Menilik KenDuren Wonosalam Jombang, Potret Warisan Leluhur yang Masih Dilestarikan
KenDuren Wonosalam, acara tahunan sebagai bentuk ucapan rasa syukur atas panen berlimpah di tanah leluhur.
Penulis: Anggit Puji Widodo | Editor: Samsul Arifin
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Anggit Puji Widodo
TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - KenDuren Wonosalam, acara tahunan sebagai bentuk ucapan rasa syukur atas panen berlimpah di tanah leluhur.
Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang setiap tahunnya menggelar agenda KenDuren. Agenda ini merupakan budaya turun temurun yang diwariskan para leluhur sebagai ucapan rasa syukur atas hasil panen yang melimpah.
KenDuren Wonosalam 2035 ini menjadi pesta budaya yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.
Acara puncak yang diselenggarakan pada tanggal 23 Februari 2025, diawali dengan ucapan syukur dan sambutan hangat dari Pemerintah Kabupaten Jombang diera kepemimpinan Bupati Warsubi dan Wakil Bupati KH Salmanudin Yazid atau Gus Salman yang baru dilantik pada (20/2/2025) lalu.
Gus Salman, yang mewakili Warsubi selaku Bupati Jombang yang masih menjalani retreat di Magelang, menyebut jika KenDuren bulan sekedar seremonial semata, melainkan melestarikan warisan leluhur.
Baca juga: Sosok Warsubi, Dulu Pedagang Durian Kini Dilantik Jadi Bupati Jombang, Pernah Jabat Kades 17 Tahun
"Acara ini bukan sekadar perayaan, tetapi juga wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan hasil bumi yang telah diberikan, khususnya di Kecamatan Wonosalam," ucapnya dalam keterangan yang diterima pada Senin (24/2/2025).
Melalui kenduren ini, masyarakat bersama-sama memanjatkan doa agar keberkahan terus mengalir, sehingga kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Wonosalam semakin meningkat dari tahun ke tahun.
Rangkaian acara Kenduren Wonosalam 2025 meliputi Kirab Tumpeng Hasil Bumi dari 9 Desa di Wonosalam. Dimana setiap desa menampilkan tumpeng yang berisi hasil bumi unggulan mereka sebagai simbol rasa syukur dan kekayaan alam Wonosalam.
Baca juga: Fauzi Kuli Panjat Durian Meninggal di Atas Pohon, Warga Bantu Evakuasi, Dramatis Tangis Keluarga
Selain itu, juga digelar Bazar Durian yang menampilkan berbagai jenis durian lokal unggulan. Momentum ini menjadi ajang promosi bagi petani durian, dan mengadakan kontes durian lokal.
Event ini juga menjadi sarana memamerkan produk-produk lokal berkualitas, seperti makanan olahan dan kerajinan tangan, serta pasar rakyat.
Pada puncak acara, KenDuren Wonosalam membagikan tumpeng raksasa yang berisi 2.025 durian gratis kepada pengunjung, sebagai simbol kemurahan hati dan kebersamaan.
Baca juga: Tanggap Bencana, Ikatan Mahasiswa Jombang Salurkan Bantuan ke Korban Tanah Longsor di Wonosalam
Gus Salman sebagai Wabup juga memaparkan potensi durian. Berdasarkan data statistik, potensi durian di Kabupaten Jombang pada tahun 2025 sangat luar biasa. Tercatat ada 159.624 pohon durian, di mana 89 persen atau sekitar 143.060 pohon berada di Kecamatan Wonosalam.
Dari jumlah tersebut, potensi panen durian mencapai 80.994 pohon, dengan total produksi sekitar 54.377 kwintal per tahun.
"Ini membuktikan bahwa kita memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi salah satu daerah penghasil durian unggulan di Jawa Timur, bahkan di Indonesia," ungkapnya.
Baca juga: Arti Duren Tewel yang Viral di Pasar Wisata Cheng Ho, Bikin Rugi Pedagang, Ini Tips Memilih Durian
| Baru Update Status WhatsApp Work From Holiday, Camat Tewas Tenggelam saat Antar Bantuan |
|
|---|
| Cuaca Ekstrem Ancam Libur Nataru, DPRD Jatim Imbau Masyarakat Hindari Daerah Rawan |
|
|---|
| Warga Lumajang Gelar Syukuran Bawa Puluhan Tumpeng di Jalan yang Selesai Diperbaiki |
|
|---|
| Kronologi Mobil Elf Rombongan Asal Lamongan Rem Blong Tabrak Pikap di Jalur Klemuk Kota Batu |
|
|---|
| Sosok Romo Mudji Sutrisno, Rohaniwan Sekaligus Ahli Filsafat yang Meninggal Dunia |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/KENDUREN-WONOSALAM-JOMBANG-Agenda-KenDuren.jpg)