Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Viral

Sosok Rofidah Anak Sopir Pengangkut Jerami Lolos UGM, Cita-citanya Kerja di Kementerian Pertanian

Inilah kisah Rofidah Nurhana Lestari, anak sopir pengangkut Jerami yang lolos masuk ke Universitas Gadjah Mada (UGM).

Situs UGM
LOLOS UGM - Inilah kisah Rofidah Nurhana Lestari, anak sopir pengangkut Jerami yang lolos masuk ke Universitas Gadjah Mada (UGM). 

“Bapak dan Ibu selalu mendukung saya untuk bisa sekolah setinggi mungkin, meski dalam kondisi ekonomi yang sulit,” ucap anak bungsu dari dua bersaudara itu dengan mata berkaca-kaca. 

Rofidah juga mengenang pesan sang ayah yang tak henti meyakinkannya untuk tetap kuliah. 

“Bapak selalu bilang pasti ada kesempatan beasiswa, dan saya pasti bisa kuliah,” kenang Rofidah.

Baca juga: Kisah Rektor Dijuluki Awet Muda Meski Usia 93, Gratiskan Kuliah hingga Beri Tempat Tinggal Mahasiswa

Sang Ayah Kerja Pagi hingga Malam demi Keluarga

LOLOS UGM - Inilah kisah Rofidah Nurhana Lestari, anak sopir pengangkut Jerami yang lolos masuk ke Universitas Gadjah Mada (UGM).
LOLOS UGM - Inilah kisah Rofidah Nurhana Lestari, anak sopir pengangkut Jerami yang lolos masuk ke Universitas Gadjah Mada (UGM). (Situs UGM)

Timbul bekerja sebagai sopir truk pengangkut Jerami untuk pakan ternak.

Truk yang digunakannya adalah milik tetangganya.

Setiap hari, ia mengangkut Jerami dari desa ke desa dan menjualnya ke para peternak.

“Jerami saya ambil dari desa, lalu saya jual ke yang punya ternak,” jelas Timbul. 

Namun, saat musim hujan tiba, permintaan jerami menurun drastis. Untuk tetap menyambung hidup, Timbul beralih menjual barang bekas. 

“Kalau sedang sepi, saya keliling cari rongsokan,” katanya. Darini (52), ibu Rofidah, menambahkan bahwa suaminya kerap berangkat sejak dini hari dan pulang larut malam untuk mencari nafkah. 

“Sebulan bisa delapan sampai sepuluh kali jalan, tapi tidak tentu. Sekali angkut bisa dapat seratus ribuan,” jelasnya.

Di mata Rofidah, kedua orang tuanya adalah sosok penuh kesabaran dan pengorbanan.

Tak hanya membanting tulang demi pendidikan anak, mereka juga merawat kakaknya yang mengalami kelumpuhan sejak kecil hingga wafat tahun lalu. 

“Selama 27 tahun Ibu merawat kakak di rumah, bahkan sering bolak-balik ke rumah sakit,” ungkapnya.

Menjelang awal perkuliahan pada Agustus mendatang, Rofidah memilih mengisi Waktu luangnya dengan bekerja sebagai penjaga konter HP.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved