Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Viral

Pantas Rp600 Ribu Sehari, Pengemis Lempar Batu ke Pengendara, Ketagihan Dapat Uang Gampang

Pengemis di Bantul maksa minta uang ke pengendara dengan melempari batu. Dalam sehari dapat Rp600 ribu.

KOLASE SHUTTERSTOCK/KHOL HIILMY dan Dok. Satpol PP Bantul
LEMPAR BATU - Pengemis di Bantul diamankan Satpol PP. Ia melempari pengendara dengan batu jika tidak diberi uang. Dalam sehari, pengemis tersebut dapat Rp600 ribu, Rabu (9/7/2025). 

Para pengemis yang diamankan tersebut mampu meraup ratusan ribu dalam hitungan jam.

Subiyantoro mengatakan, dari pengakuan mereka, dalam satu jam, para pengemis tersebut mampu meraup uang saweran dari pengunjung event Grebeg Suro antara Rp50.000-Rp100.000.

"Dari pengakuan mereka bisa mendapat Rp100.000 dalam dua jam," ujarnya melalui pesan singkat, Rabu (2/7/2025).

"Kalau jam kerjanya lebih lama, dapatnya ya lebih," imbuhnya, melansir Kompas.com.

Baca juga: Pengemis Kaya Maksa Minta Makanan Pelanggan Padahal Tabungan Rp460 Juta, Pemilik Warung Kesal

Subiyantoro mengatakan, dari 10 pengemis yang diamankan, empat di antaranya adalah pengemis yang memang sering diamankan oleh Satpol PP Ponorogo yang merupakan pemain lama.

Sementara itu, enam pengemis yang diamankan merupakan pemain baru.

Mereka berasal dari Madiun, Tulungagung, bahkan Kabupaten Blitar, yang memanfaatkan keramaian Grebeg Suro.

"Yang empat ini memang sering terjaring razia. Dipulangkan, balik lagi," katanya.

"Kalau yang 6 ini pemain baru yang memanfaatkan keramaian Grebeg Suro," jelas Subiyantoro. 

Kebiasaan warga Kabupaten Ponorogo yang mudah memberikan uang kepada pengemis sempat viral pada pertengahan bulan Maret.

Baca juga: Punya Tabungan Rp 460 Juta, Lutfi Pengemis Kaya Semena-mena, Pemilik Warung Geram: Tidak Punya Malu

Saat itu, sejumlah pengemis yang diamankan Satpol PP kedapatan memiliki empat ponsel dan mengantongi uang hingga jutaan rupiah.

Dalam satu bulan, pengemis tersebut bisa mengantongi pendapatan hingga Rp12 juta.

Kepala Dinsos P3A Ponorogo, Supriyadi mengatakan, warga Ponorogo memiliki kebiasaan awean atau suka memberi kepada para pengemis.

"Salah satu alasan pengemis itu memilih melakukan kegiatan di Ponorogo adalah karena masyarakatnya mudah memberikan sedekah kepada mereka."

"Masyarakat berpikir uang Rp1.000 itu kecil, tapi dampaknya bagi pengemis ini adalah peluang mencari uang dengan mudah."

"Sehingga meski sudah lima kali kita bina, mereka tetap memilih untuk kembali mengemis," katanya.

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved