Banjir di Tuban Tak Kunjung Surut sejak 2024, Pemkab Siapkan Usulan ke Pemerintah Pusat Lewat APBN
Banjir di Plumpang Tuban tak kunjung surut sejak 2024, pemkab menyiapkan usulan ke pemerintah pusat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.
Penulis: Muhammad Nurkholis | Editor: Dwi Prastika
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Muhammad Nurkholis
TRIBUNJATIM.COM, TUBAN - Wakil Bupati Tuban, Joko Sarwono akan membawa persoalan banjir yang masih menggenangi area persawahan di Kecamatan Plumpang dan Widang, Tuban, Jawa Timur, ke pemerintah pusat, Jumat (4/7/2025).
Menurut Joko, dengan adanya banjir, saat ini Pemerintah Kabupaten Tuban tengah menyiapkan usulan strategis ke pemerintah pusat melalui skema Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Insyaallah kami segera akan menyampaikan usulan ke pemerintah pusat, jadi melalui mekanisme APBN,” ujar Joko, Jumat (4/7/2025).
Fokus utama dalam dokumen usulan tersebut meliputi di DAS (Daerah Aliran Sungai) Bengawan Solo, Jabung Ring Dyke, long storage, dan Kali Kening, yang merupakan titik rawan banjir di Kabupaten Tuban.
Jika disetujui, pembangunan infrastruktur pengendali air tersebut akan berdampak langsung pada pengurangan risiko banjir di area persawahan.
Sebab selama ini banjir menjadi momok menakutkan bagi para petani di Kabupaten Tuban.
“Itu semua prioritas untuk kami sampaikan agar dapat diakomodir,” imbuhnya.
Sebagai bentuk sinergi antarinstansi, ia juga menyebut, sejumlah anggota DPRD Kabupaten Tuban akan turut mendampingi dan memperjuangkan usulan tersebut ke kementerian terkait.
“Insyaallah besok teman-teman dari DPR juga berangkat. Ini butuh dukungan bersama, agar aspirasi masyarakat Tuban benar-benar terdengar di pusat,” beberanya.
Baca juga: Lahan Pertanian di Plumpang Tuban Terendam Banjir Sejak Tahun 2024, Petani Terancam Gagal Tanam
Sebagai informasi tambahan, beberapa pekan terakhir, banjir masih menggenangi area pertanian kecamatan Widang dan Plumpang, bahkan banjir sudah terjadi sejak tahun 2024 lalu.
Penyebab banjir diduga disebabkan karena curah hujan tinggi, selain itu faktor jalur air yang tidak normal juga menjadi penyebabnya.
Dengan adanya hal ini, selain mengganggu kegiatan pertanian, juga menimbulkan kerugian ekonomi bagi petani karena tidak bisa melakukan tanam padi.
Wakil Bupati Tuban
Joko Sarwono
Kecamatan Plumpang
Bengawan Solo
Tuban
TribunJatim.com
berita Tuban terkini
Tribun Jatim
berita Jatim terkini
Lurah Sidik Rugi Rp 60 Juta karena Dikira Anggota DPR, Pendemo Pukuli Wajah hingga Jarah Mobilnya |
![]() |
---|
Ini Tips Atur Siklus Haid bagi Jemaah Haji dan Umrah, dr Mahida: Pengaturan Hormon |
![]() |
---|
Apes Iryna Pindah Negara Demi Hindari Perang, Malah Meninggal di Tangan Residivis |
![]() |
---|
Baru Sadar, Pedagang Layani Transaksi Rp 350.000 Padahal Penipu Cuma Transfer Rp 350 |
![]() |
---|
Pembangunan Flyover Taman Pelangi Bakal Mulai, Pemkot Surabaya Ratakan Puluhan Rumah, Eri: Bulan ini |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.