Cuaca Jatim Terasa Lebih Panas sampai Tembus 36 Derajat, Tanda Mulai Kemarau? ini Kata BMKG
Sejumlah daerah di Jawa Timur mengalami suhu maksimum mencapai hingga 36 derajat Celcius. Apa penyebabnya?
Ringkasan Berita:
- BMKG mencatat suhu maksimum di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Jawa Timur, mencapai 36 hingga 37,1 derajat Celsius pada periode 11–13 Mei 2026.
- Penyebab cuaca terasa panas akibat berkurangnya tutupan awan yang membuat pemanasan permukaan lebih intens.
- Meski cuaca terasa lebih panas, kondisi tersebut tidak selalu menandakan musim kemarau.
TRIBUNJATIM.COM - Kondisi cuaca di Indonesia, termasuk Jawa Timur beberapa hari terakhir menunjukkan dinamika khas masa peralihan musim.
Sejumlah daerah di Jawa Timur mengalami suhu maksimum mencapai hingga 36 derajat Celcius.
Dilansir laman resminya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat pada periode 11 hingga 13 Mei 2026, suhu maksimum mencapai 36,0 derajat Celsius hingga 37,1 derajat Celsius.
Suhu ini terpantau di beberapa wilayah Indonesia seperti Sumatera Utara, Kalimantan Timur, dan Jawa Timur.
Baca juga: Ramalan Cuaca Jatim Jumat 15 Mei 2026, Sejumlah Wilayah Mulai Dilanda Hujan
Penyebab Cuaca Lebih Terasa Panas
Dikutip dari kompas.tv, cuaca yang terasa lebih panas tersebut diakibatkan oleh berkurangnya tutupan awan sehingga pemanasan permukaan berlangsung lebih intensif.
Meski suhu udara terasa lebih panas, BMKG menjelaskan kondisi tersebut tidak selalu menandakan cuaca kering.
Pada wilayah dengan kelembapan udara yang masih tinggi, pemanasan kuat justru dapat memperkuat aktivitas konvektif yang memicu pembentukan awan hujan pada sore hingga malam hari.
Kondisi itu terlihat dari masih terjadinya hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat di sejumlah daerah dalam periode yang sama.
BMKG mencatat curah hujan harian cukup signifikan terjadi di beberapa wilayah, antara lain Sulawesi Barat sebesar 139,0 mm per hari, Sulawesi Tenggara 81,4 mm per hari, Papua Barat 80,0 mm per hari, Papua Tengah 71,0 mm per hari.
Kemudian Sumatera Barat 70,9 mm per hari, Kalimantan Barat 66,3 mm per hari, Papua Pegunungan 62,4 mm per hari, serta Kalimantan Tengah 57,4 mm per hari.
Baca juga: Cuaca Panas, Lahan Tebu di Kediri Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp15 Juta
Potensi Hujan
Menurut BMKG, peningkatan potensi hujan tersebut dipengaruhi oleh aktifnya sejumlah fenomena atmosfer yang bekerja secara bersamaan di wilayah Indonesia.
Beberapa di antaranya adalah Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Rossby Ekuatorial, Gelombang Kelvin, dan Mixed Rossby-Gravity (MRG).
Selain itu, keberadaan sirkulasi siklonik di beberapa wilayah turut mendukung pembentukan awan konvektif yang lebih intens sehingga meningkatkan peluang terjadinya hujan signifikan di berbagai daerah.
Baca juga: Penjelasan BMKG soal Fenomena Langka Langit Dihiasi Awan Warna-warni Seperti Pelangi
Waspada Cuaca yang Berubah-ubah
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi secara cepat.
Terutama potensi hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang pada sore hingga malam hari di masa peralihan musim seperti saat ini.
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews Tribunjatim.com
| Rekomendasi Tujuh Tempat Wisata Alam Hits di Magetan, Banyak Spot Foto Instagramable dan Wahana Seru |
|
|---|
| Lima Destinasi Wisata Sejarah Surabaya yang Menyimpan Kisah Heroik Perjuangan Bangsa |
|
|---|
| Apa itu Empat Pilar MPR RI? Viral usai Juri Salahkan Jawaban Benar Siswa Lomba Cerdas Cermat |
|
|---|
| Profil Timnas Irak, Comeback Bersejarah Singa Mesopotamia Setelah Absen 40 Tahun di Piala Dunia |
|
|---|
| Tiket Kereta Libur Panjang Masih Tersedia, KAI Daop 8 Surabaya Sediakan Lebih dari 23 Ribu Kursi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/penyebab-cuaca-Jatim-terasa-lebih-panas-sampai-tembus-36-derajat.jpg)