Berita Viral
Roffy Sopir Truk Tak Terima Dipalak Preman Rp300 Ribu, Mendadak Diadang Motor di Jalan Lalu Dianiaya
Tengah viral di media sosial cerita sopir truk dipalak preman Rp 300 ribu. Sopir yang mengalami itu bernama Roffy.
Penulis: Ani Susanti | Editor: Mujib Anwar
TRIBUNJATIM.COM - Tengah viral di media sosial cerita sopir truk dipalak preman Rp 300 ribu.
Sopir yang mengalami itu bernama Roffy.
Ia mengalami pemalakan saat melintas di Bandar Lampung pada Sabtu, 10 Mei 2025.
Roffy pun merekam aksi preman tersebut lalu mengunggah videonya ke Facebook.
Dalam video berdurasi 14 detik yang diunggahnya, terlihat seorang pengendara sepeda motor berhenti di tepi jalan, tepat di depan truk yang dikemudikannya.
Pengendara yang mengenakan kemeja kotak-kotak merah dan celana pendek putih itu tampak agresif.
Dia kemudian mencabut sebilah badik dari balik pinggangnya dan mendekati truk Roffy.
Saat dihubungi pada Kamis, 15 Mei 2025, Roffy menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi di Jalan Untung Suropati, Kecamatan Labuhan Ratu, sekitar pukul 11.00 WIB.
"Benar, Mas. Saya yang merekam, buat ngasih tau ke sopir-sopir lain," ujarnya, melansir dari Kompas.com.
Baca juga: Pantas Pria Untung Rp7 Juta Per Bulan Usai Gabung Ormas, Palak Parkir, Kini Terancam Penjara 9 Tahun
Roffy menceritakan kronologi kejadian tersebut.
Ia melintas di Jalan Untung Suropati menuju Jalan RA Basyid ketika tiba-tiba pelaku mengadang laju truknya dan marah-marah.
Roffy mengaku tidak mengetahui penyebab kemarahan pelaku, bahkan menegaskan bahwa ia tidak sengaja menyenggol sepeda motor pelaku.
"Saya awalnya kurang tahu juga. Pas mobil saya lewat, tiba-tiba ngehalangin mobil," katanya.
Setelah menghentikan kendaraannya, Roffy terkejut ketika pelaku mengeluarkan badik dan meminta uang sebesar Rp 300.000.
"Dia lalu masuk mobil, minta uang Rp 300.000," tambahnya.
Ketika Roffy menolak memberikan uang, pelaku menjadi semakin emosional dan melakukan tindakan kekerasan dengan menampar leher dan dada Roffy.
"Sempat nonjok, nampar leher. Dia masuk lewat pintu kiri," jelasnya.
Baca juga: 2 Preman Pasar Palak Pedagang Sayur Minta Rp5 Ribu, Acak-acak Lapak, Sebulan Bisa Dapat Rp4,5 Juta
Roffy berharap pihak kepolisian segera menindak pelaku yang meresahkan para sopir truk di jalan tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada komentar resmi dari Kepala Satreskrim Polresta Bandar Lampung, AKP Dhedi Ardi Putra, mengenai insiden premanisme ini.
Sementara itu, sebelumnya kepolisian menangkap 9 pelaku premanisme berkedok ormas yang beroperasi di wilayah Kota dan Kabupaten Bogor, Jawa Barat, selama sebulan terakhir.
Kesembilan tersangka ini beraksi melakukan pungutan liar (pungli), pemerasan, hingga perampasan kendaraan.
Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro mengatakan, para tersangka ditangkap di beberapa lokasi berbeda di Kota dan Kabupaten Bogor.
Mereka terbagi dalam dua kelompok dan masing-masing beroperasi di wilayah Bogor Raya.
"Mereka terlibat perampasan kendaraan dengan modus mengaku sebagai pihak leasing atau mata elang. Tidak hanya itu, sebagian pelaku juga terbukti melakukan pungutan liar terhadap pedagang kaki lima di wilayah Kota dan Kabupaten Bogor," kata Rio.
Lebih lanjut, Rio menjelaskan bahwa pelaku lainnya melakukan pungutan liar terhadap pedagang kaki lima atau PKL yang sedang berjualan di wilayah Kota dan Kabupaten Bogor.
Aksi pungli tersebut dilakukan dengan mengatasnamakan kelompok paguyuban atau ormas di Bogor Raya.
Mereka menarik uang Rp 5.000 per hari untuk alasan keamanan.
"Aksi pungli dilakukan oleh pelaku yang mengatasnamakan kelompok (ormas). Mereka menarik uang secara paksa dari pedagang sebesar Rp 5.000 per hari. Dari kegiatan ini, para pelaku mengantongi total lebih dari Rp 40 juta selama satu tahun terakhir," ungkapnya.
Sementara itu, pelaku perampasan kendaraan menggunakan modus mengaku sebagai pihak leasing atau mata elang (debt collector).
Mereka memepet dan menghentikan pengendara atau korbannya sambil menunjukkan data-data ilegal.
Korban lalu dipaksa menandatangani surat serah terima kendaraan.
Baca juga: Penghasilan Rp 40 Juta, Preman Berkedok Ormas Puas saat Tarik Uang Pedagang, Sehari Diminta Rp 5000
Setelah kendaraan berhasil dirampas, pelaku menyimpan unit hasil rampasan di gudang yang tersebar di wilayah Gunung Putri dan Bogor Utara.
Dari tangan para pelaku, polisi menyita 109 unit kendaraan roda dua (R2) dan 1 unit kendaraan roda empat (R4).
Rinciannya, 82 unit R2 diamankan dari wilayah hukum Polres Bogor, serta 26 unit R2 dan 1 unit R4 dari wilayah hukum Polresta Bogor Kota.
Aksi ekstrem palak pedagang juga dilakukan berikut ini.
Pemalakan terjadi di kawasan Pasar Baru, Jalan Ir H Juanda Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Kamis (3/4/2025).
Berdasarkan video yang diterima Tribun Bekasi, dua preman tersebut melakukan pemalakan dengan meminta nominal berkisar Rp2.000-5.000.
Mereka akan memarahi pedagang sayur yang tengah dipalak jika tidak memberikan uang.
Bahkan terlihat juga dalam video, kedua preman tersebut menendang sejumlah sayuran milik pedagang yang dipalak.
"Maaf iya pak, maaf, maafin kami," kata pedagang yang dipalak dalam video.
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com
sopir truk dipalak preman Rp 300 ribu
Bandar Lampung
pemalakan
premanisme
viral di media sosial
TribunJatim.com
Tribun Jatim
Sering Bolos Ngajar, Guru SD Ternyata Jahit Baju di Rumah, Ortu Ngeluh Siswa Telantar |
![]() |
---|
Isi Menu MBG Penyebab 427 Siswa Keracunan di Lebong, Tak Ada Nasi, Ramai Tuai Kritik Warga |
![]() |
---|
Prabowo Ngaku Malu usai Tahu Noel Ebenezer Jadi Tersangka KPK: Kadang-kadang Ngeri Juga |
![]() |
---|
Apes Pria Diduga Culik Bocah Pakai Sepeda, Ngaku Khawatir, Rumahnya Dirusak Warga yang Ngamuk |
![]() |
---|
Tantiem Komisaris BUMN Dihapus Presiden, Prabowo Heran Perusahaan Rugi Malah Repot Bagi Bonus |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.