Harga LPG Nonsubsidi Naik, Pengusaha di Sidoarjo Mulai Lirik LNG

Kenaikan harga elpiji (LPG) nonsubsidi juga dirasa dampaknya oleh masyarakat di Kabupaten Sidoarjo. Khususnya para pelaku usaha FnB

Penulis: M Taufik | Editor: Ndaru Wijayanto
Tribun Jatim Network/M Taufik
LPG – Tumpukan tabung elpiji 12kg di SPBU Trosobo, Sidoarjo. Beberapa waktu belakangan, stok elpiji nonsubsidi di SPBU tersebut mengalami kekosongan karena belum ada pengiriman 

 

Ringkasan Berita:
  • Kenaikan LPG nonsubsidi berdampak pada pelaku usaha F&B di Sidoarjo, terutama sektor restoran dan hotel.
  • Sejumlah pengusaha mulai melirik gas alam/LNG sebagai alternatif yang lebih murah.
  • Pelaku usaha melakukan efisiensi dan belum banyak yang menaikkan harga.

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, M Taufik

TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO – Kenaikan harga elpiji (LPG) nonsubsidi juga dirasa dampaknya oleh masyarakat di Kabupaten Sidoarjo. Khususnya para pelaku usaha di bidang food and beverage (fnb) kelas menengah ke atas. Seperti retoran, hotel, dan sebagainya.

Mereka sudah memperkirakan kenaikan ini seiring perkembangan informasi yang beredar beberapa waktu belakangan. Sehingga, beberapa upaya persiapan telah dilakukan. Seperti efisiensi, penyesuaian kebutuhan, dan sebagainya.

Menariknya, sejumah pelaku usaha di Kota Delta juga mulai tertarik untuk berpindah ke gas alam atau LNG (liquified natural gas) sebagai  pengganti. Disebut-sebut, harganya lebih murah, bahkan tak jauh beda dengan LPG subsidi.

“Selain itu, di Sidoarjo juga jaringan gas sudah banyak. Sehingga kita juga mulai melakukan penjajagan untuk berpindah menggunakan itu,” ujar Eka Dewi, General Manager Fave Hotel Sidoarjo, Senin (20/4/2026).

Sementara ini, sebelum pindah ke jaringan gas, pihaknya mengaku berusaha untuk melakukan penyesuaian atas kondisi harga LPG nonsubsidi yang naik. Efisiensi di beberapa sektor, tapi belum berani menaikkan harga.

Hal serupa juga disampaikan oleh beberapa pelaku usaha lainnya. Kenaikan harga LPG sudah terjadi, dan mau tidak mau mereka harus menerima. Sehingga yang bisa dilakukkan adalah melakukan penyesuaian.

“Kenaikan harga LPG ini jelas dirasa dampaknya oleh teman-teman pengusaha. Utamanya di sektor fnb. Tapi sejuah ini tidak sampai ada gejolak. Teman-teman berusaha melakukan penyesuaian,” kata Zakaria Dimas Pratama, Ketua HIPMI Sidoarjo.

Baca juga: LPG Nonsubsidi Tembus Rp228 Ribu, Pengusaha Resto di Bondowoso Ancang-ancang Naikkan Harga 

Diungkapkannya, sebagian pelaku usaha di Sidoarjo mulai beralih ke gas alam. Ada yang sudah benar-benar beralih, ada yang baru mulai penjajagan, dan ada yang proses peralihan. Seperti sedang memasang jaringan dan sebagainya.

Sesama pengusaha yang tergabung dalam HIPMI, menurut Dimas, mereka kerap komunikasi dan sharing tentang hal-hal kekinian. Seperti ketika ada kenaikan harga LPG, mereka saling bertukar pendapat, kemudian bisa sharing pengalaman, bagaimana melakukan efisiensi dan sebagainya.

Sementara bagi masyarakat umum, kenaikan harga LPG nonsubsidi seperti tidak terlalu terasa. Karena mayoritas warga selama ini menggunakan LPG melon alias LPG 3kg yang harganya tidak mengalami kenaikan.

Beberapa warga yang menggunakan elpiji nonsubsidi, juga mengaku tidak bisa berbuat apa-apa dengan kenaikan ini. Mereka hanya bisa menerima dengan kenaikan tersebut. Mau tidak mau, harus dibeli karena sudah menjadi kebutuhan. Namun kondisi tetap aman karena mayoritas rumah tangga pengguna LPG nonsubsidi adalah kelas atas.   

Baca juga: Kenaikan LPG Non Subsidi Bikin Pengusaha Kafe & Resto di Jatim Dilema, Naikkan Harga atau Efisiensi

Di sisi lain, pasokan LPG juga terbilang lancar, meski ada beberapa titik yang kehabisan stok. Di SPBU Trosobo misalnya, terjadi kelangkaan stok sejak beberapa waktu lalu. LPG nonsubsidi di sana tidak ada pasokan. Sehingga tidak bisa berjualan.

“Sudah seminggu belakangan tidak ada pasokan LPG 12kg di sini. Sehingga, kami belum bisa jualan, dan tidak tahu bagaimana efek ketika ada kenaikan harga sekarang ini,” jawab seorang penjaga SPBU tersebut.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved