Bawa Misi Keberlanjutan, Kopi Nako dan Kompas Hadirkan Daur Baur di Kota Surabaya
Kopi Nako Daur Baur merupakan hasil kolaborasi Kopi Nako dan Kompas yang membawa misi keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Dwi Prastika
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sulvi Sofiana
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Suasana berbeda terasa di gedung yang berada di Jalan Raya Gubeng nomor 98 Kota Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (19/4/2025).
Bangunan yang biasanya menjadi Kantor Harian Kompas tersebut kini telah berubah menjadi bangunan bergaya industrial modern dengan berbagai tatanan bangku dan meja berwarna biru di bagian luar ruangannya.
Warna biru tersebut merupakan bahan daur ulang dari sampah plastik yang telah diolah.
Bahkan salah satu ruangan juga berwarna biru dengan menggunakan bahan daur ulang untuk meja, bangku dan atapnya.
Bangunan tersebut merupakan Kopi Nako Daur Baur, hasil kolaborasi Kopi Nako dan Kompas yang membawa misi keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.
CEO PT Jendela Kuliner Bersama (Kopi Nako), Jayadi Budiman menyampaikan, konsep "Daur Baur" merupakan komitmen nyata mereka terhadap lingkungan.
“Kopi Nako Surabaya dibuat dengan konsep Daur Baur, yaitu semua sampah plastik di outlet Kopi Nako, baik dari sini maupun outlet lain kami tarik dan kami olah kembali. Sampah ini didaur ulang menjadi bangku, meja, atap, hingga pajangan dari apron bekas. Kami punya pabrik di Bogor yang memproses semuanya,” ujarnya.
Lebih dari sekadar tempat ngopi, Kopi Nako ingin menjadi ruang bagi komunitas dan anak muda untuk berkegiatan positif.
Baca juga: Mengenal Kafe Unik di Kota Malang Bernama Gedong Ijen, Ada Bunker Peninggalan Belanda di Bawahnya
“Konsep kami dari awal adalah tempat nongkrong yang nyaman, bisa untuk kerja, bikin event, dan jadi wadah komunitas. Kami juga menyediakan area outdoor karena terinspirasi dari masa pandemi Covid-19, di mana ruang terbuka menjadi pilihan utama masyarakat,” tambah Jayadi.
Menariknya, setiap outlet yang bekerja sama dengan Kompas Gramedia dirancang dengan sentuhan khas media legendaris ini.
“Kami satukan konsep desainnya. Di dalamnya ada atribut Kompas seperti mesin ketik dan pajangan dari potongan koran. Ini jadi pengingat sejarah sekaligus elemen estetika yang kuat,” kata Jayadi.
Menu yang ditawarkan Kopi Nako pun mengangkat kekayaan kuliner lokal.
“Semua makanan dan minuman di sini bertema nusantara. Dari awal kami ingin kopi dan nasi sebagai identitas, dan ini terus kami jaga,” ujar Jayadi.
Rencananya, kolaborasi antara Kopi Nako dan Kompas akan terus diperluas ke kota-kota lain.
Jalan Raya Gubeng
Surabaya
Kantor Harian Kompas
Kopi Nako
Jayadi Budiman
Paulus Tri Agung Kristanto
TribunJatim.com
Berita Surabaya Terkini
Tribun Jatim
berita Jatim terkini
| ASN Wanita Tergeletak di Jalan Kusuma Bangsa Surabaya, Diduga Jadi Korban Jambret |
|
|---|
| Rincian Harta Kekayaan Seskab Teddy Indra Wijaya yang Balas Kritik Dino Patti Djalal Senilai Rp 20 M |
|
|---|
| Terjawab Misteri Masa Depan Gol Getter Arema FC Dalberto, Makin Dekat dengan Klub Brunei Darussalam? |
|
|---|
| Eks Pemain PSG Hanya Bermain 9 Pertandingan di Liga Indonesia Tapi Digaji Rp13 M selama 5 Bulan |
|
|---|
| Gerak Cepat Persela Hadapi Musim 2026/2027, Rekrut Pemain Sesuai Kebutuhan Bima Sakti |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Pembukaan-Kopi-Nako-Daur-Baur-Surabaya-di-Jalan-Raya-Gubeng-nomor-98-surabaya.jpg)