Perahu Nelayan di Pulau Bawean Gresik Tenggelam Dihantam Ombak, Satu Nelayan Tewas, Satu Hilang

Perahu nelayan berpenumpang 4 orang di Pulau Bawean Gresik tenggelam dihantam ombak, satu nelayan tewas, satu hilang.

Penulis: Willy Abraham | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com
Satu nelayan ditemukan meninggal dunia akibat kecelakaan laut di Pulau Bawean, Gresik, Senin (27/1/2025). Perahu berpenumpang 4 orang tenggelam usai dihantam angin kencang dan ombak. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Willy Abraham

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Sebuah perahu nelayan di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, diterjang angin kencang dan ombak pada Senin (27/1/2025) pagi.

Seorang nelayan meninggal dunia, dan satu nelayan lagi masih dalam pencarian.

Peristiwa ini menggegerkan warga Dusun Bangsal, Desa Dekatagung, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan laut terjadi sekitar pukul 06.30 WIB. Tepatnya di wilayah perairan Bawean sekitar 3 mil dari bibir pantai desa setempat.

Perahu nelayan pencari ikan membawa empat orang penumpang termasuk nahkodanya.

Para nelayan mulai melaut sejak pukul 03.30 WIB.

Perahu milik Sukandi itu berangkat dari Dusun Bangsal, Desa Dekatagung, Kecamatan Sangkapura.

Setelah sampai di tengah laut, para nelayan mulai menebar jaring.

“Menjelang pagi hari, perahu mereka dihantam ombak dan angin kencang. Peristiwa tersebut mengakibatkan lambung perahu bocor hingga kemasukan air dari samping. Laju perahu sulit bergerak, karena jaring masih terpasang," kata Kasatpolairud Polres Gresik, Iptu Arifin, Selasa (28/1/2025).

Kondisi tersebut membuat perahu tenggelam.

Hingga memaksa para nelayan untuk berenang menyelamatkan diri.

"Dua orang nelayan berhasil selamat setelah dievakuasi nelayan lainnya," bebernya.

Baca juga: Lokasi Diduga HGB 656 Hektar di Laut Sidoarjo, Ada Menara yang Terpasang, Nelayan: Sudah Lama

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik, Sukardi mengatakan, seorang nelayan bernama Sudariono (57) asal Bangsal, Sangkapura, berhasil ditemukan, namun dalam kondisi meninggal dunia.

Sedangkan keberadaan korban Sukandi (63) asal Bangsal masih belum ditemukan.

“Penyebab terjadinya perahu tenggelam karena angin kencang, dan ombak besar mengakibatkan air masuk dari lambung perahu,” imbuhnya.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved