Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Viral

Sosok Thaksin Sinawatra, Eks PM Thailand Jadi Penasihat Danantara, Pernah Dikudeta Militer

Thaksin Shinawatra, Eks Perdana Menteri Thailand yang kini menjadi anggota Dewan Penasihat Danantara. Thaksin ditunjuk sebagai bagian kepengurusan

Editor: Torik Aqua
Instagram @prabowo
PENASIHAT DANANTARA - Thaksin Shinawatra ditunjuk menjadi anggota Dewan Penasihat Danantara. Presiden terpilih Prabowo Subianto dan mantan Perdana Menteri Thailand Thaksin Shinawatra. Keduanya bertemu dan makan malam bersama di Bangkok, Thailand. Momen itu diunggah dalam Instagram resmi Prabowo, @prabowo, Sabtu (7/9/2024). 

TRIBUNJATIM.COM - Sosok Thaksin Shinawatra, Eks Perdana Menteri Thailand yang kini menjadi anggota Dewan Penasihat Danantara.

Thaksin ditunjuk sebagai bagian kepengurusan Danantara.

Penunjukan ini disampaikan oleh CEO BPI Danantara sekaligus Menteri Investasi Rosan Roeslani di Menara CIMB Niaga, Jakarta, Senin (24/3/2025).

"Alhamdulillah kami berhasil untuk meyakinkan mereka. Mereka adalah tim yang menurut kami telah melalui seleksi ketat kami dibantu head hunter," ujar Rosan, diberitakan Kompas.com, Senin.

Baca juga: Daftar Lengkap Nama Pengurus Danantara, Jokowi dan SBY Masuk Jajaran Dewan Pengarah

Rosan mengaku orang-orang yang masuk kepengurusan Danantara juga sudah melalui tahap wawancara.

Thaksin Shinawatra menjadi anggota Dewan Penasihat Danantara bersama empat tokoh lain, yakni Raymond Thomas Dalio, Helman Sitohang, Jeffrey Sachs, dan Chapman Taylor.

Lantas, seperti apa rekam jejak Thaksin Shinawatra yang kini menjadi penasihat Danantara tersebut?

Kudeta Thaksin Shinawatra dari PM Thailand

Thaksin Shinawatra adalah tokoh politik kawakan di Thailand.

Pria yang lahir pada 1949 itu tercatat mendirikan Partai Thai Rak Thai pada 1998. 

Tak berselang lama, Thaksin berhasil menduduki jabatan sebagai Perdana Menteri Thailand pada 2001, mengalahkan lawan dari Partai Demokrat dengan telak.

Dikutip dari BBC (1/9/2023), dia mendapat banyak suara karena menawarkan biaya medis murah, keringanan utang, membuat kebijakan ekonomi Thaksinomics, serta mampu menangani bencana tsunami 2004.

Namun, dia dikritik gagal menangani flu burung, membuat lebih dari 2.500 orang meninggal saat menindak narkoba, tidak melaporkan seluruh kekayaan, dan tidak menangani kekerasan ke penduduk Muslim.

Meski begitu, Thaksin tetap mendapat dukungan dari para pendukungnya, terutama warga pedesaan Thailand. Partainya terpilih lagi pada pemilihan parlemen 2005.

Tetapi, pada 2006, keluarga Shinawatra menjual saham Thaksin di grup telekomunikasi terbesar Thailand, Shin Corp ke lembaga dana pemerintah Singapura Temasek tanpa pajak. 

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved