Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Viral

Kesaksian Dosen Pengajar Eks Kapolres Ngada, Syok Tahu Kelakuan Anak Didiknya: Mungkin Pelarian

Kesaksian terbaru disampaikan oleh dosen pengajar mantan Kapolres Ngada yang tengah ramai dibicarakan karena cabuli tiga anak di bawah umur.

Penulis: Ignatia | Editor: Mujib Anwar
dok. istimewa TribunMedan.com
KESAKSIAN POLISI LAIN - Wakil Kepala Polisi Resor (Wakapolres) Ngada, Kompol Mei Charles Sitepu, ditunjuk untuk menjabat sementara sebagai Kapolres Ngada, menggantikan posisi AKBP Fajar Widyadharma Lukman (AKBP Fj) yang telah dinonaktifkan dari jabatannya pasca ditangkap Divisi Propam Mabes Polri pada 20 Februari 2025. Penunjukan Kompol Mei Charles Sitepu ini oleh Kapolda NTT Irjen Pol Daniel Tahi Monang Silitonga, Senin (3/3/2025). 

TRIBUNJATIM.COM - AKBP Fajar Widyadharma Lukman menjadi perhatian karena kejahatannya yang terkuak belakangan ini.

Kasus pencabulan yang dilakukan Ajun Komisaris Besar (AKBP) Fajar Widyadharma Lukman, Kapolres Ngada, NTT, membuat banyak pihak tak menyangka.

Termasuk, dosen pendidiknya ketika masih berada di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian.

Albertus Wahyurudhanto bagai disambar petir di siang bolong. 

Perasaannya terguncang betul. 

Sosok Fajar tak asing di mata Albertus.

Fajar tak lain ialah salah satu anak didik yang pernah diajar Albertus di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian

Ia ingat seperti apa sosok Fajar ketika berada di kelas. 

Tak ayal, ketika Fajar terjerat kasus itu, Albertus benar-benar tak menyangka. 

"Saya amat kaget begitu mengetahui keterlibatan Lukman. Saya menjadi dosennya ketika dia kuliah dan seingat saya dia bukan tipe yang aneh-aneh," ujar pria yang kini menjadi Guru Besar Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian tersebut dikutip TribunJatim.com dari Tribun-Medan.com, Kamis (13/3/2025).

Baca juga: Pengakuan Eks Kapolres Ngada usai Cabuli 3 Bocah, Hotel Pesan Sendiri, Korban Trauma Seragam Coklat

Albertus melanjutkan kasus kejahatan seksual oleh Lukman merupakan perwujudan perilaku menyimpang dan bisa menguat jika lingkungan akomodatif.

Perilaku menyimpang bisa dideteksi dengan pengawasan melekat oleh atasan dan rutin melaksanakan tes psikologi. 

Sementara itu, penyalahgunaan narkotika oleh Lukman bisa terjadi karena pengaruh lingkungan. 

"Penggunaan narkotika lebih dekat dengan pengaruh lingkungan, mungkin salah satunya pelarian dari tekanan pekerjaan," tambahnya. 

KAPOLRES NGADA DITAHAN - Foto arsip Kapolres Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), AKBP Fajar Widyadharma Lukman, beberapa waktu lalu. Kini ia ditahan karena kasus narkoba dan diduga asusila.
KAPOLRES NGADA DITAHAN - Foto arsip Kapolres Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), AKBP Fajar Widyadharma Lukman, beberapa waktu lalu. Kini ia ditahan karena kasus narkoba dan diduga asusila. (HO/Pos Kupang)

Eks Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Fajar Widyadharma Lukman, mengakui perbuatannya mencabuli anak di bawah umur di Kota Kupang.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved