Idul Adha 2025

PCNU Jombang Jelaskan Tata Cara Sembelih Hewan, Pastikan Kurban Sah dan Halal

Menjelang perayaan Idul Adha 1446 Hijriah, PC LKKNU) Jombang menggelar pelatihan khusus bagi para juru sembelih halal

Penulis: Anggit Puji Widodo | Editor: Samsul Arifin
TribunJatim.com/Anggit Puji Widodo
SEMBELIH HEWAN KURBAN - Ilustrasi Pelatihan Khusus Juru Sembelih Hewan di Kabupaten Jombang yang Digelar oleh PCNU Kabupaten Jombang di Kantor PCNU Jombang, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, Jawa Timur pada Sabtu (31/5/2025). Jelaskan tata cara sembelih hewan agar sah bagi para juru sembelih hewan.  

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Anggit Puji Widodo

TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Menjelang perayaan Idul Adha 1446 Hijriah, Pengurus Cabang Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (PC LKKNU) Jombang menggelar pelatihan khusus bagi para juru sembelih halal. 

Kegiatan ini berlangsung di Aula Gedung PCNU Jombang, Gambiran, Mojoagung, pada Sabtu (31/5/2025), dengan menghadirkan praktisi dari Halal Institute, Widodo Wahyudi.

Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya PC LKKNU Jombang untuk memastikan pelaksanaan ibadah kurban berjalan sesuai syariat Islam, baik dari sisi teknis penyembelihan hingga pemilihan hewan yang layak.

Dalam pemaparannya, Widodo menegaskan bahwa sah atau tidaknya kurban tidak hanya bergantung pada kondisi hewan, tetapi juga sangat ditentukan oleh kompetensi penyembelih, alat yang digunakan, serta prosedur penyembelihan yang tepat.

“Ada empat aspek utama yang harus diperhatikan: hewan kurban, penyembelih, alat, dan tata cara penyembelihan. Semuanya harus sesuai syariat agar kurban sah dan halal,” ucapnya saat dikonfirmasi kembali pada Senin (2/6/2025). 

Baca juga: Menunggu Pemeriksaan Kesehatan, Pedagang Hewan Kurban di Kota Malang Lakukan Langkah ini

Ia menyebutkan, hewan kurban harus dalam kondisi sehat, cukup umur, tidak cacat, serta bebas dari penyakit. Hewan jantan juga lebih diutamakan untuk dijadikan kurban.

Sementara itu, penyembelih harus memenuhi syarat sebagai Muslim yang telah baligh dan menguasai teknik penyembelihan sesuai ajaran Islam.

Penggunaan alat juga menjadi poin penting, di mana hanya benda tajam yang diperbolehkan. Alat seperti tulang, kuku, atau gigi dilarang digunakan karena dianggap najis atau tidak layak.

Baca juga: Jadwal Puasa Dzulhijjah, Tarwiyah & Arafah 2025, Amalan Jelang Idul Adha Dianjurkan Rasulullah SAW

Widodo juga menjelaskan prosedur penyembelihan yang benar, yaitu memutus tiga saluran vital: saluran napas (hulqum), saluran makanan (mari’), serta dua pembuluh darah utama (al-wajadain).

Posisi hewan saat disembelih sebaiknya menghadap kiblat dan dalam posisi miring ke kiri, agar isi rumen tidak keluar dan menyebabkan najis. Meski demikian, ia menegaskan bahwa posisi bukanlah syarat mutlak. 

"Jika kondisi tidak memungkinkan, yang terpenting adalah terpenuhinya syarat utama penyembelihan," ujarnya.

Baca juga: Bupati Mas Ipin Ajak Kader NU Jadi Juru Sembelih Halal, Siapkan Rantai Pasok Halal di Trenggalek

Widodo pun mengajak para peserta untuk menjadikan ibadah kurban sebagai bentuk persembahan terbaik kepada Allah SWT. “Berikan yang terbaik, mulai dari hewan, cara menyembelih, hingga niatnya,” pungkasnya.

 Pelatihan ini diikuti dengan antusias oleh para anggota Juleha Jombang, sebagai bekal penting menjelang pelaksanaan kurban agar lebih sesuai dengan prinsip halal dan thayyib.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved