Berita Viral
Sosok Kholid, Nelayan Viral Berwawasan dan Cakap Berbicara di ILC, Singgung Logika Penjajah
Sosok nelayan bernama Kholid kini mejadi sorotan dan viral di media sosial. Nelayan asal Banten itu disorot karena kecakapan bicaranya di ILC
TRIBUNJATIM.COM - Sosok nelayan bernama Kholid kini mejadi sorotan dan viral di media sosial.
Nelayan asal Banten itu disorot karena kecakapan bicaranya ketika tampil di acara Indonesia Lawyer Club (ILC)
Ia tampil sebagai perwakilan nelayan.
Berprofesi sebagai nelayan, Kholid justru dipuji karena punya wawasan dan kecakapan bicara.
Baca juga: Padahal Rugikan Nelayan, Menteri KP Malah Minta TNI AL Berhenti Bongkar Pagar Laut, Kenapa?
Video nelayan Kholid saat berbicara di ILC pun beredar hingga viral dibagikan oleh berbagai akun media sosial.
Kini, kecakapannya saat berbicara menuai pujian dari banyak orang.
Dalam video yang beredar salah satunya diunggah oleh akun @undercover.id, Minggu (19/1/2025), Kholid hadir dalam sebuah acara debat terkait pagar laut.
Saat Kholid berbicara itu lah menjadi momen Kholid sebagai nelayan disorot.
Berikut isi ucapan Kholid Nelayan yang viral di media sosial.
"Saya sempat baca buku namanya itu logika penjajah karangan Yaimidi. Yaimidi itu adalah seorang orang tua di Banten yang sempet bikin buku Logika Penjajah.
Salah satu di dalam buku Logika Penjajah itu percis dengan apa yang dikatakan si penelepon tadi ke saya, 'hey Kholid kamu orang Serang, orang Pontang, nggak boleh ngurusin Tangerang.'
Padahal kalau menurut saya sebagai nelayan harusnya mempunyai pandangan tidak boleh parsial. Nah ciri-ciri penjajah itu yang mempunyai pandangan parsial, sampai tingkatannya kita nggak boleh nolongin tetangga kita yang sedang kelaparan atau tetangga kita yang sedang dijajah.
Begitu juga di laut, kalau orang laut itu hakikatnya, ketika Tangerang menangis ya orang Serang juga harus menangis. Ketika Rempang menangis, ya orang Serang juga harus menangis, harus cepet sakit.
Ketika pesisir Manado utara menjerit, ya orang Serang juga harus menjerit. Artinya Ketika saya ngomong, bahwa ini adalah dampak yang sangat berbahaya buat kami sebagai nelayan dan petani.
Justru ketika saya melihat kejadian-kejadian di laut, pemagaran laut, tanah diurug, kali diurug, ya saya bilang tadi, saya ini seperti dikelola oleh orang-orang yang kerangka berpikirnya cacat."
| Faizah WNI Bayar Rp 2 Juta Demi Punya KTP Malaysia Milik Orang Lain untuk Kerja: Wajah Hampir Sama |
|
|---|
| Doni Salmanan Penipu Investasi Bodong Kini Bebas Bersyarat, Dulu Bangun Citra Sukses dari Nol |
|
|---|
| Penjual Bakso Pasrah Setumpuk Mangkok Dipecahkan Preman karena Tak Beri Uang Keamanan Rp 300 Ribu |
|
|---|
| WNI Beli KTP Malaysia Rp2,1 Juta untuk Kerja dan Tinggal di Sana, Berdalih Terpaksa Demi Cari Uang |
|
|---|
| 3 Bulan Lagi Nikah, Candika Calon Pengantin Malah Hilang setelah Pamit Kerja, Ayah: Pulang Nak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Kholid-nelayan-yang-disorot-karena-wawasan-dan-cakap-bicara-di-ILC.jpg)