Berita Viral
Alasan Kepsek Siti Faizah Tetap Kerja Meski Dicopot Dedi Mulyadi Imbas Study Tour: Kan Bukan Dipecat
Kepala SMAN 6 Depok akan terus hadir ke sekolah karena statusnya hanya dicopot dari jabatan, bukan dipecat.
Penulis: Alga | Editor: Mujib Anwar
TRIBUNJATIM.COM - Meski jabatan dicopot Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Kepala SMAN 6 Depok yakni Siti Faizah tetap datang ke sekolah.
Seperti diketahui sebelumnya, Siti Faizah dicopot Dedi Mulyadi tepat di hari pertama dirinya menjadi Gubernur Jabar.
Siti Faizah dicopot dari jabatannya sebagai Kepala SMAN 6 Depok buntut polemik study tour.
Baca juga: Warga Mengeluh 10 Tahun Daerahnya Tak Dialiri Listrik Meski di Kota, Minta Pemerintah Tak Digubris
Dimana Kepala SMAN 6 Depok tersebut tetap memberangkatkan siswanya pergi study tour.
Kini setelah dicopot, Siti Faizah disebut masih datang ke sekolah.
Hal itu seperti diungkapkan Humas SMAN 6 Depok, Syahri Ramadhan, dilansir dari Kompas.com, Jumat (21/2/2025).
"Masih masuk, kalau saya tidak salah tadi pagi masih ada (kepala sekolah). Tapi kalau setelah itu, saya belum lihat lagi," kata Syahri.
Syahri menyampaikan, Kepala SMAN 6 Depok akan terus hadir ke sekolah karena statusnya hanya dicopot dari jabatan, bukan dipecat.
"Kalau dibilang masih hadir, beliau tidak akan pernah berhenti untuk hadir," ucapnya.
"Karena beliau kan bukan dipecat di situ, tapi dicopot dari jabatan," imbuh Syahri.
Saat ditanya apakah nantinya kepala sekolah akan menjadi guru atau staf lain, Syahri tak bisa menjawab tegas.
Namun, dia bilang, kepala sekolah masih punya kewajiban sebagai aparatur sipil negara (ASN) untuk menjalankan kewajiban di sekolah.
"Kalau dicopot dari jabatan pun, nanti beliau tetap punya kewajiban untuk bertugas," kata Syahri.
Syahri menambahkan, sejauh ini, perkara pencopotan Kepala SMAN 6 Depok masih dalam proses klarifikasi dengan pihak terkait, yakni Inspektorat dan Disdik Jawa Barat.

"Kan Pak Gubernur juga tidak akan langsung serta merta mencopot jabatan seseorang tanpa melakukan klarifikasi dulu. Jadi untuk saat ini masih dalam tahap atau proses verifikasi dan klarifikasi," jelas Syahri.
Nantinya, hasil laporan berisi klarifikasi dan verifikasi akan menetapkan sanksi yang paling tepat untuk kepala sekolah.
Siti Faizah sendiri rupanya tidak ikut berangkat dalam kunjungan objek belajar (KOB) yang dilaksanakan 347 siswa ke Surabaya dan Malang di Jawa Timur.
"Ibu kepala sekolahnya stand by di sini ya kita. Saya dan ibu Kepsek juga sama ya, kami di sini menyatu," kata Syahri, Selasa (18/2/2025).
Ia menegaskan, study tour ratusan siswa tersebut telah disepakati melalui rapat darurat oleh para komite sekolah dan wali murid.
Para siswa baru akan pulang ke Depok pada Senin (24/2/2025).
Sementara kepada Disdik Jabar, pihak sekolah mengaku telah menjelaskan surat klarifikasi berisi kronologi terkait perencanaan KOB yang telah disusun sejak tahun lalu.
"Di dalam pembicaraan itu, kita disuruh membuat satu pernyataan klarifikasi tertulis semacam kayak kronologis. Ini sebenarnya kayak gimana (kondisinya)."
"Baik itu dari versinya sekolah maupun dari komite sekolah," ujar Syahri.
Baca juga: Janji Dedi Mulyadi Tak Pakai Mobil Dinas usai Jadi Gubernur, Banyak Hapus Anggaran Tak Perlu
Lalu siapakah sosok Kepala SMAN 6 Depok?
Dari penelusuran Tribunnews.com, saat ini Kepala SMAN 6 Depok adalah Siti Faizah MPd.
Siti Faizah menjabat sebagai Kepala SMAN 6 Depok sejak pertengahan tahun 2022.
Sebelumnya, Siti Faizah sempat menjabat sebagai Kepala SMAN 2 Depok dan SMAN 10 Depok.
Berdasarkan Nomor Induk Pegawai (NIP) yang beredar, Siti Faizah diketahui lahir pada 3 Oktober 1968.
Sehingga saat ini, ia berusia 56 tahun.
Ia diangkat menjadi PNS pada Januari 1992 atau sudah 33 tahun menjadi seorang abdi negara.
Sebagai kepala sekolah, Siti Faizah kerap muncul di sejumlah kegiatan. Terutama di SMAN 6 Depok.
Misalnya, saat Workshop Peningkatan Kompetensi Guru Tahun Ajaran 2024/2025 dan HEXA Campus Exhibition & Job Fair 2024.
Baca juga: 1740 Tenaga Ahli Ada di Pemprov, Dedi Mulyadi Minta ASN yang Tak Produktif Kerja di Rumah Saja
Sebelumnya diberitakan, Dedi mengaku telah mencopot Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 6 Depok yang tetap memberangkatkan siswanya pergi study tour.
Penonaktifan Kepsek SMAN 6 Depok ini langsung diteken Dedi pada hari pertamanya bekerja sebagai gubernur Jawa Barat.
"Saya langsung kerja, hari ini juga langsung kerja. Hari ini sudah ada keputusan tentang penonaktifan Kepala SMA Negeri 6 Depok karena dia melanggar surat edaran Gubernur yang tidak boleh siswanya berpergian ke luar provinsi," ujar Dedi di Istana, Jakarta, Kamis (20/2/2025).
Dedi menjelaskan, hal itu akan menjadi sesuatu yang pihaknya benahi.
Sebelumnya, Dedi juga mengimbau agar rencana kegiatan study tour SMAN 6 ditiadakan.
Pasalnya, Dedi mendengar keluhan wali murid yang keberatan dengan biaya study tour yang dinilai terlalu besar.
"Saya meminta kepada kepala sekolah SMAN 6 Depok, enggak usah deh study tour-nya," ucap Dedi saat dikonfirmasi Kompas.com, Sabtu (15/2/2025) lalu.
Dedi menyebutkan, biaya study tour yang ditetapkan sekolah sekitar Rp3,5 juta.
Jika ditambah uang jajan, orangtua siswa harus merogoh kocek sebesar Rp 5,5 juta.
Dia juga memerintahkan jajarannya untuk memeriksa, apakah pihak SMAN 6 Depok melakukan pungutan terhadap siswa untuk study tour atau tidak.
Adapun sebanyak 347 siswa kelas XI SMAN 6 Depok tetap menggelar kunjungan objek belajar (KOB) atau study tour ke Surabaya, Malang, dan Bali, meski sempat dilarang Dedi Mulyadi.
Study tour tersebut bakal berlangsung selama delapan hari, dimulai pada Senin , dengan tujuan mengunjungi perguruan tinggi dan melakukan observasi budaya.
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com
Ulah Bocah Gondol Mobil Polisi Berisi Senjata Api Lalu Kabur ke Hutan, Sempat Buron |
![]() |
---|
Imbas Kasus Keracunan Massal MBG, Sejumlah Guru Tak Mau Cicipi Makanan Meski sudah Diperintah |
![]() |
---|
'Lihat Ma Aku Bakar Rumahmu' Pemuda Bakar Rumah Ibu Imbas Kesal Tak Diberi Uang Rp 240 Ribu |
![]() |
---|
Saling Bantah Alasan soal Patung Tikus Berdasi Batal Tampil di Karnaval HUT Kemerdekaan |
![]() |
---|
Patung Tikus Berdasi Buatan Warga Dilarang Ikut Karnaval, Dianggap Provokasi hingga Didatangi Polisi |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.