahu Harga Gas Sekarang

Perjalanan tim Migutik menuju keberhasilan tentu tidak singkat. 

Mereka membutuhkan waktu 10 bulan untuk merancang formula yang tepat. Prosesnya dimulai dari mengolah jerami dan bonggol jagung menjadi serbuk, menambahkan bahan kimia seperti NaOH dan HCL, hingga menciptakan bahan dasar plastik.

Bagi tim Migutik, penghargaan yang diraih bukanlah akhir perjalanan. Mereka berambisi mengembangkan produk ini hingga menjadi alternatif nyata bagi plastik sintetis. 

Baca juga: Sosok Nurhalisa Siswi SMA Nyambi Jadi Kuli Panggul Semen Demi Bantu Ekonomi Keluarga: Penting Halal

“Kami ingin Migutik bisa diproduksi secara massal dan menjadi solusi global. Semoga inovasi ini juga membuka peluang pemanfaatan limbah lain di masa depan,” tambah Avesheina penuh optimisme.

Muhammad Farhan, salah satu anggota tim mengungkapkan tim mereka juga mengalami sejumlah kegagalan.

"Ada masa ketika bahan yang kami buat terlalu rapuh atau tidak terurai sesuai harapan. Tapi dari sana, kami belajar dan terus memperbaiki," lanjutnya.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved