PKL di Alun-alun Gresik Pasrah dengan Kenaikan Harga Plastik, Harap Pemerintah Turun tangan

Kenaikan harga plastik hingga lebih dari 60 persen dalam sepekan terakhir membuat Pedagang Kaki Lima (PKL) di Alun-alun Gresik terpukul. 

Penulis: Sugiyono | Editor: Samsul Arifin
Tribun Jatim Network/Sugiyono
PLASTIK - Para PKL di sekitar Alun-alun Gresik yang terdampak kaikan harga plastik, Rabu (15/4/2026).  
Ringkasan Berita:
  • Harga plastik naik drastis hingga 60–80 persen dalam sepekan 
  • PKL pentol dan es terdampak langsung karena bergantung pada plastik 
  • Pedagang berharap pemerintah segera menstabilkan harga

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sugiyono

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Kenaikan harga plastik hingga lebih dari 60 persen dalam sepekan terakhir membuat Pedagang Kaki Lima (PKL) di Alun-alun Gresik terpukul. 

Harapannya, harga plastik dapat kembali turun, sebab plastik menjadi kebutuhan sehari-hari untuk membungkus pentol, Rabu (15/4/2026). 

Para PKL dalam menjual barang dagangan kebanyakan menggunakan plastik untuk melayani pembeli. Seperti pentol dan es harus disajikan menggunakan plastik. 

Kenaikan Capai Lebih dari 60 Persen

Tiba-tiba, sudah sepekan kemarin, harga plastik naik lebih dari 60 persen. 

"Dulu plastik untuk bungkus pentol hanya Rp 8000, sekarang naik menjadi Rp 14.000. Dan plastik untuk menjual es, naik dari Rp 18.000 naik menjadi Rp 27.000," kata R (41), yang berjualan es dan pentol selama 23 Tahun. 

Baca juga: Harga Plastik Tak Terkendali, Bupati Madiun Dorong UMKM Go Digital untuk Tekan Biaya Produksi

Lebih lanjut R berharap, Pemerintah bisa menurunkan harga plastik, sebab akan berdampak pada harga lainnya. Seperti, besaran pentol yang berkurang dan daging juga semakin mahal. 

"Jadi, semoga Pemerintah Pusat bisa mengendalikan harga plastik. Biar tidak berdampak pada kenaikan harga-harga lainnya," katanya. 

Pedagang Harap Pemerintah Turun Tangan

Begitu juga disampaikan Zamroni,  pedagang plastik di Pasar Baru Gresik, Jalan Gubernur Suryo, mengatakan, kenaikan plastik sudah berlangsung selama sepekan lebih. 

"Kemungkinan, karena akibat perang di Timur Tengah, yang mengakibatkan harga biji plastik naik, sehingga plastik ikut naik. Kenikan sekitar 80 persen," kata Zamroni. 

Dari kenaikan harga plastik tersebut, Zamroni juga berharap kepada Pemerintah Pusat untuk bisa menurunkan kembali harga plastik. 

Baca juga: Cara Pengusaha Tempe Fatimah Bondowoso Siasati Harga Kedelai dan Plastik yang Meroket, Gunakan Daun 

Sebab, dikawatirkan akan berdampak pada kenaikan pada barang kebutuhan pokok. Sebab, barang kebutuhan pokok dikemas dan dijual menggunakan plastik. 

"Semoga, harga plastik segera turun. Sebab, akan berdampak pada kenaikan kebutuhan sehari-hari," katanya.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved