Hikmah Ramadan 2025
Merawat Kemabruran Puasa, Dari Self-Love ke Selfishness
Self-love biasa juga disebut dengan saint-love atau unconditional love karena cintanya betul-betul tanpa pamrih.
Self-love bisa merasakan kepuasan sejati di dalam dirinya, terutama kalau dia mampu berbagi dengan orang lain.
Dia bisa merasakan kebahagiaan terlebih dahulu sebelum memberikan kebahagiaan kepada orang lain.
Dengan demikian, sedikit atau banyak tidak menjadi penentu kebahagiaan dan kepuasan, tetapi ukurannya kekayaan dan kepuasan jiwa.
Sama dengan bahasa agama Islam: Al-Gina gina al-nafs (kekayaan sejati ialah kekayaan jiwa).
Berbeda dengan selfishness yang sesungguhnya sudah menjurus kepada keserakahan dan kelainan jiwa.
Keserakahan yang diperparah dengan penyakit kelainan jiwa inilah yang melahirkan kapitalisme.
Orang-orang yang serakah dalam sistem kapitalisme semakin parah karena kehidupan konsumerisme sudah dipicu dan dirangsang oleh iklan bermacam-macam.
Karena itu, masyarakat kapitalis tidak pernah selesai berkonsumsi.
Konsumerisme sudah merupakan gaya hidup, atau kebudayaan bagi kaum selfishness.
Jika kita melakukan pembiaran terhadap gaya hidup selfishness ini, maka cepat atau lambat martabat kemanusiaan akan jatuh ke titik nadir.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Menteri-Agama-RI-KH-Nasaruddin-Umar-melakukan-sesi-wawancara-khusus.jpg)