Diduga Ribut Soal Tarif, Penghuni Kos di Gresik Lapor ke Polisi, Diancam Penjaga dengan Sajam
Korban dituduh melakukan provokasi kepada penghuni kos lainnya, terkait kenaikan tarif kos oleh penjaga
Penulis: Willy Abraham | Editor: Samsul Arifin
Ringkasan Berita:
- Korban diancam dua pisau oleh penjaga kos saat cekcok
- Perselisihan dipicu kenaikan tarif kos Rp 50 ribu
- Kasus kini masih dalam penyelidikan Polres Gresik
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Willy Abraham
TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Seorang perempuan berinisial DE (25), asal Malang, melaporkan penjaga kos di Desa Gempolkurung, Kecamatan Menganti, Gresik, setelah diduga diancam menggunakan senjata tajam saat terjadi cekcok terkait kenaikan tarif kos.
Wanita asal Malang ini, diancam dengan senjata tajam oleh penjaga kos.
Wanita berusia 25 tahun ini, diancam saat adu mulut dengan penjaga kos berinisial SU.
Korban dituduh melakukan provokasi kepada penghuni kos lainnya, terkait kenaikan tarif kos. Korban pun melaporkan kejadian ini ke Mapolres Gresik, didampingi kuasa hukumya Abdul Khafidz.
Khafidz mengatakan, kejadian yang menimpa kliennnya, terjadi pada tanggal 24 Februari 2026, silam. Bermula saat ada informasi kenaikan harga kos per-Januari 2026 sebesar Rp 50 ribu, dari Rp 450 ribu menjadi Rp 500 ribu.
Baca juga: Jadi Penyebab Mampetnya Saluran Air, Puluhan Bangunan Liar di Driyorejo Gresik Dibongkar
Korban Dituduh Provokator
Tetangga kos korban pun menanyakan perihal kenaikan kepada terduga pelaku, yang menjadi penjaga kos di tempat tersebut.
"Tetangga kos korban, malah dimaki bahkan di usir untuk keluar. Merasa sakit hati, akhirnya tetangga kos itu mengetuk pagar kos korban untuk menanyakan perihal kos," bebernya.
Baca juga: Korban Pembunuhan di Rumah Kos Nganjuk Ternyata Istri Polisi, Tangis Keluarga Pecah saat Dimakamkan
Dari kejadian itu, terduga pelaku berteriak dengan kata kasar menuduh korban yang menjadi provokator anak anak-anak kos agar menolak kenaikan harga, bahkan mengusir dan mengancam korban.
"Terduga pelaku tiba-tiba langsung mengeluarkan kata-kata kasar, dan menuduh klien kami sebagai provokasi," kata dia.
Ancaman dengan Senjata Tajam
Bahkan, terduga pelaku juga menyebut suami korban sebagai banci. Lantaran apa saat terjadi cekcok dan pengancaman dengan sajam korban merekam video aksi tersebut.
"Terduga pelaku ambil dua pisau untuk mengancam klien kami. Namun saat mengetahui aksinya direkam, terduga pelaku menjatuhkan dua sajam, dan sempat meremas tangan korban. Beruntung tidak sampai merampas HP korban," paparnya.
Akibat kejadian tersebut, korban pun mengaku mengalami trauma dan belum bisa menjalani aktifitas seperti biasanya. Termasuk bekerja membuat jajanan rumah.
Ditempat terpisah, Kanit Resmob Satreskrim Polres Gresik Ipda Andi Muh Asyraf Gunawan, membenarkan laporan tersebut.
"Saat ini masih lidik," ujarnya.
penghuni kos
Polres Gresik
Kecamatan Menganti
provokator
berita Gresik
TribunJatim.com
Tribun Jatim
jatim.tribunnews.com
| Hafal 30 Juz Al Quran, Aflaha Siswa di Banyumas Tak Menyangka Diterima 10 Universitas Luar Negeri |
|
|---|
| Sosok Hangat KH Abdul Halim Mahfudz di Mata sang Anak, Bebaskan Pilih Jalan Hidup |
|
|---|
| Kronologi Ketua Viral For Justice Dikeroyok Belasan Jukir Liar Surabaya, Diteriaki hingga Dicemooh |
|
|---|
| Punya Kebun Luas, Kakek Buhari Nikahi Gadis SMA Beda 53 Tahun, Kades: Tidak Ada Tekanan |
|
|---|
| Akses Jalan Tol ke Situbondo Buka Peluang Wisata, Yoyok Mulyadi Ingatkan Risiko Ekonomi Lokal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/penghuni-kos-lapor-ke-polisi-diancam-penjaga.jpg)