Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Viral

Alasan Puskesmas Tolak Berobat Ibu-ibu yang Sudah Merintih Kesakitan, Korban Lemas: Aku Orang Susah

Apa sebenarnya alasan puskesmas tolak ibu-ibu yang sudah kesakitan berobat? Tingkah petugas puskesmas tersebut menjadi sorotan media sosial.

Penulis: Ignatia | Editor: Mujib Anwar
TikTok/Jhon
DITOLAK PUSKESMAS - Cuplikan tangkapan layar video ibu ibu ditolak puskesmas hanya karena tak membawa KTP, video viral sejak Selasa (11/2/2025). Seorang tiktokers memviralkan kondisi si ibu yang kesal karena ditolak pegawai puskesmas padahal dirinya sudah merintih kesakitan. 

TRIBUNJATIM.COM - Tengah viral di media sosial video yang menunjukkan seorang ibu-ibu yang sedang merintih kesakitan.

Ibu-ibu itu merintih kesakitan sembari terlihat bingung.

Narasi yang ramai beredar menyebutkan bahwa ibu-ibu itu sebenarnya sudah berniat berobat ke puskesmas.

Datang ke puskesmas bukannya ditangani, ibu ini ditolak oleh petugas.

Padahal fisik dan nyawanya nyaris tidak tertolong, tetapi hanya karena satu masalah, petugas puskesmas enggan mengobati ibu-ibu kesakitan tersebut.

Pantauan TribunJatim.com, Rabu (12/2/2025) via TribunnewsBogor.com, video itu berisi kondisi si wanita yang lemas.

Wanita tersebut nampak sudah lemas akibat sakit yang dideritanya.

Dia sempat tak mengerti alasan dirinya ditolak berobat di puskesmas.

"Aku tidak tahu, ini sakit," ucapnya.

Bahkan wanita itu sempat mengeluh sakit kepada petugas puskesmas dan tak digubris.

Baca juga: Dinkes Kalah di Pengadilan, Gedung Puskesmas Banjarejo Tulungagung Diratakan, Layanan Terganggu?

"Tadi aku bilang, bang tolong aku perutku sakit loh," jelasnya.

"Aku orang susah, bukan orang kaya," tambahnya.

Di sisi lain, beragam reaksi muncul usai peristiwa ini terjadi.

Banyak yang menyayangkan sikap puskesmas dalam menangani pasien saat keadaan darurat.

Usut punya usut, ternyata alasan utama si ibu-ibu ditolak petugas puskesmas berobat lantaran tak punya KTP atau identitas.

DITOLAK BEROBAT - Seorang wanita yang mengeluh sakit pada bagian perutnya ditolak berobat karena tak membawa KTP.
DITOLAK BEROBAT - Seorang wanita yang mengeluh sakit pada bagian perutnya ditolak berobat karena tak membawa KTP. (TikTok)

Namun ada juga warganet yang menyayangkan nenek tersebut tak membawa identitas.

"Emang kalau berobat g ada BPJS y pake KTP lah ,hari gini g ada KTP knp ???," tulis hasugian.

"Seandainya saya dokter. saya kalau ada pasien mau berobat , mau punya ktp atau ga. bakalan saya tolong insya Allah . ga pandang bulu," beber lee.

"dijemputlah dulu ktpnya krn ktp syarat berobat atau diantar keluarganya ktpnya," fransiska.

Peristiwa ini lantas viral seperti tayang di TikTok hingga Instagram.

Ditelusuri lebih jauh rupanya peristiwa ini terjadi Puskesmas Dayun, Kabupaten Siak, Riau.

Baca juga: Ikut Sunatan Massal, Alat Kelamin Bocah Usia 8 Tahun Malah Terpotong, Pihak Puskemas Bungkam

Dalam video yang beredar di media sosial, nampak ibu-ibu tersebut merintih kesakitan sambil memegangi perutnya.

Seorang ibu yang mengenakan sweater berwarna abu-abu itu bahkan terlihat muntah-muntah.

Dia berupaya untuk mengisi kembali perutnya dengan sesuap nasi. Hanya saja ibu tersebut kesulitan untuk menelannya.

Usut punya usut, wanita tersebut ditolak berobat karena dia lupa membawa kartu tanda penduduk KTP.

Peristiwa itu pun langsung ramai dan diviralkan Jhon Sitorus.

Melalui akun media sosialnya, Jhon Sitorus mengecam tindakan petugas Puskesmas.

Dia menyebut petugas puskesmas tak punya hati nurani.

Dalam postingannya, Jhon Sitorus menuliskan bahwa seorang ibu ditolak berobat di Puskesmas hanya karena tidak membawa KTP.

"Contoh negara KORUP, penyelenggara kesehatannya bahkan TAK PUNYA Nurani lagi. Ibu ini ditolak berobat di Puskesmas hanya karena tidak bawa KTP," tulis Jhon dalam cuitannya, dikutip TribunnewsBogor.com, Rabu (12/2/2025).

Jhon juga menyoroti bahwa negara seharusnya sudah memiliki sistem E-KTP dengan server yang terintegrasi.

Artinya, semua lembaga penyelenggara negara seharusnya memiliki akses ke data kependudukan, sehingga tidak menjadi masalah jika pasien tidak membawa KTP saat berobat ke Puskesmas.

 "Padahal, kalo mau negara ini kan sudah punya E-KTP tentu dengan servernya. Artinya, semua lembaga penyelenggara negara seharusnya punya akses atas dukcapil sehingga tidak jadi masalah jika KTP tidak dibawa saat berobat ke Puskesmas," lanjutnya.

Jhon menambahkan, seharusnya petugas kesehatan cukup mengetik nama dan alamat pasien atau melakukan scan sidik jari, maka data pasien akan otomatis keluar.

"Itu kalo negaranya tidak KORUP. Betapa berdosanya negara ini tak memikirkan hal-hal sesederhana ini," tulis Jhon.

Baca juga: Kades Kohod Menghilang, Kini Muncul Gerakan Tangkap Arsin, 400 Warga Geram Sudah Tidak Percaya

Beberapa waktu lalu juga sempat viral perilaku petugas puskesmas ketika ada seorang warga yang berobat karena digigit anjing.

Diketahui, pegawai Puskesmas Kelobak, Kepahiang, Bengkulu itu sampai dilaporkan ke polisi.

Pegawai Puskesmas Kelobak itu berinisial AG.

AG dilaporkan Jaya Suganda atau Jolhanda (24 tahun), warga Desa Kuto Rejo, Kepahiang Bengkulu karena tidak senang dengan ucapan AG.

Pada Sabtu (18/1/2025), Jaya Suganda mendatangi Puskesmas Kelobak untuk mendapatkan perawatan medis.

Jaya Suganda sebelumnya digigit anjing liar pada Sabtu subuh, sehingga mendatangi puskesmas agar tidak tertular rabies.

Namun, saat di Puskesmas Kelobak, AG malah menyuruh Jaya Suganda menggigit balik anjing yang menggigitnya.

"Awalnya saya kira bercanda. Tapi saya malah mendapatkan kata-kata kasar, dan menantang saya," kata Jaya Suganda.

Mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan ini, Jaya Suganda kemudian mendatangi Mapolres Kepahiang, dan melaporkan oknum petugas puskesmas ini.

Baca juga: Datang ke Puskesmas karena Digigit Anjing, Jolhanda Malah Disuruh Petugas Gigit Balik: Saya Manusia

Kini, AG dan Jaya Suganda kini telah bersepakat damai dan laporan polisi tidak lagi dilanjutkan.

AG mengakui kesalahannya, dan sudah mendatangi korban Jaya Suganda dan meminta maaf secara langsung. 

Korban juga dikatakan telah memberi maaf kepada AG.

"Didampingi keluarga, kami sepakat berdamai, setelah tindakan tidak menyenangkan saya sebelumnya. Saya menyampaikan permohonan maaf kepada Jaya Suganda dan keluarga," kata AG, melansir dari TribunBengkulu.com.

Atas perdamaian ini, korban Jaya Suganda juga setuju untuk mencabut laporan yang sebelumnya dilakukan di Polres Kepahiang.

Pencabutan laporan ini akan dilakukan dalam waktu dekat, sehingga semua permasalahan dianggap selesai.

Baca juga: Nasib Pegawai Puskesmas yang Minta Pasien Gigit Balik Anjing saat Berobat, Korban: Menantang Saya

Sebelumnya, Jaya kecewa dan mengeluhkan pelayanan di Puskesmas Kelobak, Kepahiang.

Dimana, saat datang dengan niat berobat rabies karena baru saja digigit anjing liar pada Sabtu (18/1/2025) siang, korban mengaku masih harus menunggu petugas yang sedang makan siang.

Padahal, korban mengaku luka akibat gigitan anjing itu cukup dalam dengan luka di bagian betis.

"Ini parah, termasuk parah (gigitan anjing)," kata korban kepada TribunBengkulu.com.

Saat tengah berbaring menunggu pelayanan medis, korban mendengar percapakan petugas puskesmas dan seorang oknum petugas di puskesmas ini malah menyuruhnya menggigit balik anjing tersebut.

Korban yang bermaksud menanyakan apa maksud petugas tersebut, malah seolah-olah ditantang untuk berkelahi.

"Dia tadi di sini, inisial namanya AG. Gesturnya seperti mengajak berkelahi," ujar korban.

Korban sendiri mengaku kecewa, karena dirinya seorang pasien dengan niat berobat, namun pelayanan puskesmas tidak seperti yang diharapkan.

"Harapan kita pelayanan di sini lebih baik lagi dan kasus ini kita bawa ke ranah hukum," ungkap korban.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kepahiang Bengkulu Tajri Fauzan mengakui adanya kelalaian petugas medis di Puskesmas Kelobak yang menyuruh pasien menggigit balik anjing saat berobat, pada Sabtu (18/1/2025).

Menurut Tajri, pihak Dinkes Kepahiang sudah turun tangan dan meminta penjelasan dari oknum petugas puskesmas dengan inisial AG.

Petugas tersebut juga sudah mengakui perbuatannya, dan mengatakan bahwa perkataan kepada korban hanyalah candaan.

Baca juga: Warga Mangaran Situbondo Resah, 12 Kambing Diserang dan Digigit Anjing, Rugi hingga Tak Laku Dijual

Permasalahan ini juga sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Petugas medis yang bersangkutan sudah dibawa bertemu dengan pihak korban, dan diminta meminta maaf secara langsung.

"Ini kelalaian petugas medis kami, dan kami harap tidak terulang," kata Tajri kepada TribunBengkulu.com, Sabtu (18/1/2025).

Sebagai langkah selanjutnya, korban juga sudah mendapatkan perawatan medis yang dibutuhkan, dan ditanggung oleh pihak Dinas Kesehatan Kepahiang.

"Saya sebagai Kadinkes Kepahiang juga sudah meminta maaf kepada korban dan keluarganya," ungkap Tajri.

Berita viral lainnya

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved