Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Punya Harga Lebih Mahal, Bunga Mawar Pierre de Ronsard Mulai Dibudidayakan di Kota Batu

Belum ada di Kota Batu dan punya harga yang lebih mahal, bunga rose pierre de ronsard atau mawar eden mulai dibudidayakan di Kota Batu.

Penulis: Dya Ayu | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Dya Ayu
BUNGA - Bunga varietas baru di Kota Batu, rose pierre de ronsard atau mawar eden mulai dibudidayakan petani di Kota Batu, Jumat (11/7/2025). Harga bunga jenis ini lebih mahal dibandingkan mawar lokal. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Dya Ayu

TRIBUNJATIM.COM, BATU - Beragam tanaman dan bunga dibudidayakan di Kota Batu, Jawa Timur.

Selain anggrek, Kota Batu juga dikenal memiliki banyak petani yang menanam tanaman hias, di antaranya bunga mawar, krisan, arroid, dan bonsai.

Terbaru, petani Kota Batu mulai membudidayakan bunga mawar varietas pierre de ronsard atau mawar eden.

Mawar ini diciptakan oleh Marie-Louise Meilland dan diperkenalkan oleh Meilland International pada tahun 1985.

Bedanya dengan mawar lokal, bunga mawar ini memiliki kelopak bunga yang besar dan bergelombang.

“Bunga mawar ini kelopaknya lebih banyak dibanding mawar lokal, bisa sampai 70 helai dan bunganya seperti cangkir dengan paduan warna merah muda di bagian tengah dan putih di bagian luar,” kata petani asal Desa Bulukerto, Kota Batu, Jumadi, Jumat (11/7/2025).

Jumadi mengatakan, ia mulai membudidayakan rose pierre de ronsard karena belum ada di Kota Batu.

Secara harga, juga lebih mahal dibanding mawar lokal.

Sehingga dinilai akan lebih menguntungkan.

“Mawar lokal harganya kisaran Rp 1.000 per tangkai, kalau mawar ini bisa sampai Rp 9.000 per tangkainya,” ujarnya.

Baca juga: Diberi Nama Dendrobium Prabowo Subianto, Kota Batu Beri Hadiah Bunga Anggrek untuk Presiden

Awal muasal ia membudidayakan bunga ini di Kota Batu dari pohon rose pierre de ronsard yang ia beli dari Jakarta sebanyak 10 pohon, kemudian disilangkan dengan mawar lokal yang ada di tempatnya.

“Dari cangkok itu, sekarang sudah ada lebih dari 2.000 pohon yang saya tanam di kebun. Sekarang belum waktunya panen. Insyaallah September bisa dipetik,” jelasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved