Razia Kamar Warga Binaan, Lapas Kelas I Madiun Temukan Alat Masak Rakitan
Petugas Lapas Kelas I Madiun, melaksanakan razia ke sejumlah kamar hunian warga binaan, Sabtu (7/6/2025).
Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Ndaru Wijayanto
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Febrianto Ramadani
TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Petugas Lapas Kelas I Madiun, melaksanakan razia ke sejumlah kamar hunian warga binaan, Sabtu (7/6/2025).
Segala sudut ruangan tidak lepas dari perhatian dari para personil. Setiap kamar dilakukan penyisiran, serta memeriksa satu persatu warga binaan.
Kalapas Kelas I Madiun Andi Wijaya Rivai, mengatakan, hasil razia penertiban kamar menemukan beberapa barang yang tidak sesuai aturan.
Diantaranya kabel kabel listrik tidak standar dan alat masak rakitan. Barang barang tersebut langsung diamankan untuk dimusnahkan.
“Kegiatan ini memastikan tidak ada benda terlarang seperti alat komunikasi, senjata tajam rakitan, maupun barang lain yang tidak sesuai ketentuan,” ujar Andi Wijaya, dalam keterangan tertulis, Senin (9/1/2025).
Baca juga: Momen Haru Warga Binaan Terorisme di Lapas Madiun usai Kantongi Bebas Bersyarat, Siap ke Masyarakat
Ia menegaskan, pengecekan kamar warga binaan, merupakan bagian dari deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan, serta penegakan tata tertib sesuai dengan arahan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.
“Kami tidak ingin memberikan ruang yang dapat mengganggu stabilitas serta proses pembinaan yang sedang berjalan,” tegasnya.
Penertiban ini, lanjut Andi, tidak hanya menegakkan aturan, tetapi juga demi keselamatan bersama. Pihaknya mengajak seluruh warga binaan untuk ikut serta menjaga lingkungan hunian tetap aman dan kondusif.
Baca juga: Manfaatkan Lahan Sempit, Warga Binaan Lapas Blitar Panen Sawi 80 Kg
“Ini juga menjadi momentum untuk mengedukasi warga binaan, terkait pentingnya menjaga ketertiban dan kepatuhan terhadap aturan yang berlaku,” ucapnya.
Kegiatan tersebut berjalan tertib dan kondusif, Diharapkan dengan rutinnya kegiatan semacam ini, suasana di dalam Lapas Kelas I Madiun dapat terus terjaga.
“Tentunya dapat mendukung proses pembinaan yang lebih optimal,” pungkasnya
| Guru Ngaji di Pamekasan Nodai Dua Anak di Bawah Umur, Kasusnya Lama Tak Terungkap |
|
|---|
| Peran 2 Orang Pelaku Kasus Impor Ilegal Ponsel Senilai Rp 235 Miliar, Ada 56.557 unit iPhone |
|
|---|
| Tempat Hiburan Malam di Kedung Baruk Surabaya Digerebek Massa: Pelanggaran, Bisa Langsung Ditutup |
|
|---|
| Pegawai Hotel di Surabaya Curiga Tamu Lansia Tak Kunjung Check Out, Ternyata Sudah Meninggal Dunia |
|
|---|
| Senyum Suster Natalia Akhirnya Bank Bayar Full Rp 28 M usai Dana Gereja Digelapkan Mantan Pegawai |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Sidak-Kamar-Warga-Binaan-Lapas-Kelas-I-Madiun-Temukan-Alat-Masak-Rakitan.jpg)