Berita Viral
Dedi Mulyadi Nyaris Nangis Dengar Cara Mak Rasi Bertahan Hidup, Akhirnya Kini Dinafkahi Gubernur
Dedi Mulyadi dibuat menangis mendengar cerita Mak Rasi yang bertahan hidup dengan membantu hajatan orang-orang di kampung, dilakukan agar dapat makan.
Penulis: Ignatia | Editor: Mujib Anwar
TRIBUNJATIM.COM - Air mata Gubernur Jawa Barat seolah bakal tumpah ketika mendengar seorang wanita lansia bernama Mak Rasi bercerita.
Dedi Mulyadi atau akrab disapa KDM itu sedang mengikuti acara di Lapangan Bola Putra Mina di Desa Dadap, Kecamatan Juntinyuat, Indramayu.
Ia kemudian bertemu dengan Mak Rasi yang menceritakan tentang kehidupannya.
Melansir dari Instagram Dedi Mulyadi, Mak Rasi diajak naik ke atas panggung oleh sang gubernur.
Kepada Dedi Mulyadi, Mak Rasi mengaku tinggal sendiri di rumah karena anak-anaknya sudah berkeluarga, sementara suami meninggal dunia.
Mak Rasi diketahui memiliki 5 orang anak, 4 di antaranya sudah menikah, sedangkan anak bungsunya merantau ke Jakarta.
Di Jakarta, anak bungsu Mak Rasi yang bernama Nurhayati sedang menempuh pendidikan kuliah.
Namun ia menyambi menjadi Asisten Rumah Tangga (ART) untuk membiayai kuliahnya.
Dari gajinya itu, Nurhayati bisa membayar biaya kuliah tanpa merepotkan Mak Rasi.
Bahkan Mak Rasi sesekali masih mendapat kiriman uang dari Nurhayati sebanyak Rp 200 - 300 ribu per bulan.
Baca juga: Dulunya sempat Dijodoh-jodohkan, Ayu Ting Ting Diberi Pilihan Dedi Mulyadi ke Barak Militer atau KUA
"Kadang-kadang ngasih 200 300, sisanya buat uang kuliah? Hebat," komentar Dedi Mulyadi.
Namun terkadang, anaknya tak bisa mengirim uang untuk Mak Rasi karena keterbatasan.
Seperti baru-baru ini anaknya memberi kabar agar Mak Rasi tidak meminta uang terlebih dahulu karena akan digunakan untuk biaya kuliah.
Jika sudah begitu, Mak Rasi tak bisa berbuat banyak, apalagi memaksa Nurhayati agar tetap mengirim uang.

Apalagi tujuan Nurhayati merantau ke daerah orang adalah untuk melanjutkan pendidikan tinggi.
Alhasil, Mak Rasi harus berusaha sendiri mencari cara agar bisa makan.
Mak Rasi mengaku, biasanya suka membantu masak-masak di hajatan orang.
Jika sudah selesai, Mak Rasi bisa mendapatkan makanan dari hasil kerja kerasnya.
“Kadang-kadang ngobeng (ikut bantu masak) di orang hajat, nanti dikasih makanan,” ujarnya.
Mendengar itu, Dedi Mulyadi pun berinisiatif memberi sejumlah uang untuk Mak Rasi.
Ia juga meminta Mak Rasi sampaikan ke sang anak untuk tak usah memberikannya kiriman uang lagi.
Baca juga: Isi Surat Ibu Tega Buang Bayinya Sendiri, Malam-malam Tergeletak di Depan Rumah Warga: Maaf, Tuhan
Sehingga gaji ART Nurhayati bisa sepenuhnya digunakan untuk biaya kuliahnya.
"Nurhayati nggak usah kirim uang lagi untuk ibu. Biarin aja buat bekel kuliahnya biar kuliahnya selesai," kata Dedi Mulyadi.
"Ibu mah nggak usah nungguin dari Nurhayati, dari saya saja ya," katanya lagi sambil mengeluarkan sejumlah uang yang cukup banyak.
Menurut Dedi Mulyadi, uang yang diberikannya cukup untuk satu tahun apabila Nurhayati setiap bulan memberikan Rp500.000.
"Makasih pak makasih," ucap Mak Rasi.
Tak hanya itu, Dedi Mulyadi juga akan memberikan Mak Rasi obat untuk penyakitnya.
Baca juga: Nongkrong dan Ngopi di Kafe, Mahasiwa Asal Malang Tewas Ditikam, Polisi Buru Pelaku
Mak Rasi bercerita bahwa ia memiliki penyakit gula, penyakit yang sama seperti almarhum suaminya.
"Nanti saya kasih obat, ibu minum rutin, nanti sembuh penyakit gulanya," kata Dedi Mulyadi.
Ia juga mendoakan Nurhayati lancar kerja dan kuliahnya agar bisa menjadi manager seperti yang diharapkan Mak Rasi.
Pemberian Dedi Mulyadi ini lantas membuat Mak Rasi menangis terharu.
Ia sampai tak kuat berdiri hingga Dedi Mulyadi merangkul Mak Rasi yang terus menangis.
"Ibu yang sehat, doain Nurhayati kuliahnya lancar, kelar, bisa jadi manager sesuai dengan harapan," ucapnya.

Ibu-ibu lainnya dibuat menangis dengan bantuan Dedi Mulyadi.
Seorang ibu menangis diberi bantuan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Ini setelah dirinya menceritakan perjuangan anaknya yang kuliah sambil kuliah.
Kisah anak tersebut diungkap oleh ibunya saat bertemu dengan Dedi Mulyadi dalam acara sapa warga itu berlangsung di Lapangan Bola Putra Mina di Desa Dadap, Kecamatan Juntinyuat, Indramayu, Rabu (14/5/2025) malam.
Awalnya, Dedi meminta seorang ibu untuk naik ke atas panggung ikut menghibur warga dengan berjoget diiringi musik tarling Pantura.
"Bapak Ibu semuanya, Indramayu itu warganya tangguh, kokoh, dan kuat. Hari ini saya melihat ada sebuah peristiwa di mana anaknya menjadi pembantu di Jakarta tapi menyempatkan diri untuk kuliah, ini luar biasa,” ujar Dedi Mulyadi, dilansir dari Tribun Jabar, via Tribun Sumsel.
Setelah itu, Dedi bertanya apakah ibu tersebut memiliki anak.
Baca juga: Anaknya Kuliah Nyambi Jadi ART, Ibu Nurhayati Nangis Dapat Sumbangan Rp20 Juta, Dedi Mulyadi: Kuat
“Punya lima,” jawab sang ibu.
“Sudah kawin?” tanya Dedi dan dijawab sudah.
“Lah Emak dengan siapa di rumah?” tanya Dedi lagi. Ibu tersebut lalu menjawab sendirian di rumah.
Secara spontan, ibu itu lalu memberi tahu kepada Dedi bahwa anak bungsunya sekarang ini sedang kuliah di Jakarta.
Ia juga dengan penuh rasa bangga memberi tahu nama anaknya tersebut ke Dedi.
“Namanya Nurhayati. Kuliah sudah tiga tahun,” ujar dia.
Saat ditanya biaya kuliah, ibu itu pun bercerita anaknya mencari uang sendiri demi bisa kuliah dengan menjadi pembantu di Jakarta.
Setelah menyampaikan itu, ibu tersebut kembali bercerita bahwa dirinya habis nangis sebelum datang ke acara Dedi.

Alasannya anaknya sekarang sedang sakit tapi tidak diizinkan pulang oleh majikannya.
Seolah tak percaya, Dedi kembali memastikan apakah benar anak ibu itu jadi pembantu tapi sambil kuliah.
“Iya,” jawab ibu tersebut.
“Suka ngasih kabar ke Ibu?” tanya Dedi lagi.
“Ngasih kabar, kemarin saja katanya, 'Mimi (ibu) jangan minta uang dulu saya buat bayaran (kuliah)',” ujar sang ibu menirukan ucapan anaknya.
“Biasanya suka ngirim ke Ibu?” tanya Dedi.
“Iya, kadang suka Rp 200 ribu, Rp 300 ribu sebulan,” jawab sang ibu.
Dedi tampak terharu mendengar cerita tersebut.
Ia bahkan menyebut anak ibu itu anak yang hebat.
Walau bekerja sebagai pembantu, tapi tetap berjuang meraih mimpi dengan kuliah dan uang gajinya sebagian juga digunakan untuk menghidupi sang ibu di kampung.
Baca juga: Pengakuan ART Tampar Majikan, Teriak-teriak Gegara Tak Mau Pekerjaannya Diatur, Kini Minta Maaf
Tidak berhenti di situ, Dedi juga menanyakan bagaimana ibu tersebut makan jika anaknya tidak kirim uang.
“Kadang-kadang ngobeng (ikut bantu masak) di orang hajat, nanti dikasih makanan,” ujarnya.
Dedi pun meminta agar Nurhayati tak lagi usah kirim uang untuk ibunya.
Gajinya tersebut biar saja untuk membayar kuliah hingga lulus sarjana.
Gubernur Jabar tersebut lalu memberi bekal untuk ibu itu untuk kebutuhan sehari-harinya.
Dedi juga meminta agar sang ibu selalu mendoakan anaknya agar kuliahnya lancar dan pekerjaannya juga lancar.
“Makasih, Pak, makasih,” ucap ibu tersebut.
Saat itu sang ibu berkerudung itu langsung menangis terduduk.
Baca juga: Tangis Anak Korban Tragedi Bom Garut, Curhat ke Gubernur Dedi Mulyadi: Bapak Saya Tidak Mulung
Dedi Mulyadi
Mak Rasi
Dinafkahi Gubernur Jawa Barat
Bertahan hidup
Cianjur
berita viral
TribunJatim.com
Masih Ingat Nenek Reja Tertatih Datangi Sidang Didakwa Rugikan Rp718 M? Divonis Bebas di Usia 93 |
![]() |
---|
Kondisi Keluarga Kacab Bank BUMN yang Ditemukan Tewas Diikat di Sawah, Istri Ilham Pradipta Trauma |
![]() |
---|
Ucapannya 'Orang Tolol Sedunia' Viral, Ahmad Saroni Tolak Tantangan Debat Salsa Erwina: Gak Ladenin |
![]() |
---|
Pak RT Laporkan Ketua RW Gara-gara Tiang Provider, Emosi Disebut Terima Uang Kompensasi Rp6 Juta |
![]() |
---|
Sosok Valentina Gomez, Caleg AS Kampanye Bakar Al Quran, Viral di Media Sosial: Ini Korek Api |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.