Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Viral

Warga Mengeluh 10 Tahun Daerahnya Tak Dialiri Listrik Meski di Kota, Minta Pemerintah Tak Digubris

Warga secara swadaya sampai membentuk kelompok-kelompok kecil demi membeli kabel listrik ratusan meter.

Penulis: Alga | Editor: Mujib Anwar
KOMPAS.com/KURNIA SANDI
Warga RT 11 Kelurahan Bagan Pete, Kecamatan Alam Barajo, mengeluhkan tak ada listrik di daerah mereka, Jumat (21/2/2025). 10 tahun meminta pemerintah tak digubris. 

Mereka sudah mengajukan proposal sebanyak tiga kali.

Namun hingga kini belum ada realisasi dari pihak pemerintah maupun PLN.

"Belum juga ada realisasi baik dari pemerintah maupun PLN."

"Kami mohon agar pemerintah bisa membantu warga RT 11 dalam hal kebutuhan dasar seperti listrik, jalan yang layak, dan tempat sampah," ujar Heriyatul.

Dirinya berharap, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jambi, Maulana-Diza, dapat segera memberikan perhatian dan bantuan kepada warga RT 11, Kelurahan Bagan Pete, untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka.

Baca juga: Janji Dedi Mulyadi Tak Pakai Mobil Dinas usai Jadi Gubernur, Banyak Hapus Anggaran Tak Perlu

Kisah serupa juga dialami Yadi (39) yang memilih bertahan dan tetap tinggal di Kampung Zombie, Cililitan, Kramatjati, Jakarta Timur.

Alasan ekonomi menjadi faktor utama mengapa Yadi akhirnya memilih tetap tinggal di sana.

Padahal sudah sejak dulu RT 06/07 di Cililitan ini dikenal sebagai wilayah rawan banjir.

"Faktor biaya, kalau saya pindah, butuh biaya kontrak, kita kan butuh biaya, buat hidup sebulan butuh biaya," ungkap Yadi saat ditemui di rumahnya pada Senin (25/11/2024).

Sebagai pengemudi ojek online (ojol), Yadi merasakan kesulitan ekonomi yang cukup berat, terutama saat penghasilannya tak menentu.

Ia harus menghidupi tiga anak, istri, dan kedua orang tuanya.

"Saya ojol sekarang saja kembang kempis buat sekarang-sekarang, buat makan sudah alhamdulillah," katanya.

Meski begitu, Yadi sempat tertarik dengan program rumah DP 0 persen yang digagas oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Namun harapan tersebut segera kandas karena ada batasan gaji yang tidak bisa dipenuhi.

"Suami-istri minimal ada penghasilan kalau digabungin Rp7.000.000, sudah lah," ungkapnya.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved