Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Revitalisasi Pasar Besar Malang Belum Pasti, Pemkot Didesak Bangun Komunikasi ke Pemerintah Pusat

Pemkot Malang harus bisa membangun komunikasi aktif dengan pemerintah pusat untuk meyakinkan bahwa revitalisasi Pasar Besar Malang sangat dibutuhkan.

Penulis: Benni Indo | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Benni Indo
BANGUN KOMUNIKASI - Anggota DPRD Kota Malang, Arif Wahyudi mendorong Pemkot Malang membangun komunikasi yang aktif ke pemerintah pusat, Selasa (18/3/2025). Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat mengatakan, Menteri PU RI, Dody Hanggodo tidak menyebut Pasar Besar Malang dalam proyek prioritas. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Benni Indo

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Pemerintah Kota Malang harus bisa membangun komunikasi yang aktif dengan pemerintah pusat untuk meyakinkan bahwa revitalisasi Pasar Besar Malang memang sangat dibutuhkan saat ini.

Belakangan, rencana revitalisasi tersebut masih belum menemui titik terang pasca adanya kebijakan efisiensi anggaran. 

Revitalisasi Pasar Besar Malang akan dibangun oleh Kementerian PU RI.

Di saat yang sama, kementerian ini menjadi institusi yang paling banyak mendapatkan potongan anggaran karena kebijakan efisiensi.

Kementerian ini mengalami efisiensi sebanyak RP 60,469 triliun. Pagu anggaran aktif saat ini menjadi Rp 50,483 triliun.

Anggota DPRD Kota Malang, Arif Wahyudi saat berbincang dengan TribunJatim.com mengatakan, Pemerintah Kota Malang harus tetap optimistis bisa mendapatkan kesempatan bantuan penganggaran dari pemerintah pusat.

Belakangan, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat mengatakan, revitalisasi Pasar Besar Malang tidak lagi menjadi prioritas setelah ada efisiensi.

"Pemerintah pusat itu juga banyak yang antre terhadap program di daerah. Saya yakin, efisiensi ini tidak akan selamanya. Suatu saat akan kembali normal lagi. Semoga di tahun depan normal lagi, sehingga Kota Malang harus tetap menyiapkan diri menjemput anggaran dari pusat," ujar Arif, Selasa (18/3/2025).

Arif mengusulkan agar Pemkot Malang juga berkomunikasi dengan Iwan Kurniawan, mantan Pj Wali Kota Malang yang memiliki jabatan di Ditjen Pembangunan Daerah Kemendagri.

Hal lainnya, Arif memastikan DPRD Kota Malang bisa menemani Pemkot Malang untuk berkomunikasi langsung dengan Kementerian PU RI.

"Tetap optimistis mengambil peluang, apalagi ini sangat dibutuhkan. Komunikasi langsung ke pemerintah pusat. Ada Pak Iwan Kurniawan di Kemendagri. Saya kira bisa juga kita komunikasi intensif untuk membantu agar bisa menjadi prioritas. Kedua, langsung saja pemerintah dengan DPRD datang ke Ditjen Pembangunan Daerah atau ke Kemen PU, menyampaikan betapa pentingnya revitalisasi Pasar Besar Malang," ungkapnya.

Baca juga: Hippama Tagih Janji Wahyu Hidayat Soal Penolakan Pembongkaran Total Pasar Besar Malang

Sejauh ini, DPRD Kota Malang masih mengikuti prosedur yang dilakukan oleh pemerintah untuk memenuhi syarat revitalisasi.

Melihat perkembangan perekonomian, perdagangan yang sedemikian besar di Kota Malang, Arif berpendapat bahwa revitalisasi harus dilakukan.

"Kalau dibandingkan dengan keadaan Pasar Besar sudah jomplang, sudah tidak layak. Itu yang terus ditekankan ke pemerintah pusat. Selagi ini ada penundaan, maka lakukan komunikasi dengan semua pedagang. Mau tidak mau, suka tidak suka pasar harus dibangun," tegasnya. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved