Diduga Ribut Soal Tarif, Penghuni Kos di Gresik Lapor ke Polisi, Diancam Penjaga dengan Sajam

Korban dituduh melakukan provokasi kepada penghuni kos lainnya, terkait kenaikan tarif kos oleh penjaga

Penulis: Willy Abraham | Editor: Samsul Arifin
Istimewa
PENGHUNI KOS DIANCAM - Korban DE (tengah) melaporkan peristiwa ini ke Mapolres Gresik, Rabu (8/4/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Korban diancam dua pisau oleh penjaga kos saat cekcok
  • Perselisihan dipicu kenaikan tarif kos Rp 50 ribu
  • Kasus kini masih dalam penyelidikan Polres Gresik

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Willy Abraham

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Seorang perempuan berinisial DE (25), asal Malang, melaporkan penjaga kos di Desa Gempolkurung, Kecamatan Menganti, Gresik, setelah diduga diancam menggunakan senjata tajam saat terjadi cekcok terkait kenaikan tarif kos.

Wanita asal Malang ini, diancam dengan senjata tajam oleh penjaga kos.

Wanita berusia 25 tahun ini, diancam saat adu mulut dengan penjaga kos berinisial SU.

Korban dituduh melakukan provokasi kepada penghuni kos lainnya, terkait kenaikan tarif kos. Korban pun melaporkan kejadian ini ke Mapolres Gresik, didampingi kuasa hukumya Abdul Khafidz.

Khafidz mengatakan, kejadian yang menimpa kliennnya, terjadi pada tanggal 24 Februari 2026, silam. Bermula saat ada informasi kenaikan harga kos per-Januari 2026 sebesar Rp 50 ribu, dari Rp 450 ribu menjadi Rp 500 ribu.

Baca juga: Jadi Penyebab Mampetnya Saluran Air, Puluhan Bangunan Liar di Driyorejo Gresik Dibongkar

Korban Dituduh Provokator

Tetangga kos korban pun menanyakan perihal kenaikan kepada terduga pelaku, yang menjadi penjaga kos di tempat tersebut.

"Tetangga kos korban, malah dimaki bahkan di usir untuk keluar. Merasa sakit hati, akhirnya tetangga kos itu mengetuk pagar kos korban untuk menanyakan perihal kos," bebernya.

Baca juga: Korban Pembunuhan di Rumah Kos Nganjuk Ternyata Istri Polisi, Tangis Keluarga Pecah saat Dimakamkan

Dari kejadian itu, terduga pelaku berteriak dengan kata kasar menuduh korban yang menjadi provokator anak anak-anak kos agar menolak kenaikan harga, bahkan mengusir dan mengancam korban.

"Terduga pelaku tiba-tiba langsung mengeluarkan kata-kata kasar, dan menuduh klien kami sebagai provokasi," kata dia.

Ancaman dengan Senjata Tajam

Bahkan, terduga pelaku juga menyebut suami korban sebagai banci. Lantaran apa saat terjadi cekcok dan pengancaman dengan sajam korban merekam video aksi tersebut.

"Terduga pelaku ambil dua pisau untuk mengancam klien kami. Namun saat mengetahui aksinya direkam, terduga pelaku menjatuhkan dua sajam, dan sempat meremas tangan korban. Beruntung tidak sampai merampas HP korban," paparnya.

Akibat kejadian tersebut, korban pun mengaku mengalami trauma dan belum bisa menjalani aktifitas seperti biasanya. Termasuk bekerja membuat jajanan rumah.

Ditempat terpisah, Kanit Resmob Satreskrim Polres Gresik Ipda Andi Muh Asyraf Gunawan, membenarkan laporan tersebut.

"Saat ini masih lidik," ujarnya.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved