Berita Viral

Sosok Rudi, Pembuat Bambu Pethuk Berair yang Sempat Dikeramatkan Warga, Pasrah Karyanya Dibongkar

Bambu keramat itu sempat membuat heboh warga Kampung Limbangan, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Kini dibongkar Pemdes

Tayang:
Editor: Torik Aqua
KOMPAS.COM/FIRMAN TAUFIQURRAHMAN
DIBONGKAR -Bambu pethuk yang mampu mengeluarkan air di Cianjur, Jawa Barat ternyata hanya kreativiras seni warga. Pihak Desa sampai membongkar instalasi seni milik Rudi. 

"Sama pembuatnya sendiri juga bambu tersebut sudah ditegaskan tidak ada hal yang mistis. Tapi murni hasil kreatifitas," katanya.

Dibuat warga baru

Pembuat bambu ajaib tersebut seorang warga baru yang sudah dua bulan tinggal di kampung tersebut dan diketahui memang kerap menciptakan karya seni instalasi.

"Jadi, warga ini baru dua bulan tinggal di sini. Seni bambu itu dibuat di halaman samping rumahnya," katanya.

Bambu tersebut dipasang melintang, ditopang rangka baja ringan, dan menyerupai jungkitan.

Dari salah satu ujung bambu mengalir air secara konstan.

Tak tampak saluran atau selang apa pun yang mengalirkan air ke dalam bambu, membuat banyak orang keheranan.

"Memang bagi orang awam ini terlihat aneh, tidak ada pasokan air tetapi bisa mengalir terus-menerus," kata Encep menambahkan.

Sampai saat ini, sumber air itu masih menjadi misteri.

Sang pembuat memilih untuk merahasiakannya dan menyebutnya sebagai bagian dari karya seni.

Encep pun mengimbau warga untuk tidak mudah percaya pada hal-hal berbau mistis.

Pengakuan pembuat

Rudi (58), sosok di balik instalasi seni ini, mengaku tak menyangka karyanya akan disalahartikan oleh publik.

“Saya kaget, baru kali ini buatan saya diartikan lain.

Padahal semuanya serba logis, tidak ada mistis, ini hanya seni,” ujarnya kepada Kompas.com, Rabu (2/7/2025) petang.

Rudi menjelaskan, bambu tersebut awalnya hanya dirancang sebagai elemen dekoratif untuk kolam kecil di samping rumah yang tengah direnovasi.

Ia juga berencana membuat gazebo mini dan lukisan dinding sebagai bagian dari taman kecil yang artistik.

“Kalau pun ada warga yang tertarik dengan karya seninya, saya berharap masyarakat dapat menyikapinya secara logis dan tidak terbawa pada penafsiran mistis,” harap Rudi.

“Kalau karya seni lain mungkin cukup dipandang, dibilang bagus, lalu dilupakan. Tapi saya ingin karya saya dilihat, kemudian orang pulang dan berpikir,” tambahnya.

Rudi tidak bersedia menjelaskan bagaimana air itu bisa muncul.

Menurutnya, itu adalah rahasia dari logika karyanya yang tak ingin diungkap ke publik.

 “Saya tidak akan menjelaskan dari mana air itu berasal, karena ini hasil dari pemikiran logis saya. Mohon maaf, rahasianya tidak akan saya ungkap,” kata dia. 

Namun, ia mempersilakan siapa pun yang penasaran untuk datang langsung melihat bentuk instalasinya—tentu, tanpa berharap ia membocorkan rahasianya.

“Tapi seandainya orang lain mau tahu silahkan datang, mau tahu bentuknya, bukan rahasianya,” kata Rudi.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved