Sosialiasi Program MBG Bersama Mitra Kerja BGN di Tulungagung, Wujudkan Generasi Sehat dan Cerdas

Sosialisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) hadir untuk warga Tulungagung Kamis (20/3/2025).

Tayang:
Editor: Ndaru Wijayanto
istimewa
SOSIALISASI MBG - Sosialisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) hadir untuk warga Tulungagung Kamis (20/3/2025). 

TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Sosialisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) hadir untuk warga Tulungagung Kamis (20/3/2025).

Program ini diharapkan dapat mendukung visi Indonesia Emas 2045 dengan menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan kuat. Kegiatan sosialisasi program MBG digelar di kawasan Kalangan Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung. 

Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional terus memperluas implementasi program Makan Bergizi Gratis setelah diluncurkan pemerintah pada 6 Januari 2025 lalu.

Program Makanan Bergizi Gratis merupakan salah satu upaya untuk memberikan makanan bergizi secara gratis kepada masyarakat, sebagai langkah awal dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat.

Acara sosialisasi program MBG dihadiri oleh perwakilan Anggota Komisi IX DPR RI yang diwakilkan oleh Wisnu Wahyu Hardjanto, Kepala Instalasi Gizi RSUD dr Iskak Tulungagung Ratih Puspitaningtyas, dan perwakilan Badan Gizi Nasional Moh Ibnu Holdun.

Program MBG adalah sebuah ide positif yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Oleh sebab itu, diharapkan agar masyarakat dapat meluruskan niat dan mengoptimalkan usaha untuk mendukung program MBG khususnya di wilayah Tulungagung.

Selanjutnya sambutan dari Anggota Komisi IX DPR RI yang diwakilkan oleh TA DPR RI (Wisnu Wahyu Hardjanto) menjelaskan mengenai program MBG bukan hanya meningkatkan gizi tapi juga dapat menambah pertumbuhan ekonomi warga.

“Fungsi dari MBG adalah untuk memenuhi kebutuhan gizi (penerima manfaat) dan meningkatkan perekonomian masyarakat lokal,” kata Wisnu Wahyu. 

Setiap Dapur MBG dikelola oleh seorang Kepala SPPG yang ditunjuk langsung oleh Badan Gizi Nasional. Kepala SPPG bekerja sama dengan seorang ahli gizi dan akuntan untuk memastikan pengawasan terhadap kualitas gizi dan kelancaran distribusi makanan. Termasuk 45 - 50 petugas yang memasak makanan.

“Untuk setiap SPPG yang beroperasi harus menyerap tenaga kerja dan sumber daya yang berada dalam wilayah SPPG tersebut. tambahnya.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Tenaga Ahli BGN Moh Ibnu Holdun memaparkan mengenai tugas-tugas BGN serta bagaimana cara menjadi mitra untuk mendirikan SPPG.

Program MBG merupakan investasi jangka panjang yang bertujuan untuk mencetak generasi emas di tahun 2045, melalui pemenuhan gizi dalam tingkat nasional. 

“Setiap SPPG yang sudah beroperasi akan dikepalai oleh seorang Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang di tetapkan oleh BGN, bersama 1 orang akuntan dan 1 orang ahli gizi, serta 44 tenaga kerja yang harus diambil dari dalam wilayah SPPG,” jelas Ibnu Holdun.

Problem Gizi yang dihadapi masyarakat adalah gizi berlebih yang dapat memicu obesitas dan kekurangan kecukupan gizi yang dapat memicu stunting.

Oleh sebab itu, masyarakat perlu mengetahui betapa pentingnya menjaga pola makan serta memperhatikan kandungan gizi supaya kebutuhan terhadap gizi dapat tercukupi, serta menjaga keseimbangan gizi.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved