Berita Viral

Sosok Ronny Lukito, Bos Eiger Adventure Land Bogor yang Proyeknya Bikin Dedi Mulyadi Nangis

Ronny Lukito saat ini menjadi sorotan setelah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyegel proyek tersebut lalu menangis akibat melihat buruknya dampak

Editor: Torik Aqua
Sumber foto: Tangkapan Layar LinkedIn Ronny Lukito dan TribunnewsBogor.com/Muamarrudin Irfani
BOS EIGER - (kanan) Pendiri sekaligus CEO PT Eigirindo MPI, Ronny Lukito. Proyeknya, Eiger Adventure Land di Desa Sukagalih, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, membuat (kiri) Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menangis, Kamis (6/5/2025). Simak sosok Ronny Lukito bos Eiger Adventure Land. 

TRIBUNJATIM.COM - Sosok Ronny Lukito, bos Eiger Adventure Land Bogor yang proyeknya membuat Dedi Mulyadi menangis.

Diketahui, Ronny Lukito saat ini menjadi sorotan setelah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyegel proyek tersebut lalu menangis akibat melihat buruknya dampak lingkungan yang ditimbulkan

Sosok Ronny Lukito merupakan pendiri brand fashion outdoor, Eiger.

Ronny Lukito juga orang yang ada di balik Eiger Adventur Land Puncak.

Baca juga: Dedi Mulyadi Segel Proyek Eiger Adventure Land, Singgung Lokasi Bagus Tapi Melanggar: Terbelah

Ronny menjabat sebagai Chairman PT Eigerindo Multi Produk Industri (MPI).

Melansir dari Kompas.com, Ronny Lukito kelahiran Bandung pada 15 Januari 1962, dia anak ketiga dari enam bersaudara.

Ayah ibunya bernama Lukito dan Kumiasih.

Dia keturunan Buton, Sumatera dan Jakarta.

Darah bisnis tampaknya mengalir dari ayahnya.
 
Ronny memulai usahanya dengan membantu mengembangkan bisnis toko tas.

Ronny Lukito berkisah, mampu mengembangkan usaha toko tas milik ayahnya, dari sebuah rumah kecil di Gang Tamrin Bandung menjadi produk ternama yang telah merambah dunia internasional.

Secara perlahan, ia pun memulai merambah ke sektor produksi tas dan memberi nama produknya dengan Butterfly. Nama Butterfly diambil dari merek mesin jahit buatan China yang dimilikinya waktu itu.
 
Pasalnya, saat itu ia hanya bermodalkan dua mesin jahit, dan sedikit bahan baku pembuatan tas dengan modal kurang dari Rp 1 juta

Pada tahun 1979, nama Butterfly diubah menjadi Exxon, tapi nama ini digugat perusahaan Exxon Oil Amerika Serikat. Alhasil, nama tersebut kembali diubah menjadi Exsport (Exxon Sporty).

Dari perubahan itulah kemudian hari lahir merek lainnya seperti Eiger, yang dicetuskan sekitar tahun 1990, Bodypack, dan Neosack.

Begitulah kemudian ia mampu membeli tanah seluas 6.000 meter persegi di kawasan Kopo, Kota Bandung, yang menjadi pabrik Eiger. 

Kelak, Ronny akhirnya juga mampu membuka outlive store di Jalan Setiabudi dan EST Store di Jalan Sumatera, Kota Bandung.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved