Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Terpopuler

JATIM TERPOPULER: Maling Alpukat di Kebun Malang - Pegawai Pabrik di Probolinggo Jadi Korban Begal

Kumpulan berita peristiwa yang terjadi di Jawa Timur (Jatim) tersangkum dalam berita terpopuler Jatim, Selasa 22 April 2025.

Editor: Hefty Suud
KOLASE ISTIMEWA/Polres Malang - Tangkapan video amatir warga
BERITA JATIM TERPOPULER - (foto kiri) Pihak kepolisian melakukan olah TKP di kebun alpukat milik warga Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Senin (21/4/2025), dan (foto kanan) Tangkapan layar korban begal yang merupakan pegawai pabrik. Korban dibegal di Desa Brani Wetan, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo saat hendak pulang. 

TRIBUNJATIM.COM - Kumpulan berita peristiwa yang terjadi di Jawa Timur (Jatim) tersangkum dalam berita terpopuler Jatim, Selasa 22 April 2025.

Berita pertama, tiga orang pria nekat mencuri buah alpukat di kebun milik warga Dusun Supiturang, Desa Bocek, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Minggu (20/4/2025) malam.

Selanjutnya berita pegawai pabrik di Probolinggo jadi korban begal sepulang kerja.

Ada juga berita update kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan dokter Persada Hospital Malang berinisial AY kepada pasiennya, wanita asal Bandung, Jawa Barat, berinisial QAR (31).

Berikut selengkapnya berita terpopuler Jatim hari ini, Selasa (22/4/2025) di TribunJatim.com.

Baca juga: JATIM TERPOPULER: Warga Ponorogo Bawa Keranda Jenazah Lewat Sungai - Ustaz Tulungagung Cabuli Santri

1. Aksi Nekat 3 Pria Gasak Sekarung Alpukat di Kebun Warga Malang, Kepergok Gegara Bawa Mobil Pikap

OLAH TKP - Pihak kepolisian melakukan olah TKP di kebun alpukat milik warga Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Senin (21/4/2025)
OLAH TKP - Pihak kepolisian melakukan olah TKP di kebun alpukat milik warga Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Senin (21/4/2025) (ISTIMEWA/Polres Malang)

Tiga orang pria nekat mencuri buah alpukat di kebun milik warga Dusun Supiturang, Desa Bocek, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Minggu (20/4/2025) malam.

Tak tanggung-tanggung, ketiga pria tersebut mengambil buah alpukat sebanyak 43 kilogram (Kg) senilai Rp 3 juta.

Aksi pencurian buah alpukat ini sempat tersebar di media sosial. Dalam video yang beredar, terlihat warga nampak mengerumuni pencuri tersebut. Diduga, tiga pencuri itu diamuk massa oleh warga karena ketahuan mencuri.

Kasi Humas Polres Malang, AKP Bambang Subinajar mengatakan ketiga pelaku kini telah diamankan.

Mereka adalah ADS (35) warga Kecamatan Tenggilis Mejoyo, Kota Surabaya; BN (47) warga Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro; serta PR (46) warga Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang.

"Ketiga pelaku telah kami amankan untuk proses pemeriksaan lebih lanjut," ujar Bambang, Senin (21/4/2025).

Bambang menjelaskan, aksi pencurian ini terjadi sekira pukul 18.30 WIB. Bermula ketika warga mengetahui aksi mencurigakan dari ketiga pelaku yang masuk ke area kebun menggunakan pikap warna putih. Warga yang curiga kemudian menghubungi pemilik kebun.

Baca selengkapnya

Baca juga: Apotek di Karang Pilang Surabaya Dibobol Maling, Polisi Cari Petunjuk Rekaman CCTV di Sekitar Lokasi

2. Nasib Pegawai Pabrik di Probolinggo Jadi Korban Begal saat Pulang Kerja, Diancam dengan Celurit

KORBAN BEGAL - Tangkapan layar korban begal yang merupakan pegawai pabrik. Korban dibegal di Desa Brani Wetan, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo saat hendak pulang.
KORBAN BEGAL - Tangkapan layar korban begal yang merupakan pegawai pabrik. Korban dibegal di Desa Brani Wetan, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo saat hendak pulang. (Tangkapan video amatir warga)

Aksi begal kembali terjadi di wilayah Kabupaten Probolinggo

Kali ini terjadi di Desa Brani Wetan, Kecamatan Maron, Jawa Timur, pada Minggu (20/4/25) malam.

Pelaku berjumlah dua orang mengendarai sepeda motor itu juga membawa sepeda motor Sri M (35) warga setempat yang hendak pulang ke rumahnya setelah bekerja di salah satu pabrik di wilayah Kota Probolinggo.

Kasatreskrim Polres Probolinggo, AKP Putra Adi Fajar Winarsa mengatakan, peristiwa bermula saat korban berkendara seorang diri saat pulang kerja. 

Sesampainya di Tempat Kejadian Perkara (TKP), ia diberhentikan oleh pelaku.

"Korban langsung diancam dengan celurit untuk menyerahkan sepeda motornya. Karena sendirian dan diancam menggunakan sajam jenis celurit, akhirnya korban menyerahkan sepeda motornya," kata AKP Fajar, Senin (21/4/2025).

Namun hingga kini, lanjut AKP Fajar, korban belum membuat laporan ke pihak kepolisian, baik laporan ke Polsek Maron maupun ke Polres Probolinggo. Hanya saja, kejadian tersebut sudah diselidiki.

"Kemungkinan korban mssih mengalami syok karena diancam dengan clurit oleh pelaku. Tapi kami sudah menyarankan kepada korban untuk membuat laporan," ujarnya.

Baca selengkapnya

Baca juga: Kesal Merasa Ditatap Sinis, Pengamen di Sidoarjo Nekat Bacok Temannya

3. Update Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Dokter di Malang, Polisi Dalami Bukti Rekaman CCTV Rumah Sakit

UPDATE KASUS - Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Yudi Risdiyanto memberikan keterangan terkait update kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan dokter Persada Hospital Malang, Senin (21/4/2025). Diketahui saat ini, pihak kepolisian masih fokus mendalami rekaman CCTV rumah sakit.
UPDATE KASUS - Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Yudi Risdiyanto memberikan keterangan terkait update kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan dokter Persada Hospital Malang, Senin (21/4/2025). Diketahui saat ini, pihak kepolisian masih fokus mendalami rekaman CCTV rumah sakit. (TribunJatim.com/Kukuh Kurniawan)

Polisi masih melakukan penyelidikan terkait kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan dokter Persada Hospital Malang berinisial AY kepada pasiennya, wanita asal Bandung, Jawa Barat, berinisial QAR (31).

Pihak kepolisian masih fokus mendalami rekaman CCTV yang didapat usai mendatangi Persada Hospital Malang pada Sabtu (19/4/2025) kemarin.

"Saat ini, Satreskrim Polresta Malang Kota masih mengecek CCTV Persada Hospital tersebut. Jadi, kami kumpulkan semua karena kejadiannya ini terjadi di tahun 2022 lalu dan kami lakukan proses analisa," ujar Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Yudi Risdiyanto kepada TribunJatim.com, Senin (21/4/2025).

Diketahui, kamera CCTV di Persada Hospital Malang terpasang di beberapa titik dan tidak sampai mencakup area dalam kamar rawat inap.

Hal itu karena faktor kerahasiaan rumah sakit serta menjaga privasi pasien.

Sehingga, area rumah sakit yang terpantau CCTV adalah area publik seperti lobi, bagian lorong dan area Unit Gawat Darurat (UGD).

Sementara, pihak kepolisian masih mendalami rekaman CCTV terkait aktivitas terduga pelaku dokter AY yang mengarah ke lokasi kamar korban QAR.

Baca selengkapnya

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews Tribunjatim.com

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved