Berita Viral
Bertekad Kuat Jaga Alam, Dedi Mulyadi Soroti Sikap Perhutani dan PTPN: Anda Sibuk Menikmati
Dedi Mulyadi menyoroti sikap Perhutani dan PTPN di tengah gencar-gencarnya Pemerintah Provinsi dalam menjaga alam Jawa Barat.
Penulis: Ignatia | Editor: Mujib Anwar
TRIBUNJATIM.COM - Capek-capek jaga alam, Dedi Mulyadi menyoroti sikap PTPN dan Perhutani dalam menyikapi jaga alam Jawa Barat.
Upaya membongkar dan menegakkan aturan untuk pengusaha pembangunan wahana wisata seolah berbuah sia-sia.
Akibat hal tersebut, Dedi Mulyadi menginginkan bisa duduk bersama PTPN dan Perhutani untuk membahas masalah alam Jawa Barat.
Aturan akan didiskusikan Dedi Mulyadi bersama Perhutani dan PTPN, senin mendatang, seperti direncanakan oleh Dedi.
Sikap kecewa Dedi Mulyadi itu belakangan terungkap ketika ia mengetahui KSO dengan tenant pembangunan di area resapan air di sekitar kawasan Puncak, Kabupaten Bogor.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menegaskan, upayanya membongkar bangunan yang berdiri di area resapan air di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, bakal sia-sia jika PTPN tidak menghentikan alih fungsi lahan.
Selain itu, tetap terjadinya kerjasama operasi (KSO) dengan tenant yang melakukan pembangunan di area resapan air juga berpengaruh.
"Kemudian Perhutani melakukan penebangan pohon siap panen, yang tanpa memperhitungkan aspek lingkungan yang terjadi sehingga seluruh kegiatan kami ini akan menjadi sia-sia," jelas Dedi kepada Kompas.com, Minggu (9/3/2025), seperti dikutip TribunJatim.com, Senin (10/3/2025).
Dia meminta PTPN dan Perhutani menghitung berapa triliun Rupiah yang didapat dari hasil sewa lahan dan penebangan pohon.
Dedi meminta pendapatan tersebut dibandingkan dengan pengeluaran Pemprov Jawa Barat, Pemkab Bogor, Pemkab Bekasi, Karawang, Depok, dan daerah lainnya yang mengalami musibah akibat longsor dan banjir, yang jika digabungkan angkanya melebihi sewa tanah tersebut.
Baca juga: Sosok Ronny Lukito, Bos Eiger Adventure Land Bogor yang Proyeknya Bikin Dedi Mulyadi Nangis
"Untuk itu saya berharap Perhutani dan PTPN, minggu depan mari duduk bersama," kata Dedi.
Dia mengajak Perhutani dan PTPN membuat rencana dan evaluasi yang tepat. Dengan duduk bersama, diharapkan pihak terkait tidak sampai berjalan sendiri-sendiri.
"Kami sibuk menangani, anda sibuk menikmati. Untuk itu mari kita bangun langkah ini bersama," kata Dedi.
Menurut dia, jika Perhutani dan PTPN berkomitmen demi bangsa, negara, masyarakat dan lingkungan, sudah saatnya menyadari tindakan yang diakukan itu menimbulkan kerusakan lingkungan dan kerugian bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
"Mari berubah," perintah Dedi.
Dedi Mulyadi
Gubernur Jawa Barat
Perhutani
PTPN
kawasan Puncak
Kabupaten Bogor
berita viral
TribunJatim.com
| Aksi Emak-emak Nekat Pangku Motor Listrik saat Dibonceng di Jalan Raya |
|
|---|
| Suami Gerebek Polwan yang Diduga Selingkuh dengan Pria Lain di Kamar saat Tengah Malam |
|
|---|
| Curhat Gubernur Dedi Mulyadi Pernah Dicibir Musyrik saat Angkat Filosofi Sunda |
|
|---|
| Kusnia Dijanjikan Jadi TKW, Kini Diduga Jadi Korban Pengantin Pesanan Hingga Dianiaya di China |
|
|---|
| Geramnya Warga Gerebek Duda yang Sering Bawa Gadis ke Rumahnya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Dedi-Mulyadi-kecewa-dengan-sikap-Perhutani-dan-PTPN-di-Jawa-Barat.jpg)