Berita Viral

Pilu Ayah Mertua Tahu Istrinya Dirudapaksa Aipda AD, Heran Kelakuan Menantu: Kenapa Dia Tega

Kini Aipda AD dipecat sebagai polisi dan menjalani proses pidana setelah merudapaksa ibu mertuanya. Sempat ngaku punya bekingan.

Editor: Torik Aqua
Generated by AI
RUDAPAKSA - Gambar menunjukkan seorang pria yang memaksa kehendak perempuan, Jumat (14/2/2025). Kelakuan Aipda AD yang merudapaksa ibu mertua bikin kecewa ayah mertua. 

TRIBUNJATIM.COM - Pilu pengakuan ayah mertua tahu istrinya dirudapaksa oleh sang menantu, Aipda AD.

Diketahui, Aipda AD merupakan polisi yang bertugas di Buton Utara, Sulawesi Tenggara.

Kini Aipda AD dipecat sebagai polisi dan menjalani proses pidana setelah merudapaksa ibu mertuanya.

Di tengah kasus itu, Aipda AD sempat yakin jika dirinya bisa lolos dari sanksi pidana karena kasus tersebut.

Hal itu tak lepas dari pengakuan Aipda AD yang menyebut punya beking dan kebal hukum.

Baca juga: Pantas Aipda AD Berani Bertindak Bejat ke Ibu Mertua, Sempat Ajak ke Kamar, Ngaku Punya Beking

RUDAPAKSA IBU MERTUA - Ilustrasi rudapaksa. Oknum polisi berinisial Aipda AD nekat lakukan aksi bejat ke ibu mertua, dulu pede tak dipecat karena punya beking
RUDAPAKSA IBU MERTUA - Ilustrasi rudapaksa. Oknum polisi berinisial Aipda AD nekat lakukan aksi bejat ke ibu mertua, dulu pede tak dipecat karena punya beking (Pexels/Photo By: Kaboompics.com)

Hal itu disampaikan Kapolres Buton Utara, Kombes Polisi Totok Budi.

Ia mengatakan, Aipda AD mengklaim memiliki 'beking' yang akan melindunginya.

Informasi tersebut didapatkan Totok Budi setelah Aipda AD dijatuhi sanksi berupa pemberhentian tidak dengan hormat atau PTDH.

Kemudian Aipda AD mengajukan banding terhadap putusan sanksi tersebut.

Akan tetapi, Totok Budi dengan tegas menyampaikan bahwa pihaknya akan terus memantau dan memastikan seluruh proses banding Aipda AD berjalan secara objektif dan sesuai dengan prosedur.

“Memang benar yang bersangkutan mengajukan banding. Namun, perkembangan lanjutnya belum kami terima. Kami akan telusuri,” kata Totok Budi, Sabtu (19/4/2025).

Totok juga berkomitmen pada institusinya untuk bersikap tegas terhadap segala bentuk pelanggaran yang dilakukan oleh anggotanya, terlebih lagi pelanggaran tersebut dapat mencoreng nama baik institusi kepolisian.

“Kami tidak akan mentolerir pelanggaran apa pun, apalagi yang mencoreng nama baik institusi."

"Saya selalu menekankan kepada anggota agar menjunjung tinggi integritas dan disiplin,” ucap Totok Budi.

Ia menambahkan bahwa kepolisian harus menjadi contoh penegakan hukum yang bersih dan transparan, termasuk apa bila pelanggar berasal dari internal.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved