Berita Viral

Sosok Aura Cinta, Rumahnya Digusur Malah Ribut Soal Wisuda, Gubernur Dedi Mulyadi: Biasa Anak Muda

Sosok Aura Cinta jadi sorotan usai ragu terima bantuan dari Gubernur Dedi Mulyadi. Rumah digusur, malah protes soal perpisahan sekolah.

Editor: Hefty Suud
KOLASE Tribunnews/Fersianus Waku dan Instagram @iam_auracinta
AURA CINTA - Sosok Aura Cinta viral (foto kanan) di media sosial gegara kritik Gubernur Dedi Mulyadi (foto kiri) soal larangan acara wisuda. Padahal rumahnya baru digusur. Sikapnya saat diberi bantuan Rp10 juta jadi sorotan. 

TRIBUNJATIM.COM - Sosok Aura Cinta viral di media sosial karena keberaniannya kritik Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi

Diketahui, Aura Cinta adalah lulusan SMA Negeri 1 Cikarang Utara yang bercita-cita menjadi mahasiswi Filsafat di Universitas Indonesia. 

Ia dan keluarganya merupakan menjadi salah satu korban penggusuran di kawasan Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. 

Namun yang jadi sorotan adalah Aura Cinta malah protes soal larangan acara wisuda untuk perpisahan sekolah.

Di samping itu, Aura Cinta mengkau keluarganya masih membutuhkan bantuan uang, setelah rumahnya digusur. 

Sikap Aura Cinta saat diberi bantuan Rp10 Juta oleh Dedi Mulyadi pun banjir komentar pedas dari warganet alias netizen. 

Bantuan itu sejatinya berasal dari program CSR Bank BJB, ditujukan agar warga yang digusur bisa menyewa rumah sementara.

Untuk diketahui, Aura Cinta viral gegara protes kebijakan Gubernur Dedi Mulyadi, soal larangan perpisahan sekolah. 

Bukan untuk dirinya sendiri, tapi demi adiknya yang ingin mengikuti momen perpisahan bersama teman-temannya.

Ibunya pun mendukung, bahkan siap merogoh kocek jutaan demi anaknya bisa mengikuti acara tersebut.

Namun di mata Dedi, situasi ini tampak ironis.

"Jadi kan saya melihat pemandangan jadi aneh buat ngontrak rumah aja gak punya ini masih ngurusin pengen wisudaan sama perpisahan," ujar Dedi Mulyadi dengan nada heran.

Baca juga: Sindir Sosok Dedi Mulyadi Youtuber atau Gubernur, Razman Mewakili GRIB Jaya: Selalu Cuap-cuap

Menurut Dedi, pemerintah Kabupaten Bekasi memang tak menyediakan uang ganti rugi untuk penggusuran ini. Tapi ia pribadi tetap mendorong adanya bantuan sebagai bentuk empati kemanusiaan.

"Saya ini karena faktor kemanusiaan aja. Saya tidak akan membantu orang yang digusur karena menggunakan tanah negara karena itu salah. Saya bantu orang yang hari ini tidak punya uang untuk bayar kontrakan. Tapi saya juga gak akan bantu orang yang bayar kontrakan gak punya tapi speak up pengen ada wisuda pengen ada perpisahan," tegasnya.

Orang tua Aura, yang berasal dari Solo, menyampaikan bahwa video kritik soal larangan perpisahan sekolah hanyalah pembuka untuk menyoroti persoalan utama: penggusuran rumah mereka.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved