RPH Surabaya Terima 97 Permintaan Pemotongan Sapi pada Idul Adha 2025, Segini Harga Layanannya

Dua minggu jelang Idul Adha 2025, RPH Surabaya telah menerima 97 permintaan pemotongan sapi, segini harga layanannya.

Tayang:
Istimewa/TribunJatim.com
RPH (Arsip) - Suasana pemotongan hewan di PD Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya, 2023. Dua pekan menjelang Idul Adha 2025, RPH menerima 97 permintaan pemotongan hewan sapi, Selasa (20/5/2025). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Bobby Constantine

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Perusahaan Daerah (PD) Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya telah menerima sejumlah permintaan jasa potong hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha 1446 H/2025 M.

Dua pekan menjelang Idul Adha, RPH menerima 97 permintaan pemotongan hewan sapi. 

"Untuk jasa potongnya, kami sudah menerima 97 permintaan untuk pemotongan pada 10, 11, 12, dan 13 Dzulhijjah atau sekitar tanggal 6, 7, 8, dan 9 Juni 2025. Jadi, sudah inden," kata Direktur Utama RPH Surya, Fajar A Isnugroho saat dikonfirmasi di Surabaya, Selasa (20/5/2025).

Menurut Fajar, jumlah tersebut bisa terus bertambah menjelang hari H.

Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemkot Surabaya tersebut menargetkan dapat menerima sekitar 180 permintaan jasa potong.

"Tahun lalu, kami menerima 172 ekor untuk pemotongan sapi. Tahun ini, kami targetkan dapat meningkat sebesar 5 persen," kata Fajar. 

Sebagai persiapan, RPH Surabaya memastikan juru sembelih halal (Juleha).

"Salama ini kami banyak menerima permintaan jasa potong yang sebelumnya pernah memotong di RPH. Tahun ini, ada 7 orang Juleha yang kami disiapkan di RPH," kata Fajar. 

Ada berbagai keuntungan memotong hewan kurban di RPH. Baik dari sisi kesehatan, kehalalan, efisiensi, dan pengelolaan lingkungan.

Proses pemotongan dilakukan di tempat yang bersih dan sesuai standar sanitasi akan memastikan daging terhindar dari kontaminasi tanah, debu, atau limbah seperti di pemotongan terbuka.

Baca juga: Padahal Sapinya Dibeli Prabowo Rp100.000.000 Buat Kurban, Pemilik sempat Keberatan, Tiap Hari Ngelus

Dengan melibatkan Juleha, RPH memastikan pemotongan dilakukan sesuai syariat islam (halal).

"Juleha di RPH merupakan tenaga-tenaga terlatih dan berpengalaman sesuai syariat agama," kata Fajar. 

RPH juga melibatkan dokter hewan yang akan melakukan pemeriksaan ante-mortem (sebelum potong) dan post-mortem (setelah potong).

Sebagai antisipasi, sapi yang sakit atau tidak layak kurban bisa langsung diketahui sebelum disembelih.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved