Penyebab Kampung ini Ditinggal Warganya dan Tak Ada yang Mau Tempati Rumah, Ilalang Tumbuh Liar

Sebuah kampung seolah mati karena ditinggal warganya. Tak ada lagi yang mau menempati puluhan rumah di sana.

Penulis: Ani Susanti | Editor: Mujib Anwar
TribunJabar/Muamarrudin Irfani
WARGA TINGGALKAN KAMPUNG - Penampakan kerusakan rumah warga Kampung Curug, Desa Bojongkoneng, Kecamatan Babakanmadang, Kabupaten Bogor, Jumat (13/6/2025). Banyak warga yang pergi tinggalkan kampung itu hingga menjadi sepi. 

TRIBUNJATIM.COM - Sebuah kampung seolah mati karena ditinggal warganya.

Tak ada lagi yang mau menempati puluhan rumah di sana.

Kampung yang dimaksud adalah Kampung Curug di Desa Bojongkoneng, Kecamatan Babakanmadang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Kampung ini menjadi wilayah yang cukup parah terdampak pergerakan tanah beberapa waktu lalu.

Rumah-rumah warga yang berada di lingkungan RW 09 mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariatif mulai dari kategori ringan, sedang, hingga berat.

Untuk kategori rumah rusak ringan hanya mengalami keretakan pada dinding, sedangkan kategori berat bangunan sudah tidak bisa lagi dihuni karena kondisinya mengkhawatirkan.

Rumah yang mengalami rusak berat kini tak lagi ditempati, para pemiliknya memilih mengungsi ke rumah saudara ataupun mengontrak memanfaatkan bantuan dari pemerintah daerah.

Sedangkan sebagian warga lainnya yang hanya terdampak kerusakan ringan masih menempati rumahnya masing-masing.

"Yang mengalami kerusakan ada sekitar 34 rumah yang tidak bisa dihuni lagi," ujar Ketua RW setempat, Halim, Jumat (13/6/2025), melansir dari TribunBogor.

Baca juga: Penampakan Perumahan Elit 1980 di Semarang, Kini Kampung Mati, Warga Kesal Konten Horor: Terganggu

Bahkan, terdapat satu area yang nampak seperti kampung mati karena tak lagi dihuni sehingga tidak ada aktivitas apapun.

Terpantau terdapat sejumlah rumah di area yang lebih tinggi kini terbengkalai dan suasana sangat hening terasa.

Pekarangan rumah pun ditumbuhi ilalang yang tinggi sejak ditinggalkan oleh pemiliknya begitu saja sejak bencana terjadi pada awal Maret 2025

Halim mengungkapkan, pemukiman warga di wilayahnya yang terdampak cukup parah berada di area atas dan bawah.

"Yang di sebelah atas itu ada sekitar 20 rumah itu udah keluar semua, ngontrak karena rumahnya sudah tidak layak huni," terangnya.

Kendati demikian, kampung yang terdiri dari tiga wilayah RT tersebut masih terdapat aktivitas warga yang tidak terdampak kerusakan parah.

Baca juga: Desa Jadi Kampung Mati karena Tanah Bergeser, Warga Pergi Imbas Rumah Hancur, Disebut Tak Layak Huni

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved