Berita Viral
Guru SD Rela Gedor Rumah Warga Cari Murid Baru, Pendaftar PPDB Cuma 5 Siswa, Minta Solusi Disdik
Dalam lima tahun terakhir, sekolah tersebut memang tidak mendapatkan banyak murid baru.
Penulis: Alga | Editor: Mujib Anwar
Penggabungan ini dilakukan sebagai upaya mengatasi kendala di sekolah dasar yang kesulitan mencari siswa saat tahun ajaran baru.
Menurut Kepala bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan Kota Batu, Daud Andoko, ada beberapa penyebab utama SD negeri kekurangan siswa.
Satu di antara faktornya ialah bersaing dengan SD swasta.
"Faktor utamanya itu dipengaruhi dari tempat sekolah tersebut berdekatan dengan SD lain, baik negeri maupun swasta."
"Sementara potensi siswa baru dari sekitar tempat itu terbatas (SPMB dengan mempertimbangkan domisili), fasilitas juga terbatas, karena SD negeri tidak boleh memungut biaya, kalah dengan SD swasta."
"Di samping dapat dana BOSNAS, juga BOSDA dan masih melakukan penarikan biaya dari wali murid," kata Daud Andoko kepada Tribun Jatim Network, Minggu (8/6/2025).
Baca juga: Curi Kas Masjid Rp6 Juta, Marbot Ingin Merasakan Tidur di Hotel & Punya HP, Biasa Tidur di Jalanan
Kondisi kesulitan mencari siswa ini menurut Daud, mayoritas terjadi di wilayah kota.
Sedangkan terkait SD negeri yang ada di perbatasan (perbatasan dengan Kabupaten Malang dan Kota Malang) cenderung lebih mudah untuk mendapatkan siswa.
Bahkan, relatif tidak pernah mengalami kekurangan siswa, sehingga tidak perlu dimerger.
"Sekolah perbatasan tidak ada yang kekurangan siswa, malah cenderung menolak siswa," ujarnya.
Sedangkan untuk proses merger sekolah ini, lanjut Daud, tidak ada kendala yang dihadapi pihak Dindik Kota Batu.
Namun sebelum diputuskan untuk dilakukan penggabungan, harus dilakukan kajian yang mendalam.
"Sebetulnya tidak ada kendala dan tidak dibutuhkan waktu bertahun-tahun, tapi harus ditelaah dan dikaji dulu sebelum merger."
"Serta juga perlu dilakukan penataan tenaga pendidik dan kepala sekolah," jelasnya.
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com
| Sekali Panen Pemuda Sumenep Kantongi Rp 4,3 Juta, Faza Dapat Berkah dari Bekas Kandang Kuda |
|
|---|
| Jukir Getok Harga Parkir Rp40 Ribu ke Pengunjung, Ngaku Ikut-ikutan Teman dan Alasan Hujan |
|
|---|
| Sosok Pemilik Ladang Ganja di Pedalaman Hutan Bintang Papua, Bukan Temuan Pertama Aparat |
|
|---|
| Sosok Remaja Ponorogo Didaftarkan Haji oleh Orangtua Sejak Usia 2 Tahun |
|
|---|
| Momen Anwar Usman Pingsan Setelah Pamit dari MK, sempat Singgung Beratnya Jadi Hakim |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/kondisi-SDN-2-Wonorejo-kekurangan-murid.jpg)