Kesehatan

Ini Tips Atur Siklus Haid bagi Jemaah Haji dan Umrah, dr Mahida: Pengaturan Hormon

Banyak wanita yang merasa khawatir ibadah haji atau umroh terganggu karena bertepatan dengan siklus menstruasi.

Penulis: Nur Ika Anisa | Editor: Sudarma Adi
TRIBUNJATIM.COM/NURIKA ANISA
TIPS HAJI/UMROH - Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi RSIA Kendangsari Surabaya, dr Mahida El Shafi, Sp.OG, M.Ked.Klin. Dokter menegaskan bahwa masalah haid saat beribadah haji maupun umroh bisa diatasi dengan pengaturan hormon. 

Poin Penting:

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Nurika Anisa

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA – Banyak wanita yang merasa khawatir ibadah haji atau umrah terganggu karena bertepatan dengan siklus menstruasi.

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi RSIA Kendangsari Surabaya, dr Mahida El Shafi, Sp.OG, M.Ked.Klin, menegaskan bahwa masalah haid saat beribadah haji maupun umroh bisa diatasi dengan pengaturan hormon.

Namun, hal itu tidak bisa dilakukan mendadak dan sebaiknya direncanakan sejak jauh-jauh hari.

Baca juga: Begini Respon Kemenag Blitar Raya soal Rencana Pembentukan Kementerian Haji dan Umrah

“Wanita yang akan berangkat haji atau umroh disarankan mencatat siklus haidnya. Konsultasi ideal dilakukan 2 bulan atau minimal 1 bulan sebelum keberangkatan agar dokter bisa menentukan metode terapi yang tepat,” kata dr Mahida kepada Tribun Jatim, Rabu (27/8/2025).

Menurutnya, ada dua cara yang bisa dilakukan, yakni memajukan atau menunda siklus haid.

Umumnya, hal ini diatur menggunakan pil KB yang terdiri dari dua jenis, yaitu pil kombinasi (mengandung estrogen dan progesteron) serta pil progestin.

Selain itu, tersedia juga pilihan suntikan hormon Gonadotropin-Releasing Hormone (GnRH) meski jarang digunakan.

Namun, penggunaan obat-obatan tersebut harus sesuai indikasi medis.

“Pil kombinasi tidak boleh diberikan pada pasien dengan riwayat tekanan darah tinggi, diabetes, gangguan darah, atau stroke. Untuk kondisi seperti ini, biasanya dipilih terapi dengan progestin saja,” jelasnya.

dr Mahida mengingatkan, meski pil KB bisa dibeli bebas, penggunaannya tetap harus didampingi dokter.

Hal ini penting untuk menghitung siklus haid dengan tepat dan meminimalisir risiko efek samping.

Baca juga: Kementerian Haji dan Umrah Dibentuk, FKBIHU Banyuwangi Singgung Regulasi Proses Bimbingan

Selain itu, ia menekankan pentingnya kebiasaan sederhana, yaitu mencatat siklus menstruasi setiap bulan.

Saat ini, banyak aplikasi yang dapat membantu mencatat periode haid secara praktis.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved