Hadapi Dua Tantangan, DPRD Jatim Siap Kawal Pemerintahan Khofifah-Emil Jilid II
Hadapi dua tantangan berat, DPRD Jawa Timur siap mengawal pemerintahan Khofifah-Emil jilid II.
Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Dwi Prastika
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Yusron Naufal Putra
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - DPRD Jawa Timur mengingatkan sejumlah tantangan yang akan dihadapi oleh Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur periode 2025-2030.
Di antaranya, adalah terkait efisiensi anggaran dan potensi penurunan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Jawa Timur ke depan.
Hal ini disampaikan Ketua DPRD Jatim, Musyafak Rouf di sela rapat paripurna penyampaian visi-misi gubernur, Sabtu (1/3/2025).
Rapat paripurna itu, diawali dengan serah terima jabatan dari Adhy Karyono sebagai Pj Gubernur Jatim kepada Khofifah, Gubernur Jatim hasil Pilkada 2024, dan disaksikan Forkopimda Jatim.
"Tantangan ke depan tentu tidak mudah di tengah instruksi efisiensi oleh pemerintah pusat," kata Musyafak saat memimpin rapat paripurna dengan didampingi oleh jajaran Wakil Ketua DPRD Jatim.
Sebagai informasi, efisiensi anggaran sebelumnya dikeluarkan oleh Presiden RI Prabowo Subianto melalui Inpres nomor 1 tahun 2025.
Dalam pandangan dewan, efisiensi memang menjadi tantangan yang harus dihadapi pemerintah. Termasuk Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai pemerintah daerah.
Sehingga, di hadapan Khofifah-Emil dalam rapat paripurna, Musyafak menyinggung terkait tantangan efisiensi dalam periode kedua ini.
Selain soal efisiensi anggaran, tantangan lain adalah terkait potensi penurunan PAD dari sektor pajak kendaraan bermotor.
Hal ini lantaran menyesuaikan dengan regulasi terbaru.
Namun, Musyafak menegaskan, di tengah berbagai tantangan itu, DPRD Jatim sebagai lembaga legislatif berkomitmen untuk mengawal Pemprov Jatim.
"Kami akan bersama-sama mewujudkan kemajuan dan kesejahteraan bagi masyarakat Jawa Timur," ungkap Musyafak yang merupakan politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.
Sementara itu, Khofifah di hadapan para anggota DPRD Jatim memaparkan visi misi untuk Jawa Timur lima tahun ke depan.
Sejumlah program prioritas ke depan itu tercantum dalam Nawa Bakti Satya jilid II.
Dia menyebut, hal ini disesuaikan dengan Asta Cita yang diusung pemerintah pusat.
Pertama adalah bernama Jatim Sejahtera.
Hal ini digagas untuk mempercepat pengentasan kemiskinan, baik di kota maupun desa. Di antara program prioritas yang akan dijalankan adalah PKH Plus, Jatim Puspa, Desa Berdaya, Desa Devisa ataupun Klinik Bumdes.
Baca juga: Khofifah-Emil Janjikan 10 Program Prioritas di 100 Hari Kerja, Harga Stabil hingga Mudik Gratis
Kedua, adalah Jatim Kerja yang disebut sebagai upaya untuk mendorong banyak terbukanya lapangan kerja dengan strategi pembangunan ekonomi yang tidak saja menjawab sektor industri jasa dan perdagangan, tapi juga termasuk stabilitas harga bahan pokok dan penguatan UMKM.
"Untuk program prioritas yang akan kami jalankan di antaranya adalah melanjutkan millennial job center, One Pesantren One Product, serta pembiayaan UMKM," jelas Khofifah.
Ketiga adalah Jatim Cerdas. Ini sebagai upaya untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan inklusif.
Keempat, Jatim Sehat sebagai komitmen untuk memantapkan pelayanan kesehatan yang berkualitas di Jawa Timur. Program prioritas di antaranya adalah pengembangan rumah sakit rujukan pemprov.
Kelima, adalah Jatim Akses yang disebut Khofifah sebagai komitmen berkelanjutan dalam memujudkan akses infrastruktur demi konektivitas antar wilayah, intra aglomerasi serta mewujudkan pelayanan dasar. Di antara program prioritas yang akan dilakukan adalah mudik gratis.
Sekalipun di tengah efisiensi anggaran, Khofifah memastikan tetap akan mengadakan mudik gratis, baik angkutan darat maupun laut.
Keenam adalah Jatim Berkah Amanah, yang disebut sebagai upaya untuk mewujudkan pemerintahan yang berketuhanan.
Ketujuh adalah Jatim Agro. Menurut Khofifah, ini sebagai upaya keberlanjutan untuk sektor pertanian sebagai tulang punggung kedaulatan pangan. Komitmen ini diwujudkan dalam peningkatan kesejahteraan petani, peternak hingga nelayan.
Kedelapan adalah Jatim Harmoni. Upaya disebut sebagai upaya untuk mewujudkan masyarakat yang harmonis melalui pengembangan toleransi. Keadilan dalam keberagaman, serta memajukan seni budaya dan prestasi olahraga.
Program prioritas yang akan dijalankan di antaranya adalah Kenduri Kebudayaan, dan Kopilaborasi.
Selanjutnya, adalah Jatim Lestari sebagai upaya untuk kelestarian lingkungan hidup. Program prioritas nantinya adalah Mangrove Lestari.
DPRD Jawa Timur
Khofifah Indar Parawansa
Emil Dardak
Musyafak Rouf
efisiensi anggaran
TribunJatim.com
berita Jatim terkini
Tribun Jatim
| Viral Terpopuler: Kronologi Penggelapan Dana Umat Rp28 M hingga Guru Maafkan 9 Siswa yang Mengolok |
|
|---|
| Jatim Terpopuler: Harga LPG Nonsubsidi Naik Tinggi hingga Jembatan Cangar Dipenuhi Sesajen |
|
|---|
| Gaya Hidup Sehat Ngetren, Surabaya Sport Fashion Festival Hadirkan Kolaborasi Olahraga dan Fesyen |
|
|---|
| Jeritan Warga Ponorogo Pengguna LPG Non Subsidi Saat Harga Meroket: Ugal-ugalan |
|
|---|
| Cari Perhatian ke Istri, Pria ini Rekam Aksi Pukuli Anaknya Hingga Menangis |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/SERTIJAB-GUBERNUR-Khofifah-Indar-Parawansa-dan-Emil-Dardak1.jpg)