Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Viral

Sosok Frengky Monim Sebarkan Ajaran Sesat Mengaku Tuhan, 20 Pengikut Disuruh Ibadah Tanpa Busana

Frengky menyuruh pengikutnya telanjang ketika akan beribadah. Sementara, ketika beribadah tak boleh menggunakan alat penerangan.

Editor: Torik Aqua
TRIBUNPAPUA.COM/IST
MENGAKU TUHAN - Viral video pria gondrong bertelanjang dada mengaku sebagai Tuhan. Dia disebut memiliki pengikut sebanyak 20 orang. Selain itu, pria bernama Frengky Monim itu turut memerintahkan pengikutnya beribadah dengan bertelanjang dan melakukan hubungan seksual setelahnya. Kini, dia disebut kabur bersama pengikutnya ke Sorong. 

Namun, Umar menegaskan segala bentuk aktivitas aliran sesat yang dipimpin Frengky sudah tidak ada di Jayapura.

"Tidak ada korban, ada masyarakat yang sekitar ini yang ikut, iming-iming tidak ada juga. Kalau di fotonya sudah umuran. Saat ini sudah tidak ada aktivitas, pondoknya yang masih ada," katanya.

Lebih lanjut, Umar memerintahkan jajarannya agar menumpas segala bentuk ajaran sesat di Jayapura.

"Saya minta kapolsek langsung tindak tegas," ujarnya.

Sementara itu, kisah aliran sesat lainnya juga pernah terjadi di Maluku.

Warga dibuat resah dengan adanya aliran sesat yang bertentangan dengan agama Islam.

Aliran sesat itu menyebut harga tiket ke surga Rp 7 juta hingga Rp 15 juta dan ubah kalimat syahadat.

Aktivitas kelompok tarekat ini pun dihentikan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku.

Melansir dari Kompas.com, kelompok tersebut dipimpin oleh La Bandunga.

Aliran ini mengajarkan bahwa ibadah seperti shalat lima waktu, puasa, dan pembayaran zakat tidak perlu dilakukan.

Kelompok ini juga memiliki kitab yang mereka sebut "Perisai Diri," di mana terdapat perubahan pada surat Al Fatihah dan beberapa surat lainnya dalam Al Quran, serta modifikasi pada kalimat syahadat.

Sekretaris MUI Kabupaten Seram Bagian Barat, Syuaib Pattimura, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pertemuan dengan empat pimpinan tarekat tersebut, difasilitasi oleh aparat kepolisian setempat pada Rabu (9/4/2025).

"Dari hasil pertemuan di Polres, pemahaman mereka sangat menyimpang dari pokok ajaran Islam," kata Syuaib, Jumat (11/4/2025).

Ia juga mengungkapkan bahwa dalam pertemuan tersebut, ia mempelajari isi kitab kelompok itu dan menemukan banyak hal yang melenceng dari ajaran Islam.

"Mereka memiliki buku panduan bernama 'Perisai Diri' di dalamnya terdapat perubahan surat Al Fatihah, surat Al Ikhlas, dan kalimat syahadat," ungkap Syuaib.

Baca juga: Aliran Sesat Ajak Pengikut Naik Haji ke Gunung dan Dilarang Bangun Rumah, Sosok Pemimpinnya Wanita

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved