Cuaca Ekstrem Ancam Libur Nataru, DPRD Jatim Imbau Masyarakat Hindari Daerah Rawan

Potensi cuaca ekstrem menjelang tahun baru, masih menjadi perhatian serius DPRD Jatim

Tayang:
TribunJatim.com/Yusron Naufal Putra
GEBRAKAN WAKIL RAKYAT - Anggota Komisi E DPRD Jatim Puguh Wiji Pamungkas saat hadir dalam Podcast DPRD Jatim Gebrakan Wakil Rakyat di Studio TribunJatim Network, belum lama ini. 
Ringkasan Berita:
  • DPRD Jatim mengingatkan masyarakat waspada potensi cuaca ekstrem menjelang tahun baru sesuai prakiraan BMKG pada 21–31 Desember.
  • Cuaca ekstrem berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti hujan lebat, banjir, longsor, dan angin kencang.
  • Imbauan diberikan karena mobilitas dan aktivitas wisata masyarakat meningkat saat libur Nataru.

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Yusron Naufal Putra 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Potensi cuaca ekstrem menjelang tahun baru, masih menjadi perhatian serius DPRD Jatim. Masyarakat diharapkan bisa bijak dalam menentukan waktu perjalanan dengan mempertimbangkan resiko potensi cuaca ekstrem

Anggota Komisi E DPRD Jatim Puguh Wiji Pamungkas mengungkapkan hal ini berkaca dari prakiraan cuaca yang sebelumnya dirilis oleh BMKG. Bahwa, dari rentang tanggal 21 hingga 31 Desember ini harus mewaspadai potensi cuaca ekstrem

Imbauan tersebut diberikan Puguh mengingat mobilitas warga biasanya meningkat termasuk ke berbagai tempat wisata jelang pergantian tahun. Biasanya, masyarakat cenderung liburan dengan memilih tempat wisata. 

"Tentu imbauan dari BMKG ini menjadi salah satu pengumuman bagi kita semuanya sebagai warga Jawa Timur untuk tetap waspada di dalam apa menjalankan aktivitas liburan Nataru," kata Puguh kepada TribunJatim.com saat dikonfirmasi dari Surabaya, Minggu (28/12/2025). 

Baca juga: Viral Awan Pelangi Muncul Setelah Azan Zuhur, BMKG Jelaskan Penyebabnya

Berdasarkan informasi di akun media sosial resmi BMKG Juanda, potensi cuaca ekstrem di momen jelang tahun baru ini bisa mengakibatkan bencana hidrometeorologi seperti hujan sedang hingga lebat, banjir, tanah longsor, angin kencang dan semacamnya. 

Potensi cuaca buruk ini pernah dibahas dalam rapat Komisi E bersama BPBD Jawa Timur beberapa waktu lalu. Dalam rapat tersebut, dewan mendapat penjelasan secara teknis mengenai penyebab potensi cuaca ekstrem yang hampir melanda seluruh kawasan di Jawa Timur. 

Puguh mengapresiasi upaya Pemprov sebelumnya yang melakukan modifikasi cuaca untuk mengurangi potensi cuaca ekstrem agar tidak terlalu berdampak buruk. Meski demikian, kewaspadaan bersama tetap diperlukan termasuk masyarakat secara umum. 

Baca juga: Antisipasi Cuaca Ekstrem di Jatim, Gubernur Khofifah Perintahkan Lakukan Operasi Modifikasi Cuaca

Sebagai bentuk antisipasi, dewan berharap sementara ini agar bisa lebih bijak dalam memilih lokasi wisata sebagai bentuk mitigasi terhadap resiko bencana akibat cuaca ekstrem. Misalnya, menghindari daerah rawan longsor, banjir dan sebagainya. 

"Artinya itu menjadi bagian dari langkah mitigatif. Jadi menghindari daerah-daerah yang berpotensi bencananya cukup tinggi mengalihkan kepada wilayah-wilayah lain yang tentu aman," jelas politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved